Kisah Bisnis Online Sukses dan Berapa Modalnya


Beberapa co-founder perusahaan ini melihat potensi pasar, bereksperimen, kemudian mengembangkan bisnis online yang unik dengan modal awal dari kantong mereka sendiri. Ingin tahu berapa sih yang dibutuhkan mereka ketika itu? Secara kebetulan, ketiga nama perusahaan berawalan huruf yang sama.

BerryKitchen.com

Modal: Rp 150 juta 

online catering site berrykitchen.comTanpa pengalaman bisnis, khususnya di bidang katering, Cynthia Tenggara berani memulai bisnis online dengan membuat sebuah situs sederhana yang kala itu hanya memerlukan biaya pembuatan dan pengelolaan sebesar Rp 5 juta. Sebagian besar sisa modal kemudian ia gunakan untuk dapur dan biaya operasional.

Berry Kitchen dimulai dengan tenaga kerja yang minimalis. “Tiga orang termasuk saya, satu lagi chef dan satu lagi admin,” tuturnya kepada LiveOlive. Cynthia sendiri juga harus bertanggung jawab akan hal-hal yang mendetail, seperti mengemas, mengantarkan lunch box ke pelanggan hingga berurusan dengan AC kantor yang rusak atau mengepel kantor. 

Untuk mengatur keuangan perusahaan, ia mendesain laporan keuangan yang sederhana agar bisa menganalisa besaran anggaran dan pengeluaran.

“Pokoknya biaya tenaga kerja tidak boleh lebih dari 30% dan food costs tidak lebih dari 40% dari (pendapatan),” tuturnya.

Once you sacrifice your job, (have) no income at all, pasti kamu kerja setengah mati, that makes you work harder and smarter to make business work,” katanya.

Tiga tahun berjalan dan Berry Kitchen kini memiliki dua investor, sudah pindah ke dapur yang lebih besar dan tengah berencana pindah lokasi lagi untuk memiliki dapur yang lebih besar. 

Sebagai seorang co-founder, Cynthia senantiasa berusaha berpikir out of the box dalam mengembangkan bisnis kateringnya. “Mau buat remote kitchen supaya bisa melayani (seluruh area) Jakarta,” ungkapnya dengan penuh percaya diri.

BelowCepek.com

Modal: Rp 100 juta

Setelah menggeluti bidang pariwisata selama lebih dari satu setengah dekade, Riana Bismarak berhasil mencapai posisi tinggi dan membawahi 600 karyawan di dua kota, Jakarta dan Bali. Pada saat itu, ia berpikir bahwa kariernya tak lagi berkembang dan ia lebih banyak dikenal orang sebagai Corporate Director perusahaan tempatnya bekerja.

“Saya ingin orang (mengetahui) Riana Bismarak,” katanya.

Setelah mengambil keputusan berani untuk berhenti dari pekerjaannya, Riana menciptakan bisnis dengan mengikuti resep klasik “memulai dengan apa yang kamu suka”. Sebelum terjun ke bisnis online, ia mencoba mengikuti berbagai bazaar dan membuka toko di ITC. Sayangnya, toko-toko tersebut tidak sukses karena banyaknya tantangan dalam memelihara toko.

[Kuis: Apakah Anda Siap Memulai Bisnis Sendiri?]

“Kalau buka toko itu kendalanya saya harus jaga sendiri, kalau ditinggal (penjaga toko) malah pacaran dan saya nggak bisa memarahinya,” kenangnya.

Kegigihan Riana dalam mencari strategi berjualan produk fashion mendorongnya untuk melakukan riset di waktu luangnya. 

“Di Indonesia itu (populasi) yang besar adalah kelas C. They do have the money, but they (want) value for money,” jelas Riana.

Dari pengamatan Riana, produk-produk yang dikenakan oleh konsumen kelas menengah ini biasanya bukan buatan lokal.

“Produk lokal Indonesia itu kebanyakan di (kelas) B, minimal harganya Rp 400.000, sama saja dengan produk Zara, misalnya,” ujarnya. Oleh karena itu, ia berpikir untuk mengisi ruang potensi tersebut dan bekerja sama dengan desainer lokal, kemudian meluncurkan BelowCepek.com – sebuah toko online yang menjual produk-produk buatan Indonesia dengan harga di bawah Rp 100.000.

Riana sadar bahwa dengan meninggalkan pekerjaan lamanya, ia juga meninggalkan zona kenyamanan yang pernah ia miliki dan mulai dari nol. “Dulu saya punya PA (personal assistant), punya sekretaris, sekarang saya jalani sendiri,” ujarnya.

Kini, toko online yang dijalankan Riana memiliki empat orang karyawan dan ia harus pintar-pintar mengatur keuangan perusahaan.

“Biaya terbesar adalah payroll (gaji karyawan) dan sewa gedung. Jangan sampai karyawan itu telat gajian atau sampai nombok,” tuturnya. 

Bhinneka.com 

Modal: Rp 100 juta

Perusahaan ini cukup dikenal di Indonesia, khususnya bagi mereka yang akrab dengan gadget dan perangkat elektronik. Situs ini sudah menjadi semacam 'panduan' ketika memberi produk elektronik seperti laptop atau kamera digital. 

Bermula sebagai toko elektronik biasa saat pertama kali didirikan tahun 1993, Bhinneka kemudian mengembangkan unique selling proposition sebagai perusahaan e-commerce yang menjual barang-barang elektronik di Indonesia. Hendrik Tio mendirikan perusahaan ini bersama lima orang sahabatnya 22 tahun yang lalu, jauh sebelum perusahaan-perusahaan serupa berpikir untuk mendirikan bisnis online.

“Saat bisnis kecil tidak masalah, tapi begitu berkembang ya sulit (untuk dikelola),” kata Hendrik, yang kini menjabat sebagai CEO Bhinneka.

Bagi Hendrik, tantangan berbisnis awalnya adalah mencari pembeli tetap. “Tahap berikut begitu pelanggan mulai banyak, sibuk benahi sistem, setelah itu mulai besar tantangan mencari resources yang lebih baik, dan seterusnya,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu hal terpenting dalam membangun bisnisnya saat ini ialah menerapkan sistem yang bagus. 

“Kami akhirnya memakai sebuah sistem yang terintegrasi, mulai dari front end hingga fulfillment – proses menerima barang, kemudian mengemas dan mengirimkan ke pembeli – dan accounting,” tukasnya. Menurut data Alexa, Bhinneka.com termasuk 100 situs yang paling sering dikunjungi di Indonesia.

Baca juga: Biaya Membuat Bisnis Online

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×