Pilihan Sekolah untuk Anak-Anak Unik


Pernahkah Anda berpikir untuk menyekolahkan anak Anda di sekolah yang sesuai dengan minat dan kebutuhan khususnya? Berikut ini ada tiga pilihan sekolah untuk anak-anak yang punya memerlukan jenis pendidikan spesifik di area Jabodetabek.

1. Sekolah Alam Cikeas di Gunung Putri, Bogor

Sekolah ini adalah sekolah inklusif yang menerapkan kurikulum nasional dan terintegrasi dengan konsep terstruktur mengenai pendidikan berbasis alam, budaya dan pembentukan karakter.

Sekolah ini didirikan pada tahun 2006 dan sekarang memiliki total 450 siswa mulai dari taman bermain hingga tingkat SMP. Sekolah ini tidak mengharuskan siswa untuk mengenakan pakaian seragam untuk kegiatan sekolah sehari-hari kecuali ketika mereka keluar untuk perjalanan lapangan.

“Ide kami untuk mendirikan sekolah ini berangkat dari keprihatinan yang mendalam untuk memiliki sebuah sekolah yang benar-benar peduli tentang alam dan lingkungan," ujar Kunti Indra Karmadewi, direktur sekolah tersebut. "Kami ingin menanamkan pemahaman anak-anak tentang kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini," tambahnya.

Ruang kelas di sekolah ini berbentuk saung yang dibangun di dalam lingkungan alami. Kelas-kelas tersebut dibagi menjadi empat kelompok, dimana setiap kelompok diberi nama berdasarkan arah mata angin, seperti selatan, tenggara, barat daya dan barat laut. Sebagai gambaran, ruang kelas barat daya terletak di tepi tebing dan dengan pemandangan sawah yang asri.

"Sebagian besar fasilitas kami adalah fasilitas luar ruangan. Kami juga memiliki sebuah amphitheater dimana siswa bergiliran untuk melakukan pertunjukan setiap hari Jumat, “ ujar Kunti, sambil memanfaatkan barang bekas lebih lama dengan menjualnya kepada masyarakat setempat dengan harga murah melalui eco-shop sekolah ini. 

Biaya masuk bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP), yang berumur antara 12-14 tahun, berkisar antara Rp 22 juta dan Rp 23 juta. Di dalam situsnya, sekolah tersebut mencantumkan biaya lain seperti uang sekolah sebesar Rp 1 juta per bulan, biaya pengelolaan perpustakaan Rp 275.000 per semester, serta biaya formulir, seragam dan asuransi yang dibayar satu kali sebesar Rp 2,7 juta. Sekolah ini menyediakan tablet, Wi-Fi dan e-book gratis untuk para murid.

2. SMK Musik Yayasan Musik Jakarta (SMKM - YMJ) di BSD City, Tangerang

Sekolah ini didirikan pada tahun 2009 untuk mengajarkan siswa kemampuan menguasai alat musik. Pendiri sekolah ini adalah musisi dan pianis internasional Dr. Kuei Pin Yeo yang melihat kebutuhan akan untuk pendidikan tingkat sekolah menengah formal khusus musik untuk membina bakat musik siswa.

Devita Halim, juru bicara sekolah mengatakan siswa di sekolah ini mendedikasikan 60% dari waktu mereka untuk belajar musik dan 40% untuk mempelajari mata pelajaran normatif seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, dan lain-lain.

Mereka diharapkan telah menguasai alat musik dan memiliki kualitas mental yang baik untuk melakukan pertunjukan sebagai musisi. Siswa lulusan dari SMP atau yang setara dapat mendaftar masuk sekolah ini namum mereka harus menunjukkan minat untuk belajar musik.

"Kurikulum sekolah kami dibuat seperti yang ada di Amerika Serikat, yang dapat mempersingkat masa belajar," kata Devita.

Ia menambahkan bahwa uang pangkal sekolah berkisar antara Rp 10 juta sampai Rp 14 juta dengan biaya bulanan antara Rp 950.000 hingga Rp 1 juta.

"Kami menerima siswa yang berusia 15 atau 16 tahun dan mereka akan menjalani masa pendidikan selama tiga tahun," kata Devita.

3. Sekolah Citra Anindya di Pondok Aren, Tangerang

Sekolah ini adalah sekolah untuk anak dengan kebutuhan khusus seperti autisme, keterbelakangan mental atau keterlambatan tumbuh kembang anak. Sekolah ini tidak menggunakan sistem pendidikan umum seperti sekolah publik dan menerima murid setiap waktu tanpa harus mengikuti kalender sekolah pada umumnya karena kurikulum sekolah dirancang khusus untuk masing-masing siswa.

“Kami menerima siswa paling muda usia lima tahun dan siswa kami yang tertua ada yang berusia 20 tahun,” ujar Rumondang Bulan Siregar, pemilik sekolah ini.

Uang pangkal sekolah adalah Rp 15 juta dan uang bulanannya mencapai Rp 2,8 juta untuk siswa 5-12 tahun dan Rp 3 juta untuk siswa usia 13 tahun ke atas.

Kelas-kelas di sekolah ini dipisahkan menjadi empat, yaitu Primary Intervention (PI) dan Tutoring Centre (TC) untuk siswa usia 5-12 tahun, Intermediary Centre (IC) untuk siswa usia 13-18 tahun, serta Home Industry Skills untuk siswa 18 tahun ke atas.

Rumondang mengatakan bahwa sekolah merancang program pendidikan tersendiri untuk masing-masing siswa yang akan diimplementasikan di sekolah dan di rumah. Program individu itu menekankan pada perilaku mereka melalui terapi dalam suasana yang paling alamiah sehingga siswa dapat merasakan langsung manfaat terapi tersebut.

“Kami mengajarkan mereka bagaimana mengerjakan tugas rumah sehari-hari dan memadukan aspek matematika, bahasa, ilmu pengetahuan alam dalam setiap aktivitas,” ujar Rumondang.

“Aspek yang paling penting adalah komitmen orang tua untuk menyinkronkan aktivitas di sekolah dengan di rumah. Mereka harus konsisten untuk melaksanakan di rumah hal-hal yang kami ajarkan pada anak mereka di sekolah,” tambahnya.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Mulai Siapkan Biaya Pendidikan Anak?

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×