​Demi Beli Pakaian, Mahasiswi AMIK Curi Laptop Teman sendiri

created
05 Apr 17
last post
05 Apr 17
 users 310 views 1 posts

 Share topic

       

post #1
05 Apr 17
samuraix12

Hanya karena ingin membeli baju dan buku panduan gitar, seorang mahasiswi Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK) nekat mencuri laptop teman sekampusnya.Jual Handphone
Tapi sial, begitu baju dan buku dibeli, dia malah dijebloskan ke sel Polsek Medan Timur. Santalia boru Siahaan diserahkan langsung oleh korbannya, Lucky Chin boru Hutagalung.Jual Handphone Murah
Awalnya, Santalia mengunjungi dan menginap di kos Lucky di Jalan Dorowati, Medan Perjuangan. Besoknya, korban berangkat lebih dulu ke kampus. Sedangkan cewek berusia 18 tahun itu memilih tinggal.aksesoris Hp
Tak lama, Santalia menelepon korban untuk meminjam baju karena mau pulang kampung. Tanpa curiga, Lucky setuju dan menyuruhnya mengambil sendiri.Jual Laptop murah
Tapi begitu pulang kuliah korban mendapati laptop dalam kopernya tidak ada. Ingat Santalia adalah orang terakhir di kamar, dia langsung menelepon temannya yang ngekos di Jalan Kangkung, Pringgan, tersebut.Jual Laptop Asus
Ditanya perihal laptop, Santalia langsung mengaku kalau memang dirinya yang mengambil. Dia juga berjanji segera mengembalikannya. Puncaknya, Jumat (25/11), mereka janjian jumpa di Medan Mall.Jual Jam tangan
Namun setelah bertemu, Santalia justru tidak membawa laptop korban. Kesal, Lucky membawanya ke pos polisi terdekat. Tak lama, personel Polsek Medan Timur datang menjemputnya.jual jam tangan murah
Saat diinterogasi, Santalia akhirnya mengaku kalau laptop telah dijualnya seharga Rp2 juta. Uang hasil penjualan dipakai buat beli pakaian dan buku panduan gitar.jual jam tangan original
Kapolsek Medan Timur, Kompol BL Malau melalui Kanit Reskrim, Iptu M Ainul Yaqin mengatakan, tersangka masih dalam pemeriksaan intensif. “Pelaku dikenakan pasal 363 tentang pencurian. Sedangkan barang bukti berupa satu buah celana jeans warna coklat, satu buah baju warna kuning, satu buah baju warna merah, buku panduan belajar gitar kita amankan sebagai barang bukti. Kini kita masih mencari orang yang membeli laptop korban,” terangnya.Jual Jam tangan pria
Kasus dugaan korupsi di tubuh Dinas Kesehatan Musi Rawas Utara (Dinkes Muratara), terus bergulir. Kemarin (06/4), oknum pejabat teras berinisal RA, selaku kadinkes, menjalani pemeriksaan perdana, setelah ditetapkan sebagai tersangka di Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau. Pemeriksaan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Sesaat menjalani pemeriksaan, RA mengeluh sakit, hingga pihak kejari mendatangkan dokter, untuk mengecek kondisi kesehatan tersangka. Hal itu diakui langsung Kasipidsus Kejari Lubuklinggau M Nurul Hidayat, ditemui kemarin (06/4).Jual Jaket Parka Persib
Menurut Nurul, sebenarnya hari ini (kemarin,red) merupakan panggilan kedua bagi RA, setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Namun pada panggilan pertama, RA batal diperiksa, karena tidak bisa datang dengan alasan sakit. Pada panggilan kedua, dia beretikat baik dengan memenuhi panggilan. “Dia datang, terus mengatakan dirinya belum sehat betul,” ujar Nurul.Jaket Parka Persib
Karena RA mengatakan kondisinya belum pulih, lanjut Nurul, pihaknya memanggil dokter independen untuk mengecek kondisi kesehatan tersangka, sebelum dimulainya pemeriksaan. Setelah diperiksa oleh dokter, diketahui ternyata RA memiliki riwayat penyakit hipertensi atau lebih dikenal darah tinggi. “Kata dokternya darah tinggi. Ini dokter yang ngomong, kalau kita penyidik tidak tahu penyakitnya apa,” tegas Nurul.Jual Jaket Parka
Kendati diketahui kondisi RA memang kurang sehat, tetapi pemeriksaan terhadap RA selaku tersangka, tetap dijalankan. Namun belum lama pemeriksaan berjalan, tersangka mengeluh sakit. “Pemeriksaan tadi (kemarin,red) sempat dilakukan sampai 2 kali. Tersangka juga sudah diberi obat, namun tensinya tidak juga turun,” jelas Nurul.Jaket Parka
