Apakah Anda Siap Terjun ke Dunia Investasi?


Anda mungkin sudah membaca belasan buku yang menyarankan Anda untuk berinvestasi. Para analis ekonomi dan teman-teman bilang Anda perlu berinvestasi untuk melawan inflasi. Namun apakah Anda siap?

Inilah tiga tanda yang bisa menjadi ukuran kesiapan Anda untuk berinvestasi.

1. Anda tidak memiliki hutang konsumtif jenis apapun

Pengertian hutang konsumtif di sini ialah utang kartu kredit dan pinjaman tanpa jaminan yang digunakan untuk membeli barang-barang yang nilainya tidak bertambah di masa depan. Ya, ini termasuk tas desainer, sepatu, atau gadget keluaran terbaru yang dibeli dengan kartu kredit atau kredit tanpa agunan (KTA), di mana setiap bulannya Anda cicil dengan pembayaran minimal. Utang jenis ini memiliki tingkat bunga sangat tinggi, yang besarnya mencapai 3% per bulan atau 40%-50% per tahun.

Berinvestasi ketika Anda masih terbebani utang jenis ini ibaratnya seperti mengisi ember berlubang dengan air. Tidak ada imbal hasil dari investasi yang mampu menutupi kebocoran akibat pembayaran momok yang bernama bunga kartu kredit ini.

Oleh karena itu, lunasi seluruh utang kartu kredit dan pinjaman lainnya sebelum memutuskan masuk ke dunia investasi.

2. Anda memiliki uang yang tidak diperlukan dalam 5 tahun mendatang

Seringkali, menjual atau mencairkan pada waktu yang salah merupakan alasan mengapa seseorang kehilangan uang karena investasi. Nah, jika jangka waktu investasi pendek, besar kemungkinan seseorang harus menjual saat nilai investasi tersebut sedang jatuh. Akan tetapi, jika seorang investor menaruh uangnya untuk jangka waktu lama, fluktuasi nilai investasi dalam jangka pendek tidak berarti apa-apa dan ia pun bisa memperoleh untung dari selisih nilai jual di masa mendatang. Diagram di bawah ini bisa menjelaskan bagaimana investasi Anda berkembang dalam jangka waktu panjang, dibandingkan jika investasi yang sama berkembang dalam jangka waktu singkat:

Dengan alasan ini, penting bagi Anda untuk memiliki dana darurat sebelum menjelajahi dunia investasi. Jika terjadi sesuatu –misalnya kehilangan pekerjaan, sakit, kematian anggota keluarga– Anda tidak perlu terpaksa menjual investasi Anda untuk menutupi kebutuhan-kebutuhan mendadak tersebut.

3. Anda ingin mencapai sebuah tujuan

Menurunkan berat badan hanya demi alasan pengurangan berat badan bukanlah motivasi yang cukup kuat untuk tetap disiplin menjaga pola makan dan menjalankan rutinitas olahraga yang diperlukan. Kemungkinan besar seseorang akan menyerah hanya dalam hitungan minggu. Bayangkan jika tujuannya adalah menghadiri reuni kelas dengan penampilan maksimal, atau ingin menarik perhatian seseorang; perjuangan pun akan terasa berbeda. Tak peduli seberapa bosan dan lapar, fokus dan kemauan teguh akan membuat seseorang tetap bertahan.

Serupa dengan perumpamaan di atas, keinginan “mengumpulkan harta dan menjadi kaya” –walaupun terdengar menarik– sebenarnya tidak cukup kuat sebagai alasan untuk terjun ke dunia investasi. Apakah Anda ingin membeli sebuah rumah? Menyekolahkan anak Anda hingga lulus universitas? Berlibur ke Paris?

Menetapkan faktor “apa” dan “mengapa” sangat penting karena di dalam dunia investasi semuanya adalah tentang penundaan kepuasan dan kesenangan hari ini untuk sesuatu yang bernilai jauh lebih besar di masa depan. Selain itu, tipe tujuan yang akan diraih akan mempengaruhi jenis instrumen investasi yang bisa dipilih. Berikut ini beberapa contoh penjelasan:

Tujuan Jangka Pendek Tujuan Jangka Menengah Tujuan Jangka Panjang
1-3 tahun 3-10 tahun Lebih dari 10 tahun
Pergi ke luar negeri, renovasi rumah membeli rumah, membiayai pendidikan anak hingga lulus kuliah masa pensiun
deposito berjangka saham dan kepemilikan usaha, reksa dana, produk-produk unit link obligasi, instrumen berpendapatan tetap
    

 

Menyesuaikan tujuan, jangka waktu, dan instrumen investasi merupakan langkah serius yang perlu diambil untuk memaksimalkan imbal hasil Anda.

Dunia investasi bisa memberi keuntungan dan meskipun Anda tidak perlu menjadi seorang ahli keuangan untuk berinvestasi, Anda perlu siap secara finansial.

Baca terus:  4 Alasan Mengapa Wanita Tidak Berinvestasi

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×