Tiga Hal yang Harus Ada Dalam Dana Darurat Anda


Linda merasa sangat percaya diri karena ia telah memiliki dana darurat, yang jumlahnya mencapai enam bulan pengeluaran bulanannya. Oleh karena itu, saat ia terkena imbas penyusutan karyawan, Linda tidak panik. Karena toh, ia punya dana darurat ini yang mampu menopangnya sampai ia memperoleh pekerjaan baru.

Namun, tiga bulan berlalu dan dana daruratnya habis, sementara ia masih menganggur.

Apa yang salah?

Definisi “keadaan darurat” dan apa yang tidak termasuk di dalamnya

Linda mengeluh, “Setiap bulan selalu ada kondisi darurat!” Jadi LiveOlive memeriksa kondisi "darurat" apa saja yang menimpanya sepanjang tahun lalu:

  • Teman atau anggota keluarga yang meminjam uang
  • Karya wisata anak bersama sekolahnya
  • Membeli buku dan perlengkapan sekolah
  • Perayaan ulang tahun anggota keluarga
  • Menemukan sebuah barang berharga obral yang sudah lama diincar
  • Uang muka mobil baru
  • Menata ulang rumah atau bagian tertentu dalam rumah
  • Hadiah untuk pernikahan atau ulang tahun teman

Kabar baiknya adalah seluruh hal di atas bukan termasuk keadaan darurat.
Kabar buruknya: seluruh hal di atas bukan termasuk keadaan darurat!

Keadaan darurat ialah sebuah peristiwa yang memengaruhi kemampuan Anda dalam memperoleh penghasilan – contohnya saat Anda sakit atau kehilangan pekerjaan – atau memengaruhi anggaran bulanan Anda, misalnya terjadi kerusakan mendadak pada rumah atau kendaraan Anda.

Pada kasus-kasus seperti ini, dana darurat melindungi Anda dari jerat utang atau keharusan menjual harta dengan harga jauh di bawah harga pasar dibanding ketika Anda ada di tengah situasi normal.

Keadaan darurat juga berarti sifatnya tak terduga dan cenderung jarang terjadi, jadi jika sebuah hal terus muncul dalam daftar setiap bulannya, Anda perlu menilai apakah hal tersebut perlu dimasukkan dalam pos pengeluaran rutin dan disertakan ke dalam anggaran. Gunakan dana darurat secara bijak sehingga ketika peristiwa darurat yang sesungguhnya terjadi, Anda memiliki jumlah yang cukup untuk menghadapinya dengan baik.

Apa saja yang harus ada dalam dana darurat?

Linda kehabisan uang dalam tiga bulan meskipun, menurut perhitungannya, dana itu sanggup membiayai hidupnya selama enam bulan. Selain kesalahan menghabiskan dana darurat untuk beragam tujuan, Linda juga tidak menyertakan hal-hal penting dalam perhitungannya saat menyiapkan jumlah yang ia butuhkan untuk dana darurat, antara lain:

1. Kebutuhan dasar

Yang termasuk di dalamnya, yaitu:

  • Belanja bulanan
  • Transportasi, seperti BBM, tiket kendaraan umum
  • Makan siang saat Anda bekerja
  • Biaya pemeliharaan rumah, misalnya listrik, PAM, internet
  • Pulsa handphone
  • Keperluan sekolah anak dan pengeluaran lain, misalnya untuk uang saku, buku, dan sebagainya
  • Gaji asisten rumah tangga

Kemudian, Linda bertanya, “Bagaimana dengan perawatan di salon dan shopping? Juga pengeluaran Starbucks saya? Itu semua merupakan kebutuhan dasar saya.”

Jawabannya betul-betul bergantung pada prioritas. Jika Anda atau suami Anda kehilangan pekerjaan, atau ketika ada anggota keluarga yang meninggal, apa Anda benar-benar akan mengeluarkan uang untuk hal-hal tersebut?

2. Kewajiban

Di tengah keadaan darurat, pengeluaran-pengeluaran ini tetap harus dibayarkan, karena jika tidak akan menimbulkan masalah lebih banyak, baik dalam waktu dekat atau jangka panjang.

  • Pembayaran kartu kredit – Hal ini ada dalam urutan teratas, karena jika tidak dibayarkan akan membuat Anda berutang dalam jumlah lebih besar.
  • Premi asuransi – Beberapa perusahaan asuransi memiliki masa dispensasi, tapi jangan bergantung pada hal ini, karena dalam situasi genting, asuransi sungguh dapat mengurangi beban Anda.
  • Cicilan rumah – Keharusan menjual rumah Anda dalam waktu singkat seringkali membuat Anda terpaksa menerima harga penawaran di bawah harga pasar.
  • Cicilan mobil – Harta ini bersifat tak likuid. Jadi, jika Anda betul-betul butuh menjualnya secepat mungkin, kemungkinan Anda tidak akan memperoleh harga yang sepantasnya.
  • Dana untuk orang tua – Jika Anda sudah berkomitmen terhadap hal ini dan tidak memiliki saudara kandung yang dapat menanggungnya, maka sertakan juga dalam dana darurat.

3. Jatuh sakit/ terserang penyakit

Biaya berobat seringkali ditanggung asuransi atau tempat Anda bekerja. Bagaimanapun, jika sakit Anda tidak memerlukan rawat inap, asuransi tidak akan menanggung konsultasi dokter dan biaya obat. Perusahaan mungkin membayarnya, namun biasanya hanya sebagian dari total biaya. Dana darurat Anda mampu memenuhi pengeluaran selama berkonsultasi ke rumah sakit yang tidak ditanggung oleh asuransi maupun perusahaan Anda.

Keadaan darurat adalah segala peristiwa yang tidak ingin kita alami. Namun, kita perlu berjaga-jaga jika suatu hari kita mengalaminya. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, kan?

Baca juga: Menyiasati Anggaran Rumah Tangga dengan Gaji Tidak Tetap

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×