Cara Memilih Berlian bagi Pemula


Perempuan mana yang tidak terpukau kala melihat berlian? Terbentuk dari kandungan karbon, berlian merupakan mineral batu yang terkuat. Berlian tidak bisa pecah atau tergores, kecuali oleh berlian lainnya. Selain itu, bentuk dan berat tiap-tiap berlian pasti selalu berbeda-beda, sehingga harganya pun beragam. Bahkan, beberapa negara memiliki jenis potongan berlian yang khas.

Sebagai seorang pecinta berlian dari usia muda, Raisha Syarfuan bahkan sempat mengambil sertifikasi Gemological Institute of America (GIA) di New York untuk mempelajari seluk beluknya. Kali ini, ia siap berbagi tips untuk pemula yang bermaksud memilih berlian dengan tepat.

• Berlian untuk investasi

“Bentuk berlian itu beda-beda, ada yang round brilliant, princess, oval, emerald, dan lain-lain,” kata Raisha. Secara selera, ia mengaku menyukai round brilliant. “Untuk bentuk round ini, berlian cocok dijadikan perhiasan apapun,” tuturnya. Bentuk bulat tersebut terkesan klasik sehingga hal ini menjadi salah satu kelebihannya jika Anda membeli berlian untuk keperluan investasi.

Raisha menjelaskan jika round brilliant diamond akan lebih mudah dijual kembali karena merupakan yang paling banyak dicari dan paling laris. “Kalau yang round, ada 58 cutting dimana cahaya yang terpantul oleh berlian semakin banyak, maka berlian terlihat sangat bagus dan jernih,” jelasnya.

• Karakteristik sebuah berlian

Raisha menguraikan nilai sebuah berlian yang terdapat dari 4C, yaitu Carat, Cutting, Color, Clarity. "Carat" mengacu pada berat, sedangkan "Cutting" untuk potongan berlian. Sementara itu, "Color" alias warna berlian ditentukan oleh alfabet yang dimulai dari huruf D. “D berarti warna terputih sebuah berlian, kalau huruf E berarti tidak putih sekali,” ujarnya memberi contoh. Selanjutnya, dalam tubuh sebuah berlian, terdapat urat-urat halus yang dapat terlihat, dan ini mempengaruhi "Clarity" -kejernihan batu mineral ini. Dengan kata lain, inklusi atau mineral pencemar akan mengurangi nilai dan harga berlian. “Kalau VVS1, maka berlian itu paling bagus,” katanya. VVS1 berarti inklusinya sangat halus sehingga sulit dilihat tanpa alat bantu dengan 20 kali pembesaran.

• Cara membedakan asli vs. palsu

Tak seperti kebanyakan orang, Raisha terlatih untuk membedakan berlian secara kasat mata. “Karena berlian terbentuk dari karbon, cahaya yang terpantul oleh berlian hanya akan satu cahaya saja, entah putih atau abu-abu,” katanya. Menurutnya, jika warna yang dipantulkan warna-warni, maka bisa jadi berlian tersebut palsu. Selain itu, “Berlian selalu memancarkan cahaya, maka Anda tidak dapat melihat objek yang ada di belakang berlian,” jelasnya. 

Jika Anda membeli berlian dari sebuah toko perhiasan, Anda bisa meminta sertifikat yang menjamin keaslian dan kualitasnya, misalnya sertifikat dari GIA.

• Tak perlu perawatan mahal

Satu hal yang mengejutkan ialah fakta bahwa berlian tidak membutuhkan perawatan yang berlebihan. “Berlian harus disimpan di tempat yang halus, seperti pouch (kantung) kain,” kata Raisha. Namun, perlu diingat untuk tidak meletakkan banyak berlian di dalam satu wadah, karena berlian dapat tergores atau rusak. Bahkan, memegang berlian dengan tangan pun bisa mengakibatkan berlian menjadi buram. 

Untuk membersihkannya, Anda bisa menggunakan cairan khusus yang dijual di toko berlian. Sebagai alternatif, Anda juga bisa merendamnya dalam air hangat yang bercampur sabun. Setelah itu, sikat sedikit menggunakan sikat gigi.

Lalu, setelah mengetahui semua itu, berapa sih yang harus dihabiskan untuk membeli sebuah berlian yang sempurna? Itu semua tergantung selera dan pasar, tapi tentunya bisa jadi bahan diskusi yang menarik berikutnya.

Baca juga: 4 Alasan Mengapa Wanita Sebaiknya Berinvestasi

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×