Biaya Tersembunyi Saat Anak Masuk Prasekolah


 

Ketika anak memasuki usia tiga tahun, tiba saatnya bagi orang tua untuk memutuskan apakah si kecil perlu dimasukkan prasekolah atau tidak.

Umumnya, di Indonesia terdapat dua jenis pendidikan prasekolah, yaitu pendidikan anak usia dini –atau yang lebih dikenal dengan istilah PAUD serta taman kanak-kanak (TK). PAUD diperuntukkan bagi anak berusia 3-4 tahun, sementara TK untuk usia 4-5 tahun, dimana keduanya bertujuan mempersiapkan si kecil sebelum masuk Sekolah Dasar.

Untuk itu, orang tua tidak hanya mesti menyiapkan biaya prasekolah yang cukup mahal, namun juga perlu merogoh kocek ekstra untuk biaya-biaya tambahan yang mungkin tak terpikirkan saat mendaftarkan si kecil ke prasekolah. Ingin tahu apa saja biaya tersebut?

Biaya kegiatan tambahan

Di sekolah, selain bermain dan belajar, anak-anak juga diajak untuk tetap aktif. Untuk prasekolah, kegiatan di luar sekolah biasanya meliputi marching band hingga menari. Lisa, 31, mengaku membayar sekitar Rp 30.000 per semester untuk kegiatan menari di sebuah lembaga pendidikan prasekolah (preschool) di bilangan Jakarta Barat. Selain itu, karena lembaga yang dipilihnya adalah prasekolah Islam, setiap tahun dilakukan kegiatan manasik haji yang bisa memakan hingga Rp 300.000.

“Ada juga acara piknik sekolah. Itu biasanya sekitar Rp 300.000 per semester,” imbuh Lisa.

Lain hal dengan Evy, 35. Ia mengaku tidak mengeluarkan terlalu banyak untuk kegiatan di sekolah. “Semua biaya kegiatan di sekolah sudah termasuk dalam biaya kegiatan dan alat pengajar saat daftar ulang,” ujarnya. Evy mengaku, biaya daftar ulang di salah satu lembaga prasekolah di daerah Ciputat, Jakarta Selatan, tersebut mencapai Rp 1,7 juta di luar SPP sekolah. 

Meski begitu, jika ada kegiatan ekstra yang ingin diikuti sang anak, Evy mengaku harus mengeluarkan biaya ekstra lagi. Sejauh ini, ia sudah mengeluarkan biaya untuk ekstra kurikuler “ art and fun” setidaknya Rp 100.000 per bulan. Sementara untuk hari khusus, seperti Hari Kartini, orang tua harus membeli kostum anak untuk mendukung festival tersebut, yakni seharga Rp 100.000.

Biaya lomba-lomba

Selain kegiatan tambahan di luar sekolah, beberapa lembaga pendidikan prasekolah juga mengajarkan sportivitas kepada anak-anak melalui keikutsertaan lomba. Biasanya, lomba-lomba ini akan difasilitasi oleh pihak sekolah, namun ongkos pendaftarannya masih harus ditanggung oleh para orang tua.

Menurut Evy, dalam setahun ia bisa menghabiskan Rp 100.000 hingga Rp 200.000 untuk lomba saja. Lisa juga mengakui hal ini ikut menambah pengeluarannya, meski sejauh ini ia hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 40.000 per lomba.

Biaya antar dan jajan

Untuk perempuan yang bekerja, besar kemungkinan tidak ada waktu untuk mengantar dan menjemput anak-anak ke sekolah. Oleh sebab itu, biaya untuk antar-jemput anak juga perlu dimasukkan ke dalam anggaran. Lisa menjelaskan kalau biaya ojek untuk mengantar dan menjemput si kecil mencapai Rp 90.000 per bulan.

Lain pula bagi Maya, 31, yang memilih untuk menyekolahkan anaknya di TK di daerah Jakarta Selatan dan menggunakan jasa asisten untuk mengantar anaknya ke sekolah setiap hari. Dengan begitu, selain membayar gaji asisten sebesar Rp 25.000 per hari, ia juga harus menyediakan biaya transportasi, baik dengan transportasi umum atau pun sopir pribadi.

Bagi Evy yang sudah mempunyai asisten rumah tangga tetap, ia bisa menyerahkan urusan antar-jemput anak pada sang asisten. Meski demikian, bukan berarti pengeluarannya lantas lebih sedikit. Evy mengaku tetap membekali anaknya dengan uang jajan sebesar Rp 7000 per hari. Selain itu, dia juga harus memenuhi keinginan si kecil untuk membeli lembar kerja yang menghabiskan sekitar Rp 100.000 setiap bulan. “Kalau di sekolah memang sudah ada lembar kerja, tapi setelah dikerjakan harus ditinggal di sekolah,” jelasnya. 

Selain itu, ketika asisten rumah tangga berada di sekolah anak, ini berarti ia tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah lainnya dan ada kemungkinan Anda perlu mempekerjakan seorang  nanny khusus atau menambah satu lagi asisten rumah tangga.

Rencanakan secara terperinci

Tentu bukan hal yang mudah untuk menjumlahkan biaya-biaya yang akan dihabiskan untuk kegiatan luar sekolah dan membandingkannya dengan uang pangkal yang dibayar di muka. Untuk itu, Anda bisa mulai dengan riset kecil-kecilan, yakni bertanya pada teman atau relasi Anda mengenai sekolah tersebut. 

Memasukkan faktor-faktor kecil untuk menyekolahkan si kecil bisa jadi pembanding yang bagus sehingga Anda tidak akan terkejut saat menjumlahkan biaya total yang dibutuhkan. Misalnya, untuk meminimalkan biaya antar jemput, lebih baik memilih sekolah yang lokasinya dekat dengan rumah –tanpa mengabaikan kualitas dan reputasi sekolah tersebut.

Baca juga: Pilihan Sekolah untuk Anak-Anak Unik

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×