Sewa atau Beli: Tantangan dalam Membeli Rumah


Melintasi billboard mewah yang tersebar di sekitar kota menawarkan townhouse, apartemen dan rumah susun (rusunami), tidak membawa kita kemanapun selain memikirkan apakah sudah waktunya untuk membeli rumah. Ketika Anda tiba di usia tertentu, pertanyaan itu selalu ada.

Membeli rumah adalah komitmen seumur hidup dalam menjalani kehidupan disiplin finansial, yang berarti sedikit pengorbanan harus dilakukan seperti iPhone terbaru dan istirahat akhir pekan.

Jika Anda mampu membeli properti pada tingkat pinjaman tetap dimana pembayaran kurang dari 25% atas gaji bersih Anda, maka Anda berada dalam suatu rencana yang ideal.

Bank di Indonesia biasanya menawarkan maksimal 5 tahun dengan tingkat bunga tetap. Pada awal pinjaman, Anda membayar bunga kepada bank, yang benar-benar terasa seperti membuang uang pada mereka.

Untuk calon pemilik rumah: Mulailah dengan mencari tahu pembayaran bulanan. Menghitung hipotek, pajak, dan biaya lainnya kemudian menambahkan biaya pemeliharaan. Aturan praktis yang baik adalah dua persen dari biaya properti per tahun.

Berikut ini juga cara terbaik untuk mengetahui biaya kepemilikan dan menyewa: Ambil biaya rata-rata membeli rumah dan membaginya dengan biaya sewa yang akan anda bayarkan dalam setahun. Ini yang oleh ekonomi disebut rasio harga-untuk-sewa. Jika rasio lebih dari 20, maka menyewa adalah keputusan yang baik.

Sebuah hipotek bulanan lebih tinggi dari biaya sewa properti yang sama. Antara 15-20 Anda boleh mempertimbangkannya dan di bawah 15 akan lebih masuk akal untuk membelinya. Dan pembelian mulai masuk akal jika seseorang ingin tetap tinggal untuk sementara waktu.

Perhatikan juga bank sentral yang baru ini mengeluarkan peraturan pinjaman rumah sebesar maksimum 70% dari 80% sebelumnya, yang berarti uang muka lebih besar. Namun properti yang kurang dari 70 meter persegi tidak dikenakan aturan tersebut.

Berikut adalah beberapa fakta untuk mendukung pertimbangan Anda: Survei properti residensial dari  Bank Indonesia menunjukkan harga rumah di seluruh negeri meningkat sebesar 5% dari tahun lalu dan diperkirakan akan naik pada tahun 2012 sekitar 4%. Jabodetabek dan daerah Banten memiliki peningkatan tertinggi, peringkat pertama ada pada rumah tipe sederhana dengan 8% lebih mahal.

Harga perumahan naik sekitar 20% setiap tahun, sementara harga sewa apartemen naik sekitar 12 -17% per tahun.

Memiliki rumah sendiri jelas merupakan sesuatu yang berharga, tapi sekali lagi, hitunglah  dengan baik rencana Anda sampai Anda mampu membayar biaya bulanan dan biaya lainnya dengan nyaman. Jika tidak, sewa dan mulai menabung.

Lihatlah secara realistis keadaan keuangan Anda dan pilih sesuatu yang sesuai batas kemampuan Anda.

Bagikan tulisan



Translation

BACAAN LAIN

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×