Cara Cerdik Mengenali Barang Bermerek Palsu


spot_a_counterfeit_productSejumlah merek tak jarang diburu konsumen karena tingkat popularitasnya. Sementara kualitas akan berbicara sendiri, seringkali trend dan prestige ikut menciptakan permintaan di pasar.

Besarnya minat konsumen inilah yang dimanfaatkan oleh produsen barang tiruan untuk mengambil keuntungan, dengan cara menciptakan produk berwujud serupa dengan harga dan kualitas yang jauh di bawah produk aslinya.

LiveOlive berbincang dengan mereka yang aktif mengikuti perkembangan mode dan menemukan beberapa tips untuk mengenali barang palsu yang beredar di pasaran.

1. Produk Kosmetik

Keberadaan produk kosmetik palsu sering ditemukan di toko atau penjual tidak resmi. Di Indonesia, peredarannya menjadi semakin cepat dengan adanya  toko online di Instagram, Facebook dan forum online. Meski nampak biasa saja, kosmetik palsu membawa resiko lebih tinggi bagi penggunanya. Kosmetik dengan kandungan kimia yang berbahaya bisa menimbulkan masalah kesehatan secara jangka panjang –terutama pada kulit yang sensitif.

Lina, 27, pecinta lipstik MAC, mengaku bisa membedakan produk asli dan tiruan dengan mudah. “Lihat saja stiker di bagian bawah lipstik, warnanya harus abu-abu metalik, dengan font seperti Arial,” jelasnya. Meski tulisan terlihat sangat kecil, cetakan nama produk hingga penjelasan di kotak kemasan produk sangat jelas dan mudah dibaca.

“Kalau tutupnya dibuka, ujung lipstik (MAC asli) itu miring dan runcing namun ada bagian yang sedikit flat,” katanya. Bila dilihat sekilas, permukaan lipstick MAC yang datar terlihat seperti bentuk butir air. Selain itu, tekstur lipstik haruslah mulus, bercahaya, berwarna pekat dan tidak terlihat garis-garis seperti potongan.

Lain lagi dengan pewarna kuku atau kuteks. Banyak orang yang tidak keberatan menggunakan kuteks palsu, meski sebenarnya beresiko. Produk kosmetik palsu –sama seperti obat– tidak melalui proses uji coba kelayakan dan bisa saja menggunakan bahan-bahan yang berbahaya bagi manusia.

Kuteks yang sering dipalsukan, OPI misalnya, masih bisa dikenali secara kasat mata. “OPI Original selalu konsisten dengan bentuk tulisan yang digunakan pada bagian belakang, dan tidak akan mencetak tulisan dengan keadaan yang buruk serta size yang tidak konsisten,” papar Fika, yang bekerja di perusahaan distribusi OPI di Indonesia.

Menurutnya, OPI palsu terbuat dari cairan kimia yang kurang baik, sehingga menimbulkan aroma seperti cat besi dan sulit dibersihkan. “Warnanya dapat menempel di kuku dan merusak kuku pengguna. (Akibatnya) warna lapisan kuku menjadi kuning dan tidak sehat,” jelas Fika.

  1 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×