Bagaimana Anda Memanfaatkan Fasilitas Pegadaian


Saat mendengar nama PT Pegadaian, apa yang terbesit di benak Anda? Sebagai perusahaan negara yang telah didirikan sejak jaman Belanda, Pegadaian didirikan sebagai badan usaha resmi yang menyalurkan kredit dalam bentuk uang tunai dengan cara gadai alias memberi jaminan barang berharga.

Dalam keadaan "terjepit", tak jarang orang yang tidak memiliki dana darurat harus mengorbankan asetnya untuk memperoleh dana secara cepat. Cara ini tidak ideal, mengingat ada bunga yang harus dibayar dan ada kemungkinan aset yang sudah dikumpulkan dengan jerih payah dihargai lebih rendah dari harga pasaran.

Kini, PT Pegadaian sudah melakukan banyak perubahan untuk mengikuti kebutuhan masyarakat, diantaranya dengan membuka cabang di pusat-pusat perbelanjaan dan mempercepat layanannya. Lalu, seandainya Anda menemui jalan buntu dan harus menggadaikan barang Anda, bagaimana cara memaksimalkan layanan ini dan memperkecil kemungkinan rugi? Ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

1. Jika telat melunasi, siap-siap kena biaya sewa sebesar 0,75% hingga 1,2%

Dengan pemberian uang pinjaman mulai Rp 50.000 hingga puluhan juta rupiah per 15 hari, Pegadaian menerima kalangan luas sebagai nasabahnya. “Jika sampai jatuh tempo setengah bulan itu nasabah belum mampu membayar, maka ia harus memperpanjang batas waktu,” kata Dian Novita Sari, seorang karyawan bagian Gold Appraiser di Pegadaian. Caranya, dengan membayar biaya sewa modal sebesar 0,75%-1,2% dari uang pinjaman, ditambah dengan biaya administrasi  yang besarnya berkisar Rp 2.000-Rp 100.000. Setelah menyerahkan barang jaminan, uang pinjaman pun sudah bisa diperoleh hari itu juga.  

Jenis barang yang diterima oleh Pegadaian memang tergantung dari masing-masing cabang, namun yang paling umum digadai adalah emas dan kendaraan bermotor. Barang-barang elektronik seperti HP dan laptop bisa juga diterima jika mereknya populer dan spesifikasinya tidak terlalu kuno. Untuk menggadaikan emas, Pegadaian mampu melakukan penaksiran sendiri dan uangnya akan langsung cair. Sementara untuk gadai mobil, Pegadaian memerlukan cek uji yang dilakukan oleh Samsat, yang memakan waktu kurang dari dua jam. 

2. Pegadaian punya beragam layanan selain gadai

“Orang awam menganggap jika seseorang datang ke pegadaian, berarti orang tersebut sedang dalam keadaan terdesak, padahal Pegadaian juga menjual logam mulia dan bisa membuat kredit usaha,” ungkap Dian.

Meski disebut Pegadaian, bukan berarti perusahaan negara ini hanya berfokus pada kebutuhan gadai barang berharga. Nasabah bahkan bisa membeli logam mulia (LM), alias emas, dengan sistem cicilan. Namun, ini berarti pembeli membayar harga emas sesuai dengan harga dasar Antam ditambah margin yang ditetapkan Pegadaian.

Dian bercerita, Pegadaian juga banyak melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan emas kepada perkumpulan wanita – misalnya melalui arisan – hingga ke warteg. “Percaya atau tidak, melalui sosialiasi yang sudah dijalankan, seorang nasabah dengan modal usaha warung nasi mampu membeli kalung lelangan seharga Rp 40 juta!” ungkapnya.

3. Lebih baik lakukan pelunasan pinjaman secepatnya

Meski ada batas 15 hari, nasabah tidak perlu menunggu tanggal jatuh tempo untuk dapat menebus barang yang digadaikan. “Gadai pagi, malamnya sudah bisa tebus,” jelas Dian. Seperti yang dikatakan pada poin sebelumnya, biaya sewa modal dan administrasi akan dikenakan apabila nasabah ingin memperpanjang masa pinjamannya.  

Seandainya tidak diperpanjang, maka Pegadaian berhak melelang barang yang digadaikan. Menurut Dian, ini sering menyebabkan keributan antara nasabah dengan pihak Pegadaian. Biasanya, pihak Pegadaian akan berusaha menghubungi nasabah dan memberikan tenggang waktu seminggu sejak tanggal jatuh tempo. Meski begitu, tidak jarang nasabah tak bergeming sampai barangnya sudah terlanjur dilelang. Jika terjadi perselisihan, ada pasal yang menguatkan posisi Pegadaian di Surat Bukti Gadai.

“Keuntungan dari hasil lelang terkadang kita berikan ke nasabah,” kata Dian, yang sering merasa berat hati saat harus melelang barang jaminan milik nasabah. Ia pun mengingatkan untuk membaca Surat Bukti Gadai secara seksama sebelum menyetujui persyaratan gadai.

Baca juga: Uang Warisan: Cara Cerdas Memaksimalkannya

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×