Cara Mengetahui Apakah Ia Cinta Sejati Anda


Cinta sejati memang tidak datang dengan mencari orang yang sempurna, tapi bukan berarti kita tidak perlu hati-hati dalam memilih pasangan.

Simak beberapa hal yang bisa membantu Anda mengetahui apakah ia adalah pasangan yang tepat untuk melangkah ke jenjang pernikahan:

Memiliki tujuan yang sama

Angie adalah seorang desainer yang sudah menikah sejak tahun 2009. Ia dan suaminya sama-sama menginginkan kehidupan yang sederhana dan stabil. “Kita ingin kehidupan yang seimbang antara karir dan keluarga,” tuturnya. Sejak itu, keduanya bisa mengembangkan mimpi-mimpi yang lebih besar bersama dan hal tersebut menambah keseruan dalam kehidupan pernikahan mereka.

“Kami berencana untuk memiliki rumah di kota dan farmhouse di pinggir kota,” jelasnya berbinar-binar. Berhubung ia dan suami sepakat tentang hal ini, mudah bagi mereka untuk merencanakan kehidupan dan keuangan bersama.

[Kuis: Apakah Anda Siap Membeli Rumah Idaman?]

Pasangan menikah yang tidak memiliki tujuan atau target akan mendapati diri mereka sering berdebat dan tidak sepaham dalam berbagai hal. Tujuan jangka panjang memberikan alasan bagi Anda dan pasangan untuk bisa terus melangkah maju, meskipun sesekali ada perbedaan pendapat.

Namun, perlu disadari pula bahwa tak semua pasangan bisa sepaham sepenuhnya. “Kita punya visi yang sama, sudut pandang yang sama, tapi itu hanya mostly dan tidak 100%, karena tidak ada yang namanya perfection,” ujar Angie.

Saling terbuka satu sama lain

Soulmate itu ya ketika kita bisa bicara apa saja yang ada di hati dan pikiran tanpa merasa takut, secara batin kita tenang,” ujar Sonya, seorang ibu rumah tangga.

Sebuah hubungan yang dibangun dengan komunikasi jujur akan menjadi lebih kuat. Keterbukaan akan membuat pasangan merasa nyaman terhadap dirinya dan hubungan yang dijalani.

Terbuka mengenai topik-topik sensitif seperti keuangan, penghasilan dan gaya hidup juga penting. “Saat pacaran memang beda-beda yah kalau keterbukaan masalah keuangan. Aku bisa lihat dia tidak pelit, tapi juga tidak boros, dan juga bagaimana ia memberikan uang kepada keluarganya sebagai bentuk tanggung jawabnya,” kata Sonya tentang suaminya.

“Dia terbuka untuk hal-hal yang membutuhkan pengeluaran besar, ia pun minta pertimbangan aku meski akan menggunakan uangnya sendiri,” jelas wanita yang sudah menikah lebih dari 10 tahun ini.

Pasangan mana pun pasti akan menghadapi beberapa masalah, misalnya yang berhubungan dengan selera dan kebiasaan. Sebagai contoh, Anda dan pasangan mungkin menginginkan tipe  rumah dan mobil yang berbeda, dan terbiasa menggunakan cara pembayaran tertentu – secara tunai atau cicilan. 

Sonya berpendapat, “Kalau komunikasi lancar dan keduanya memiliki keinginan untuk mendengar baik-buruknya dari masing-masing pihak sambil menekan ego, tidak akan menjadi masalah, kan?”

Nyaman jadi diri sendiri

"He was perfect and I really thought I was going to end up with him,” tutur Astrid yang gemar menulis ulasan buku di blognya. Setelah beberapa lama, ia sadar jika untuk bertahan dengan mantan kekasihnya tersebut, Astrid harus senantiasa membuat pria tersebut terkesan. Sayangnya, ini berarti ia harus menjadi orang seperti orang lain untuk memperoleh persetujuannya.

Untunglah Astrid berani mengambil keputusan sulit dengan memutuskan hubungan tersebut. Setelah itu, ia menemukan cinta lain dari seseorang yang kemudian menjadi suaminya.

“Dia support aku untuk kerja melakukan hal-hal yang memang sesuai dengan passionku,” ujarnya tentang suami yang mendampinginya selama 8 tahun terakhir. “Kayaknya nggak mungkin deh aku bisa sama orang yang tidak mendukung aku dalam hal ini.”

[Baca: Atasi Kebiasaan Buruk Pasangan Tercinta dalam Mengatur Uang]

Ia mendorong Anda menjadi lebih baik

Jangan salah artikan memilih menjadi diri sendiri sebagai upaya menolak untuk berubah supaya menjadi pribadi yang lebih baik. Dua hal tersebut benar-benar berbeda!

Astrid terbuka bahwa ia memang tak bisa memasak, dan ia tak berpura-pura menutupi kekurangannya. Namun, ia juga tidak menolak mencoba untuk belajar masak. Sama halnya dengan mengelola keuangan.

“Aku dan suami sama-sama tidak jago untuk urusan menabung dan investasi, tapi semakin lama kami belajar bareng dan sudah lebih paham dibanding dulu,” papar Astrid. Dengan orang yang tepat, Anda pasti ingin belajar hal-hal yang bisa membuat kualitas kehidupan Anda berdua lebih baik.

Baca juga: Masalah Cinta yang Membuat Bangkrut

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×