Liburan ke Nepal di bawah Rp 7 Juta


“Mengejar malaikat atau menghindari iblis, pergilah ke gunung.” - Jeffrey Rasley, fotografer sekaligus pecinta traveling

Nepal, negara kecil yang diberkahi pemandangan dan memiliki jalur pendakian alam dikelilingi pegunungan Himalaya, memiliki keindahan tiada tara.

Kontributor LiveOlive, Ririn Kusuma, menceritakan bagaimana Anda bisa mengunjungi surga bagi pecinta gunung ini dengan dana kurang dari Rp 7 juta.

Tiket pesawat

Tiket pulang-pergi dari Jakarta ke Kathmandu, ibu kota Nepal, akan memakan biaya sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta. Sebagian besar penerbangan memerlukan transit di negara tetangga Malaysia atau Singapura. Jika Anda mencari penerbangan sekitar enam bulan  sebelum liburan, Anda bisa menghemat anggaran tiket pesawat hingga 30%.

[Lihat video: Cara Berlibur dengan Aman]

Aktivitas selama di Nepal

“Nepal itu surganya trekking! Ada puluhan jalur trekking, dari yang (bisa ditempuh) beberapa hari sampai sebulan lebih,” kata Fedi Fianto, seorang pecinta gunung dan laut yang sudah dua kali mengunjungi Nepal. Ia adalah salah satu anggota Tim Ekspedisi Indonesia “Gapai Tinggi” yang berhasil ‘menaklukkan’ Ama Dablam – salah satu puncak Himalaya terpopuler di bagian timur Nepal – tahun 2013.

Fedi menjelaskan bahwa ada tiga  jalur trekking yang populer di Nepal, yakni trek Everest Base Camp (EBC), Annapurna Base Camp (ABC), dan Manaslu Circuit. “Kegiatan trekking bisa dilakukan siapa saja karena alurnya jelas, aman, dan tersedia lodge (penginapan) di sepanjang perjalanan.”

Menghabiskan dua hari di Kathmandu dan tiga hari trekking adalah paket yang cukup terjangkau. Untuk menghemat, pilihlah jalur trekking yang populer dan mudah diselesaikan meski tanpa bantuan pemandu wisata. Total biaya yang perlu disiapkan sekitar Rp 600.000 – termasuk makan dan akomodasi. Jangan lupa siapkan juga anggaran untuk membeli down jacket, mendaftar izin pendakian sebesar Rp 120.000, serta membayar seorang pembawa barang alias porter.

“Bawa barang sesedikit dan seringan mungkin sehingga tidak perlu menyewa porter saat trekking,” saran Nicholas, 28, yang pernah menggunakan jasa porter dengan biaya Rp 120.000 per orang.

Menurut Fedi, waktu terbaik untuk trekking adalah saat musim semi, sekitar bulan April atau Mei, ketika bunga khas Nepal, Rhondodendron, mekar.

Bagi yang ingin mengembangkan itinerary, bisa juga mengunjungi Lumbini – tempat kelahiran Siddhartha Gautama, menikmati tiger watching, atau melakukan kegiatan outdoor semacam paragliding dengan biaya mulai Rp 900.000.

Visa on Arrival

Untuk memasuki Nepal, turis Indonesia bisa mendapatkan visa on arrival (VOA) seharga USD 25 untuk kunjungan 15 hari. Sebaiknya siapkan pasfoto ukuran 4 x 6 cm untuk melengkapi aplikasi visa. Sebagai catatan, mata uang di Nepal adalah Rupee (NPR), dengan nilai sedikit lebih tinggi dari Rupee India. 

[Lihat video: Cara Daftar E-Paspor Secara Online]

Transportasi

Nepal belum memiliki sistem transportasi umum yang terintegrasi, karena itu cara termudah untuk bepergian adalah menggunakan taksi.

“Ada dua jenis taksi di Nepal, taksi biasa yang berbentuk mobil kecil dan taksi mewah,” ujar Prashanta, 28, yang juga pernah berlibur ke Nepal.

Contohnya, taksi dari bandara ke daerah  turis di Kathmandu, Thamel, memakan biaya sekitar Rp 75.000 dengan taksi biasa dan bisa mencapai Rp 450.000 dengan taksi mewah.

Untuk transportasi dari Kathmandu ke Pokhara di mana terdapat titik awal pendakian bisa menggunakan bus – sekitar Rp 160.000 untuk rute pulang-pergi – atau menyewa mobil dengan biaya sekitar Rp 900.000.

Akomodasi dan makan

Anda bisa menemui dua jenis akomodasi di Kathmandu, yakni hostel dan hotel. Hostel dengan kamar berisi enam orang memakan biaya Rp 50.000 per orang per malam, sementara hotel bintang tiga bisa mencapai sekitar Rp 400.000 per malam. Anda bisa menyesuaikan anggaran makan per hari sesuai dengan selera, mulai dari Rp 50.000 sekali makan di restoran sederhana.

“Orang Nepal sangat ramah pada turis karena memang sektor tourism adalah andalan (pendapatan) mereka,” tukas Fedi yang berencana mendaki gunung lain di Nepal dalam waktu dekat.

Baca juga: Bagaimana Menghasilkan Uang Saat Liburan

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×