Biaya Membuat Bisnis Online


Ketika Lana bertunangan dan mulai mempersiapkan pernikahannya, ia memutuskan untuk berhenti kerja dan memulai bisnis online untuk mengisi waktu luangnya. Bermodal laptop, modem Wi-Fi, dan pengetahuan nol tentang e-commerce, ia meyakinkan diri bahwa ia akan sukses seperti banyak temannya.

Ia tak pernah menyangka bahwa bisnis online akan membuatnya kewalahan seperti saat ini.

Sebelum Anda mulai berinvestasi waktu, tenaga dan uang seperti Lana, ketahui dulu biaya yang perlu Anda siapkan ketika membuat sebuah toko online.

Membuat situs untuk toko online

"Halangan yang selama ini menjadi penghambat (untuk mendirikan toko) buat usaha kecil merambah ke bisnis online," kata William Tanuwijaya, co-founder sekaligus CEO Tokopedia, salah satu marketplace online terbesar di Indonesia. Menurutnya, saat ini ada ratusan ribu pengusaha kecil dan menengah (UKM) yang menjual produk mereka melalui Tokopedia.

Selain menggunakan situs jual-beli atau mal online seperti  Tokopedia atau SatuTempat sebagai tempat jualan, Anda juga bisa membuat toko online melalui platform lain seperti social media atau situs Anda sendiri.

[Kuis singkat: Apakah Anda Siap Memulai Bisnis Sendiri?]

Berikut ini perkiraan biaya* untuk membuat toko online:

Kebutuhan Tindakan Perkiraan harga
Desain web 
Membeli template atau layanan dari Shopify atau situs serupa Mulai USD 29 hingga USD 179
Web-hosting  
Hosting lewat  Masterweb
Hingga Rp 2 juta per bulan 
Keranjang belanja Memungkinkan pembelian langsung di situs Anda Gratis
Rekening bank        Membuat rekening bisnis Setoran awal yang ditentukan bank
Email  Memilih layanan email untuk seluruh anggota tim atau karyawan Mulai gratis hingga sekitar USD 4 per bulan
SSL certificate
Jika situs Anda menawarkan pembayaran dengan kartu kredit (tidak diperlukan jika pelanggan Anda menggunakan metode transfer bank)
Mulai USD 56 per bulan dengan  GoDaddy

Pentingnya sebuah merek

Meski Anda bisa memanfaatkan domain gratis dari layanan Shopify atau sejenisnya, memiliki nama domain sendiri akan memberi keleluasaan dalam mengembangkan fitur-fitur di dalam  toko online Anda. Biaya untuk mendaftarkan sebuah nama domain mulai dari Rp 95.000 per tahun hingga tak terbatas harganya.

"Penciptaan brand name ini susah-susah gampang. Kalau tentang biaya, tergantung seberapa banyak yang mau diinvestasikan," ujar Natali Ardianto, co-founder sekaligus CTO Tiket.com.

Bagi perusahaannya saat itu, penciptaan nama yang pendek, singkat dan relevan penting untuk membangun merek dan awareness lebih cepat dibandingkan kompetitor lain di bidang travel dan pemesanan tiket.

"Saat itu kami berinvestasi lebih dari USD 30.000 untuk nama domain tersebut," kata Natali.

Biaya pemasaran

"Terkadang pemilik bisnis berasumsi bahwa tanpa perlu promo, customer sudah berdatangan dengan sendirinya melalui SEO, padahal bisnis harus selalu mempromosikan produknya. Secara finansial, budget yang harus dialokasikan adalah ... untuk non-aggressive marketing dan aggressive marketing," jelas Natali.

Seiring berkembangnya bisnis online Anda, keluarga dan teman-teman tidak bisa lagi diandalkan sepenuhnya untuk menyebarkan tentang keberadaan bisnis tersebut.

[Baca: Baikkah Memulai Bisnis Bersama Teman?]

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menarik calon pembeli potensial ke situs Anda:

  • Facebook ads (beriklan di Facebook)

    Ini adalah iklan media sosial berbayar untuk membantu Anda berinteraksi dengan calon konsumen Anda di Facebook. Menurut data  Statista.com, di akhir kuartal tiga 2014 saja, Facebook memiliki 1,35 miliar pengguna aktif tiap bulan. Untuk bisa beriklan di media sosial tersebut, Anda perlu membuat Facebook business page.

  • Search engine marketing

    Ini berhubungan dengan cara mengoptimalkan keberadaan situs Anda dalam mesin pencari Google melalui iklan ke target konsumen yang tepat sasaran.

Tidak ada "formula" khusus untuk menetapkan anggaran beriklan di internet, karena jumlahnya bisa bervariasi tergantung tipe produk dan target market atau konsumen yang dituju. Anda bisa bereksperimen dengan anggaran seminimal Rp 50.000 dan meningkatkan jumlahnya ketika Anda sudah lebih memahami konsumen Anda dan apa yang mengena bagi mereka.

Sekarang Anda pun siap untuk memulai bisnis online sendiri, tapi ingatlah kalau "Roma tidak dibangun dalam sehari".

"Kesalahan paling umum adalah menganggap bisnis online itu seperti sihir; kalau sudah posting barang online pasti akan sukses. Bisnis online pada dasarnya (seperti bisnis lain). Untuk berhasil, butuh komitmen, perjuangan, dan kesabaran," tukas William.

*Note: Perkiraan harga berdasarkan riset pribadi saat artikel ditulis.

Baca juga: Bagaimana Saya Mempersiapkan Diri untuk Menjadi Wiraswasta 

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×