Apakah Tabungan Anda Cukup untuk Masa Depan?


Beberapa tahun yang lalu, Dina mati-matian berusaha mengurangi berat badan dan ia tidak tahu harus mulai dari mana!

Setelah banyak berpikir, Dina menyadari kalau masalah terbesarnya adalah bahwa ia terus terpatok pada tujuan akhirnya –mengurangi berat badan sebesar 15 kg– dan berpikir dalam hati, “Itu terlalu berat. Saya tidak akan pernah berhasil.”

Kemudian ia pun mencoba hal yang berbeda.

Pertama-tama, Dina mencoba mengurangi dua kilo. Begitu berhasil melakukannya,  ia mencoba mengurangi lima kilo.

Lalu 5 kilo lagi.

Percaya tidak? Dalam setahun, Dina berhasil mengurangi berat 15 kg!

Kuncinya adalah untuk membuat target-target kecil dan merasa puas terhadap diri sendiri. Hal inilah yang membuat Dina tetap termotivasi dan berada pada jalur yang tepat. Prinsip yang sama bisa diterapkan untuk kebiasaan menabung.

Jika Anda Mulai Bekerja Umur 22…

Jadi, berapa banyak sih seseorang harus punya target besar tabungan di usia 25, 35, 45, dan 55?

                                    Target Tabungan

Pada usia 25                senilai 11 bulan gaji

Pada usia 30                senilai 2,5 tahun gaji

Pada usia 35                senilai 5 tahun gaji    

Pada usia 45                senilai 12 tahun gaji  

Pada usia 55                senilai 27 tahun gaji  

Begini cara seseorang bisa mencapai level ini:

  • Sisihkan sedikitnya 20% dari gaji atau penghasilan setiap bulan. Ya, awalnya pasti sulit, tapi setidaknya coba terus untuk mencapai target ini
  • Dari bonus tahunan Anda, sisihkan setidaknya 50% dan sisanya bisa Anda gunakan untuk memberi “penghargaan” bagi diri sendiri
  • Miliki investasi dengan imbal hasil 15% per tahun

Berikut adalah beberapa patokan sebagai bahan pertimbangan:

  • Pada usia 25 tahun –atau saat Anda sudah menabung sekitar 6 bulan penghasilan, Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk berinvestasi di pasar saham, baik secara langsung atau melalui instrumen lain seperti reksa dana atau unit link. Fokuskan perhatian pada saham blue chip yang Anda beli dan simpan selama 10 tahun atau lebih.
     
  • Pada usia 30 tahun, pertimbangkan untuk membeli properti. Ini mungkin tidak akan jadi hunian idaman Anda, tapi lebih berfungsi sebagai investasi untuk melindungi Anda dari inflasi. Gunakan sebagian dari uang yang Anda investasikan di saham sebagai uang muka (DP), kemudian pinjam sisanya. Cari apartemen atau rumah di daerah yang punya potensi besar di masa mendatang –karena properti di area pusat kota mungkin tidak terbeli saat ini.
     
  • Pada usia 35 tahun, Anda bisa melakukan upgrade dengan menjual properti yang Anda miliki, atau membeli satu lagi –bisa untuk tinggal, atau untuk disewakan. Teruslah berinvestasi di saham-saham blue chip, baik secara langsung atau melalui reksa dana atau unit link.
      
  • Pada usia 45 tahun, mulai berinvestasi ke instrumen yang akan memberi Anda arus kas untuk masa pension, misalnya obligasi, properti, saham dan kepemilikan yang memberikan dividen.
     
  • Pada usia 55 tahun, Anda bisa meninggalkan pekerjaan Anda dengan tenang dan tidak perlu khawatir tentang uang. Tabungan Anda selama 25 tahun terakhir akan membiayai hidup Anda.

“Saya 35 tahun dan belum punya semua ini!” Jangan khawatir. Masih ada jalan untuk mengejar ketertinggalan:

  1. Meningkatkan jumlah tabungan per bulan. Tidak hanya 20% untuk tabungan, Anda perlu menyisihkan 30% atau lebih.
  2. Menabung bonus lebih banyak. Daripada menghabiskan 50% atau lebih, Anda mungkin perlu menahan keinginan untuk memanjakan diri dan menabung/ berinvestasi dengan 70% bonus Anda.
  3. Terus memotivasi diri. Arahkan pandangan Anda ke target yang lebih kecil dan jangan khawatir berlebihan jika Anda tidak berhasil mencapai target. Anda juga harus tetap memegang dana darurat dan asuransi, sehingga jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, arus kas dan tabungan Anda tidak akan kena imbasnya.

Baca juga: Bisakah Berinvestasi dengan Gaji Rp 5 Juta?

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×