Investasi Saham bagi Pemula: 5 Hal yang Perlu Diketahui


Mengetahui resiko dan tujuan investasi adalah langkah awal sebuah investasi yang sukses, termasuk untuk saham. Melihat harga saham naik dan turun bisa jadi menakutkan, terutama bagi pemula. Hal inilah yang sering membuat orang takut berinvestasi saham – ia sering dianggap agresif dan beresiko tinggi.

Meminjam ungkapan dari salah seorang investor dan jutawan Amerika, Warren Buffett, “Resiko datang dari ketidakpahaman tentang apa yang Anda lakukan”. Semakin Anda mengerti tentang pasar modal dan bagaimana cara kerjanya, semakin nyaman Anda berinvestasi di dalamnya.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebagai pemula di dalam dunia investasi:

1. