Bagian 1: Temui Musuh Terbesar Uang Anda - Dan Itu Bukanlah Kecintaan Anda Pada Belanja!


 

Kenyataan yang menyedihkan adalah walaupun Anda hidup dengan sangat irit, Anda tetap harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan jika Anda menyimpan uang hanya dalam bentuk TUNAI saja. Maksudnya ialah tabungan yang rendah bunganya.

Jangan salah paham dulu, kita memang membutuhkan uang tunai…

… Uang tunai untuk menutupi biaya hidup

… Uang tunai untuk keadaan darurat

… Uang tunai untuk membayar tagihan

Namun, bagaimanapun juga, menyimpan tunai dalam jumlah yang berlebihan adalah hal terburuk yang dapat Anda lakukan terhadap uang Anda (selain menghabiskannya untuk berjudi).

Warren Buffet, dalam preview surat tahunannya untuk majalah Fortune, menjelaskan:

“Dalam jangka panjang, aset yang dianggap kebanyakan investor sebagai “paling beresiko” – saham – sebenarnya paling aman. Aset yang dianggap kebanyakan investor “paling aman” – tunai – sebenarnya malah sangat beresiko.”

Biang keladinya, menurut Warren Buffet, adalah ‘inflasi’ atau hilangnya daya beli uang. Dalam artikel yang sama, Buffet menjelaskan bahwa:

“Berkat inflasi tingkat sedang, uang tunai pada dasarnya sudah pasti kehilangan sejumlah besar nilainya dari waktu ke waktu.”

Coba pikirkan.

Jika, pada tahun 2002 Anda menghabiskan Rp 500.000 untuk sekali kunjungan ke supermarket, tahun ini Anda akan menghabiskan Rp 845.000 untuk sekeranjang belanjaan yang sama! Sementara itu dengan bunga tabungan 2,5% yang dianggap cukup tinggi, Rp 500.000 Anda di tahun 2002 itu akan bernilai hanya Rp 594.000 saja.


2002 2012
Harga Belanjaan Rumah Tangga Rp 500.000 Rp 1.041.000
Uang Anda di Tabungan Rp 500.000 Rp 610.000

Oleh karena itu, setiap peningkatan jabatan atau penyesuaian gaji yang Anda dapatkan selama periode itu hanya habis untuk memenuhi kenaikan harga.

  1 of 2  

Bagikan tulisan



Translation

BACAAN LAIN

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×