Bekerja Sambilan atau Berbisnis untuk Siapkan Dana Pendidikan


Tidak seperti kebanyakan lajang, bekerja di sebuah firma hukum dengan penghasilan Rp 15 juta tidak membuat Nayaka berhenti mencari cara untuk memperoleh penghasilan tambahan.

Tidak seperti lajang pada umumnya, ia membesarkan seorang remaja. 

“Saya ingin fokus menabung untuk keponakan yang yatim piatu, karena dia akan mulai kuliah tahun depan," katanya kepada LiveOlive.

Mari kita lihat bagaimana Nayaka mengatur keuangannya dan apakah ia berada di jalur yang benar untuk meraih tujuannya. 

kerja sambilan sebagai MCSementara menabung Rp 1,5 juta sebulan, wanita karir berusia 37 tahun ini bekerja freelance sebagai MC untuk acara pernikahan atau peluncuran produk, sepulang kerja atau di akhir pekan. Ia bisa memperoleh sebanyak Rp 2,5 juta hingga Rp 6 juta per acara.    

Selain membiayai keponakannya, Nayaka – yang tinggal bersama ayah dan keponakan satu-satunya – juga menyiapkan Rp 2 juta-Rp 3 juta untuk belanja rumah tangga, plus Rp 2 juta untuk biaya transportasi dan gaji asisten rumah.   

Saat ini Nayaka masih membayar cicilan Rp 1,3 juta untuk mobilnya dan Rp 1,2 juta untuk emas batangan yang ia beli sebagai investasi. Cicilan emas 25 gram ini akan lunas dalam 6 bulan. Ia juga menyisihkan Rp 350.000 per bulan untuk reksa dana, serta Rp 2 juta-Rp 3 juta per bulan untuk asuransi unit link.    

Target: Menyediakan dana pendidikan universitas yang akan mencapai Rp 100 juta per tahun serta mempunyai kolam lele dengan modal Rp 5 juta.

Komentar LiveOlive:

Salut untuk Nayaka yang begitu bertanggung jawab merawat keponakannya! Ia juga memiliki etika kerja dan komitmen yang besar untuk menjaga keluarganya. Untuk memastikan bahwa ia juga menjaga dirinya sendiri, kami sarankan beberapa hal ini untuk memperkuat kondisi keuangannya.    

1. Kumpulkan dana darurat

Nayaka seharusnya memiliki tabungan untuk menutupi kebutuhannya selama 6 bulan. Ini penting karena meski ia memiliki pekerjaan yang stabil, pengeluaran-pengeluaran tak terduga bisa merusak keuangan dan arus kasnya. Hal terakhir yang kita inginkan Nayaka terjebak utang, misalnya karena ada anggota keluarga yang sakit, atap bocor atau perbaikan mobil mendadak.      

[Baca: Tiga Hal yang Harus Ada Dalam Dana Darurat Anda]

2. Lindungi penghasilan

Ada beberapa hal yang perlu Nayaka pertimbangkan, jika ia belum memilikinya:

  • Asuransi kecelakaan pribadi. Ini akan menggantikan penghasilannya seandainya ia mengalami kecelakaan.
  • Asuransi penyakit kritis untuk diri sendiri. Ini akan melindungi Nayaka jika ia terkena penyakit seperti serangan jantung, kanker, dan sebagainya. Jika ia sudah memiliki polis asuransi unit link, mungkin saja manfaat ini sudah termasuk di dalamnya.
  • Asuransi untuk sang ayah. Jika ayah Nayaka belum mempunyai perlindungan asuransi, kami sarankan ia mendaftar asuransi BPJS. Nayaka juga bisa membelikan beliau asuransi dari perusahaan swasta, tapi mungkin akan lebih mahal karena usianya – terutama jika sang ayah memiliki riwayat penyakit.
  • Asuransi kesehatan untuk keponakan. Berhubung keponakan Nayaka kemungkinan besar tidak terlindungi asuransi kesehatan dari kantor bibinya, ia perlu asuransi kesehatan terpisah. 
  • Asuransi jiwa dengan ahli waris sang keponakan atau ayah. Polis asuransi Nayaka mungkin sudah menyertakan mereka sebagai ahli waris, jadi ia hanya perlu memastikan bahwa perlindungan asuransinya bisa mewakili 10 tahun penghasilannya, sehingga seandainya sesuatu terjadi pada Nayaka, ayah dan keponakannya tidak terbengkalai.

3. Rencanakan pensiun

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai  merencanakan pensiun. Nayaka bisa mempertimbangkan beberapa jenis investasi, tergantung dari profil resiko yang sanggup ditanggungnya.

[Baca: Kiat Rencanakan Hidup Selepas Masa Kerja: Mencapai Rp 3 Miliar]

Nayaka dan target-targetnya

Mengingat keponakan Nayaka masuk universitas tahun depan, ia perlu menyiapkan dana pendidikan dari penghasilan bulanannya dan menaruhnya ke dalam deposito. Investasi lain tidak akan membantu saat ini, karena jangka waktu targetnya terlalu pendek – ia akan memerlukan dana tersebut dalam waktu setahun. Bahkan, investasi bisa beresiko karena ia mungkin terpaksa menjual ketika investasi tersebut belum untung atau malah turun nilainya – seperti yang sering terjadi dalam investasi jangka pendek.

Tergantung dari universitas dan jurusan yang dipilih sang keponakan, Nayaka mungkin perlu sekitar Rp 100 juta-Rp 300 juta per tahun. Dengan jangka waktu setahun, ia perlu menyisihkan setidaknya Rp 10 juta sebulan dari sekarang.

Strateginya untuk menambah penghasilan saat ini sudah bagus. 

Tetapi Nayaka mungkin akan menghadapi beberapa problem jika ia memutuskan untuk memulai usaha ternak lele. Kami juga suka ikan, lho! Kami juga tidak menentang keinginannya untuk memulai bisnis.

Kami hanya tidak yakin kalau bisnis ini sejalan dengan kegemarannya. Untuk saat ini, Nayaka tidak tahu banyak tentang ternak ikan berikut segala resikonya. Jika ia mengira ini akan menjadi sumber penghasilan pasif bagi keluarganya, ia bisa terkejut nanti. Usaha ternak ikan ini membutuhkan banyak penanganan, terutama saat baru memulai.

Jika Nayaka ingin menambah penghasilannya, ada baiknya memilih suatu bidang yang sudah dikenalnya dengan baik. Jika menjadi pembawa acara (MC) adalah keahliannya, ia bisa mengembangkannya dengan cara mempromosikan bisnis atau jasa tersebut secara lebih agresif untuk menjaring lebih banyak proyek. Ia bisa membuat halaman bisnis Facebook yang memamerkan portofolionya sebagai MC, berpromosi lewat LinkedIn, Facebook dan situs lain yang mungkin dikunjungi oleh calon-calon klien.   

[Baca: Bagaimana Saya Mempersiapkan Diri untuk Menjadi Wiraswasta]

Nayaka benar-benar perlu memikirkan bisnis yang dipilihnya. Dengan adanya pengeluaran besar dalam waktu dekat, ia tidak bisa ceroboh dengan uangnya.

Baca juga: Modal Bisnis Seharga Sepasang Sepatu Louboutin

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×