Lebih lanjut Nurul mengatakan, rencananya pasca dilakukan pemeriksaan, tersangka akan dilakukan penahanan. Namun melihat kondisi tersangka yang sedang sakit, penahanan batal dilakukan.Jual Jaket Parka Wanita
Terpisah, Kajari Lubuklinggau Patris Yusrian Jaya, sempat melontarkan candaan kepada wartawan yang menunggu di teras ruangannya. “Ai Jamin nilah yang jadi jaminan,” ucapnya sambil tertawa.Jual Jaket Parka Bandung
Sementara itu, disaat RA menjalani pemeriksaan, tim lainnya dipimpin Kasi Intel Wilman Ernaldy, melaksanakan penggeledahan di Dinkes Muratara. Penggeledahan dilangsungkan mulai pukul 11.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB.Jual Jaket Parka Pria
Dari penggeledahan yang dilakukan di ruang Kadinkes, dan ruang bendahara tersebut, tim yang diturunkan menyita sejumlah berkas sebagai Barang Bukti (BB), dan laptop inventaris Dinkes Muratara. “Ada beberapa berkas dan laptop inventaris Dinkes di ruang bendahara yang kita sita, untuk mendukung pembuktian di persidangan nanti,” ungkap Wilman.Jaket Parka Pria
Dijelaskan Wilman, penggeledahan yang dilakukan pihaknya sesuai dengan surat perintah No. 10/N.6.16/FD.1/04/2015 tentang perintah penggeledahan, yang ditandatangani langsung oleh Kajari Lubuklinggau. Penggeledahan dilakukan untuk kepentingan penyidikan, dalam rangka mengungkap dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pada tiga kegiatan yang telah dilakukan Dinkes Muratara.Jaket Parka Wanita
Kegiatan yang dimaksud, program pelayanan kesehatan penduduk miskin, dengan kegiatan-kegiatan program pelayanan kesehatan penduduk miskin atau jaminan persalinan massal (jampersal), mengunakan dana sharing sehat Sumsel Semesta, dengan anggara Rp 4,15 miliar APBD Muratara, dan Sumsel 2014.Jaket Parka Bandung
Perjalanan dinas senilai Rp 826,23 juta, dan pengadaan mobiler Rp 199,80 juta APBD Muratara 2014. Mengenai kendala pelaksanaan penggeledahan, dikatakan Wilman, bisa dikatakan tidak ada, karena proses penggeledahan di lapangan yang dibagi dalam 5 tim berjalan lancar. “Penggeledahan dilakukan secara mendadak, prosesnya berjalan lancer, dan tidak ada kendala yang berarti,” jelas Wilman.
#Ketua Dewan OKU Tak Hadiri Pemeriksaan
Sementara itu, Ketua DPRD OKU Johan Anuar, tidak hadir dalam pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan markup pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU), seluas 10 hektar, di Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur, OKU. Dia direncanakan dimintai keterangannya kembali Senin (06/04), setelah berkas keempat tersangka kasus tersebut dinyatakan belum lengkap (P.19).samsabit.com
Namun meskipun Johan Anuar berhalalangan hadir yang diduga ada kegiatan selaku Ketua DPRD OKU, penyidik akan kembali melakukan pemeriksaan terhadapnya, diperkirakan tanggal 13 April 2014 mendatang. “Ya, ini pemeriksaan beberapa kalinya sebagai saksi terhadap JA (Johan Anuar,red),” kata Dirreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit II Tipikor AKBP Imran Amir.
Untuk pemeriksaan hari ini (kemarin,red), sambung Imran, setelah berkas tersangka kasus TPU P.19 pertama kali. Sebelumnya sudah beberapa kali dimintai keterangan sebagai saksi terhadap tersangka. “Kembali akan kita mintai keterangan, mungkin minggu depan,” jelas Imran.
Saksi kasus dugaan markup pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) seluas 10 hektar, di Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur, OKU, penyidik sudah menetapkan tersangka, yakni mantan Sekda OKU Drs H Umirtom, dan juga Ketua Pengadaan Tanah tahun 2012-2013, mantan Asisten I Ahmad Junaidi, Kadinsos Ir Najamudin, dan Hidirman selaku pemilik tanah.
Kasus tersebut terkuak setelah adanya laporan dari elemen masyarakat awal Februari 2014 ke Polda Sumsel. Dalam laporannya, mereka menduga ada markup pada pembelian lahan TPU tersebut, hingga menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 3,5 miliar. Modus digunakan pelaku diduga dengan melakukan penggelembungan dana anggaran, yang tidak sesuai dengan luas lahan yang diajukan.

 Share post