Bedah Anggaran: 3 Orang Tua Tunggal


Menjadi orang tua tunggal memiliki tantangan tersendiri. Tidak hanya harus mencari nafkah untuk diri sendiri, ia juga harus menyediakan untuk anak-anak. Dalam hal ini, kemampuan menata keuangan wajib dikuasai.

Simak saja beberapa kisah dari tiga perempuan hebat yang menjadi ibu tunggal bagi anak-anak mereka. Mereka berbagi tentang keadaan keuangan mereka serta target yang ingin mereka capai dalam beberapa tahun ke depan. Penasaran? 

Sally, 31 tahun

Tiga bulan lagi, Sally dan putranya akan pindah ke Bali karena pekerjaan barunya sebagai staf PR. Penghasilan kini sekitar Rp 8,6 juta per bulan.

Pengeluaran per bulannya sekitar Rp 3,5 juta, termasuk untuk listrik, tagihan telepon, dan kebutuhan sehari-hari. Saat ini, Sally tinggal di rumah orang tuanya dan memberikan Rp 500.000 kepada mereka setiap bulan.

Premi asuransi kesehatan Sally untuk diri sendiri dan anaknya sebesar Rp 500.000 sebulan. Selain itu, mantan suaminya memberi tunjangan sebesar Rp 2 juta yang ia simpan untuk dana pendidikan anaknya. 

Target: Sally berharap memiliki bisnis sendiri berupa sebuah butik online, serta mempunyai rumah dan mobil. Setiap bulan, ia rutin menabung sekitar Rp 1 juta untuk mencapai target membuka bisnis yang akan membutuhkan modal awal sekitar Rp 10 juta- Rp 15 juta.

Komentar LiveOlive*:

Kepindahan Sally ke Bali berarti ia tidak lagi tinggal bersama orang tuanya. Oleh karena itu, ia perlu menyesuaikan anggarannya untuk menyesuaikan pengeluaran-pengeluaran tambahan, misalnya untuk sewa, perawatan anak, dan sebagainya.

Selanjutnya adalah memastikan ia sudah memiliki dana darurat untuk membiayai 6-8 bulan pengeluaran. Hal terakhir yang diinginkan oleh orang tua tunggal seperti Sally adalah tagihan mendadak dalam jumlah yang besar atau pengeluaran yang membuatnya kembali ke nol atau malah membuatnya berutang.  

Sally juga perlu mempertimbangkan asuransi jiwa, dimana anaknya menjadi pewaris. Sebagai tambahan, ia perlu memiliki asuransi penyakit kritis untuk dirinya sendiri.

Ia juga perlu menginvestasikan Rp 2 juta per bulan untuk membiayai pendidikan anaknya, daripada hanya menabung dana tersebut di dalam rekening tabungan.

Untuk targetnya: 

  • Properti. Untuk ini, Sally perlu memutuskan lokasinya. Apakah itu Bali atau di dekat rumah orang tuanya? Ia mampu mengambil KPR maksimum sebesar Rp 2,5 juta dengan gajinya saat ini, jadi artinya pinjaman sekitar Rp 200 juta –dengan asumsi bunga pinjaman sebesar 12% selama 15 tahun. Meski demikian, ia perlu menabung terlebih dahulu untuk membayar uang mukanya.
  • Bisnis online. Meski Sally sudah memperkirakan sekitar Rp 10 juta-Rp 15 juta untuk mempersiapkan dan menjalankan bisnis tersebut, kami menyarankan Sally untuk membuat business plan terlebih dahulu untuk memutuskan apakah jumlah ini memang cukup.
  • Mobil. Sally sebaiknya mempertimbangkan ulang tentang hal ini, terutama jika ia berencana untuk membeli sebuah properti.
      1 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×