Atasi Kebiasaan Buruk Pasangan Tercinta dalam Mengatur Uang


Anda telah menemukan “ the one”. Si dia adalah Sang Pangeran Tampan – atau setidaknya hampir seperti itu. Ia memperlakukan Anda dengan baik. Keluarga dan teman-teman Anda menyukainya. Ia bahkan punya pekerjaan yang stabil dan berpenghasilan tinggi.

Namun, ada beberapa hal yang membuat resah. Si "Pangeran” menghabiskan seluruh gajinya dan sering tidak punya tabungan. Ia tidak membayar tagihan-tagihannya, dan para penagih utang pun mulai bermunculan.

Masalahnya, Anda sedang  dimabuk cinta!

Kita sering dengar kalau cinta itu buta, namun menutup mata akan tanda-tanda bahaya seperti ini hanya akan menimbulkan ketegangan dalam sebuah hubungan. Penelitian menunjukkan bahwa perselisihan karena uang adalah pemicu  perceraian nomor satu.

Berikut adalah beberapa cara untuk menghadapi pasangan yang Anda cintai ketika kondisi keuangannya bermasalah.

Bicara Uang dengan Sayang

Diskusikanlah secara terbuka dan jujur dengan pasangan. Tegaskan bahwa menyembunyikan masalah keuangan dari satu sama lain adalah hal yang tidak bisa diterima.

Lebih penting lagi, coba pahami penyebab dari kelakuan seseorang. Apakah itu murni karena ketidaktahuan tentang mengatur uang, atau ada sesuatu yang lebih dari itu?

“Ternyata, kebiasaan menghamburkan uang yang dimiliki Daniel disebabkan karena waktu dia masih kecil, orang tuanya terlalu berhemat. Sekarang, dia bisa mencari uang sendiri dan merasa perlu untuk mengganti masa kecilnya yang serba kekurangan dengan menghamburkan uang. Begitu saya mengerti, saya bisa membantunya mengatasi hal tersebut,” Kata Evy mengenai pacarnya.

[Lihat video: Tips Berdiskusi Tentang Uang dengan Pasangan]

Diskusi semacam ini idealnya terjadi sebelum pernikahan. Namun jika tidak, belum terlambat untuk melakukannya  kok.

Minta Bantuan Lain

Seringkali, pihak ketiga yang netral dapat membantu, sehingga Anda tidak jadi pasangan yang selalu mengeluh.

Mita mengakui, “Rasa ketidaksenangan mulai muncul di hubungan kami, maka hadirnya seorang ahli yang obyektif dan tidak memihak, membawa pengaruh yang besar bagi kami.”

Seorang  perencana keuangan, misalnya, dapat membantu Anda dan pasangan dalam menyusun anggaran dan menyelesaikan masalah seperti melunasi berbagai utang.

[Baca: Bagaimana Cara Saya Lepas dari Jerat Utang]

Ambil Alih Pengaturan Keuangan Berdua

Meski Anda berdua setara, bersiaplah untuk jadi pemimpin dalam hal-hal seperti memastikan tagihan-tagihan dibayar tepat waktu dan mengikuti anggaran, sampai ia siap untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar.

[Baca: Bedah Anggaran 3 Ibu Rumah Tangga]

“Saya memastikan bahwa sayalah yang mengawasi semua tagihan kami, termasuk tagihan kartu kreditnya dan  pengeluaran-pengeluaran lain,” kata Adinda, seorang ibu rumah tangga.

Namun, jangan lupa untuk tetap melibatkan pasangan. Beritahu dia soal pembayaran dan target yang harus dicapai bersama-sama.

Punya Dana Cadangan

Hingga Anda yakin si pujaan hati sudah menjauhi kebiasaan buruknya dalam mengelola uang, ada baiknya Anda punya sedikit rencana cadangan.

Punya rekening terpisah mungkin akan bermanfaat jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Bagi  pasangan suami-istri, menyimpan uang yang tidak bisa diakses dengan mudah oleh pasangan mungkin terkesan ekstrim, tapi diperlukan untuk meyakinkan bahwa masa depan keluarga Anda bisa tetap stabil.

Uang tidak seharusnya jadi alasan putus cinta. Maka, sebelum uang jadi pemisah antara Anda dan pasangan, lebih baik ambil tindakan untuk mengendalikannya. 

Baca juga: Cek Kondisi Keuangan Anda dalam 5 Menit

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×