6 Strategi Berhemat bagi Working Mom

created
25 Dec 16
last post
04 Jan 17
2 users 1157 views 1 posts

 Share topic

       

post #1
25 Dec 16
halomoney

Hari ini, 22 Desember 2016, merupakan momen spesial bagi para ibu di Indonesia. Sebab hari ini dikenal sebagai Hari Ibu di Indonesia. Ibu sudah merawat dan membesarkan kita semua. Bahkan ibu juga telah memberikan kesejahteraan bagi anak-anaknya, selain suami, karena ibu bekerja membantu keuangan keluarga. Anda seorang anak dari ibu bekerja alias working mom? Atau Anda sendiri yang menjalankan peran sebagai working mom? Berbanggalah bila memang demikian adanya. Menjadi ibu bekerja berarti Anda mengemban tiga peran besar sekaligus : sebagai istri, sebagai ibu dan sebagai pekerja produktif.

Tidak semua perempuan mau dan mampu menjalankan peran ini sekaligus. Maklum, tantangannya tidak sedikit. Anda dituntut mampu menyeimbangkan antara tuntutan pekerjaan di kantor dengan tuntutan peran Anda sebagai istri juga sebagai ibu bagi anak-anak Anda Di sisi lain, menjadi ibu bekerja juga berarti Anda memiliki penghasilan sendiri tanpa harus terlalu bergantung pada suami. Walau Anda menjadi tanggungjawab suami, termasuk dari sisi pemenuhan kebutuhan hidup, memiliki penghasilan sendiri bisa memberi rasa positif bagi Anda pribadi. Dari sisi finansial, keluarga dengan dua sumber penghasilan seharusnya bisa lebih leluasa mewujudkan tujuan-tujuan keuangan bersama. Tapi, kenyataan di lapangan kadangkala tidak seindah bayangan.

Simak cara berhemat dalam rumahtangga agar dompet Anda sebagai ibu bekerja selalu wangi :

1. Disiplin anggaran

Mau Anda bekerja atau menjadi ibu rumahtangga di rumah, disiplin mengatur anggaran adalah kunci utama agar finansial keluarga tidak berantakan. Bagaimana caranya?  Setiap kali Anda mendapatkan gaji, segera sisihkan minimal 10%-15% untuk tabungan. Lakukan hal ini di AWAL penerimaan gaji, bukan di AKHIRSetelah itu, bayar aneka macam tagihan dan cicilan. Pastikan besar cicilan utang Anda tidak melebihi 30% bila itu berjenis utang konsumtif. Para perencana keuangan membolehkan porsi utang menjadi 35% bila jenisnya adalah utang produktif seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Mengapa harus dibatasi? Karena bila beban cicilan Anda melebihi batas itu, arus kas keuangan keluarga Anda rentan terganggu.

Sisa anggaran bisa Anda peruntukkan untuk anggaran hidup sehari-hari seperti kebutuhan makan, transportasi, gaji ART atau daycare, kebutuhan anak, dan lain-lain. Jangan lupa pula siapkan anggaran sosial untuk kewajiban zakat profesi atau perpuluhan, dan anggaran entertainment.

2. Memasaklah sendiri

Memasak sendiri untuk keluarga dan membawa bekal makan siang dari rumah bisa sangat menghemat anggaran rumahtangga. Begini gambarannya. Anggaplah saat ini Anda dan suami baru memiliki 1 anak, dengan satu tenaga pengasuh atau ART. Anda bisa berbelanja menu segar seperti buah, sayur dan lauk untuk seminggu setiap akhir pekan. Anggaran belanja, anggap saja kurang lebih Rp 500.000 setiap pekan. Ditambah anggaran makan di luar ketika weekend sekitar Rp 1 juta, berarti total anggaran makan keluarga kurang lebih Rp 3 juta. Sedang bila Anda selalu membeli makan di luar, hitungannya seperti ini = 4 kepala @Rp 20.000 x 3 kali makan x 30 hari = Rp 7,2 juta. Sangat signifikan perbedaannya, bukan? Agar trik ini bisa Anda jalankan di tengah triple peran selaku ibu bekerja, Anda harus menerapkan strategi pengaturan waktu yang tepat. Misalnya, menyiapkan rencana menu selama seminggu penuh.

3, Atur Belanja

Kebanyakan perilaku boros dipicu oleh tindakan impulsif, terutama berkaitan dengan acara berbelanja. Anda bisa menyiasati ini dengan belajar disiplin berbelanja. Misalnya, di akhir bulan setelah menerima gaji, Anda jadwalkan untuk berbelanja bulanan.. Biasakan mencatat barang apa saja yang perlu Anda beli. Percayalah, ini akan membantu Anda terhindar dari aksi impulsive buying. Untuk berbelanja produk segar, Anda bisa jadwalkan tiap akhir pekan.

4. Berhemat dari hal sepele

Menekan pengeluaran rumahtangga bisa Anda mulai dari hal-hal sepele. Misalnya, mengatur pemakaian mesin cuci dan setrika agar listrik hemat. Sekali mengoperasikan mesin cuci dan setrika, listrik yang tersedot bisa di atas 250 watt. Siasati dengan mencuci dan setrika pakaian seminggu dua kali saja atau setiap weekend. Memakai jasa binatu boleh jadi bisa lebih hemat. Cari jasa laundry yang bersih dan murah di sekitar Anda. Mulai kurangi pemakaian alat elektronik rumahtangga. Misalnya, setel timer di mesin pendingin udara agar AC tidak menyala sepanjang waktu. Berada di ruang ber-AC terus menerus juga buruk bagi kesehatan, lo.

Tidak perlu menyalakan dispenser hanya untuk air dingin dan panas. Maksimalkan kulkas untuk kebutuhan air dingin dan kompor gas untuk air panas. Dispenser bisa sangat boros listrik di atas 300 watt. Biasakan mencabut steker listrik yang tidak dipakai, matikan lampu ketika pergi, dan lain-lain.

5. Tertib pencatatan

Dengan rutin mencatat pengeluaran dan pemasukan rumahtangga, Anda bisa melacak sudah sejauh mana keberhasilan aksi penghematan Anda. Anda bisa memakai aplikasi finansial yang banyak tersedia di gadget android maupun IOS.

6. Optimalkan fitur unggulan di kartu kredit Anda

Bila cerdas memanfaatkan, kartu kredit juga bisa membantu strategi berhemat Anda. Misalnya, dengan memanfaatkan poin reward atau promo untuk memenuhi sebuah keperluan. Sebagai contoh, bila Anda rutin menonton film di bioskop bersama keluarga, Anda bisa memanfaatkan promo buy 1 get 1 sehingga anggaran entertainment bisa Anda hemat. Tapi tetap ingat, tetaplah disiplin membayar tagihan kartu kredit secara penuh sehingga efek penghematannya nyata! Nah, tidak rumit, kan, cara berhemat dalam rumahtangga buat Anda para working mom? Kini, saatnya menerapkannya langsung! Sebarkanlah artikel ini kepada ibu dan keluarga tercinta Anda. Selamat merayakan hari ibu.

Sumber: Halomoney.co.id

 Share post