Ide Bisnis Bermodal Kurang dari Rp 5 Juta


Pohon yang ditanam dari benih-benih mungil sangat mungkin tumbuh tinggi dengan batang kokoh serta daun lebat.

Konsep ini nampaknya juga berlaku dalam bisnis. Sebuah perusahaan bisa saja sukses meski hanya dimulai dengan modal kecil.

Simak lima bisnis sukses yang dimulai dengan modal kurang dari Rp 5 juta atau bahkan lebih minim.

1. Ratu Aria – Cupcakes

bisnis jual cupcake

Setelah 7 tahun bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan media, Ratu memutuskan berhenti kerja sejak anak pertamanya mulai masuk TK. Sebelumnya, ibu dua anak ini jarang sekali memasak dan membuat kue, namun sejak berhenti kerja, ia mulai memiliki waktu luang dan mulai belajar dengan panduan video di YouTube.

Ratu memilih cupcake karena tergolong mudah diproduksi. Setelah membagi-bagikan cupcake buatannya ke keluarga dan teman-teman arisan, ia banyak didukung untuk menekuni bisnis makanan ini. Dengan modal Rp 2 juta untuk oven, mixer, dan bahan-bahan kue, ia memulai “Malika’s Cupcakes” yang diambil dari nama anak keduanya.

Untuk mempromosikan bisnisnya, ia menggunakan sosial media seperti Facebook, Instagram, dan website yang juga berfungsi sebagai toko online-nya. Untuk menjaga kualitas, ia selalu menggunakan bahan butter dan cream impor, serta tidak memakai bahan pengawet. Melihat persaingan usaha cupcake, Ratu pun berniat untuk terus mengembangkan dari segi pilihan rasa dan tampilan yang unik.

Modal bisnis: Rp 2 juta
Penghasilan saat ini: sekitar Rp 15 juta per bulan 

2. Sally Cassandra – Emping Melinjo

bisnis jual emping Sally dan keluarganya menjual emping (melinjo) yang diproduksi sendiri dengan bumbu racikan pribadi.

Tantangan terbesarnya ialah menemukan resep dan takaran bumbu yang sesuai. Bumbu harus dimasak manual dan dioleskan secara merata ke masing-masing emping. Hal-hal kecil, mulai dari panas api, peracikan dan waktu memasak bisa mempengaruhi hasilnya.

[Baca: 3 Kesalahan Keuangan yang Dilakukan Wirausahawan]

Semua kesabaran dan teknik tersebut ternyata membuahkan hasil! Penjualan emping melalui toko-toko makanan dan restoran terbukti bagus. Sally mulai membuat kemasan khusus dan menjualnya secara online. 

Modal bisnis: Rp 4,5 juta
Penghasilan saat ini: Rp 3 juta-Rp 7 juta per bulan

3. Dina Rosalyn – Handicraft

bisnis membuat kerajinanAwalnya, Dina mengumpulkan uang untuk membeli sebuah tas batik murah meriah dari Surakarta, lalu menjualnya kembali pada rekan-rekan kantornya. Untuk menambah nilainya, ia juga merapihkan pengemasan produk agar lebih menarik.

Dina akhirnya memutuskan untuk menekuni bisnis ini lebih serius dan menciptakan merek “Apik”. Tak berhenti di sana, ia kemudian membuat koleksi kerajinan kesenian dan menambah varian produk buatannya sendiri.

Menurut Dina, bisnis online yang dijalaninya ini tak hanya untuk menambah penghasilan semata. Apik juga membantu para pengrajin bambu tersebut dalam meningkatkan produksi dan penghasilan mereka.

Modal bisnis: kurang Rp 2 juta
Penghasilan saat ini: Rp 500.000-Rp 3 juta per bulan

4. Tata – Jajanan di Pasar Santa

Tidak ada yang menyangka lokasi Pasar Santa akan semakmur sekarang. Pasar Santa menjadi talk of the town di Jakarta dengan berbagai penyewa-penyewa dengan produk unik dan murah meriah.

Salah satunya adalah Tata, pemilik “Sloppy Bro” yang menjual menu semacam Sloppy Joe –sandwich berisikan daging giling, bawang, saus Worcestershire dan bumbu lain – beserta pelengkapnya. Untuk variasi, ia sering menyuguhkan satu menu spesial yang hanya dijual di hari Minggu.

Modalnya Rp 4,5 juta hanya untuk biaya sewa setahun, cat dan rak di toko, serta bahan-bahan.

Seperti kebanyakan bisnis yang dijalankan pengusaha muda, Tata juga berpromosi melalui Instagram. Terbukti, bisnisnya ini bisa berkembang dengan cepat, bahkan sempat diminta untuk mensponsori ajang lari untuk kegiatan amal. Setelah itu, banyak penggemar lari yang ikut serta datang ke Pasar Santa untuk mencoba masakannya.

Modal bisnis: kurang Rp 4,5 juta
Penghasilan saat ini: Rp 13 juta-Rp 15 juta per bulan

5. Tuti – Usaha katering untuk kantor

Bermula dari keinginan untuk memberi nafkah keluarga, Tuti memulai bisnis katering rumahan dengan menawarkan produknya kepada teman-teman gereja. Dengan modal Rp 100.000, wanita yang dulu tinggal di rumah bedeng ini menjual makan siang berupa nasi bungkus kepada 3-4 orang setiap hari.

Beberapa tahun kemudian, ketekunannya menampakkan hasil dan Tuti bisa membangun rumah yang layak bagi keluarganya. Kini, di usia 46, Tuti masih mengelola bisnis kateringnya yang sudah berjalan 10 tahun dan memiliki pelanggan tetap. Resepnya hanya satu, yaitu menjaga rasa dan kebersihan makanan.

Modal bisnis: sekitar Rp 100.000
Penghasilan saat ini: Rp 12 juta-Rp 16 juta per bulan

Baca juga: Biaya Membuat Bisnis Online

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×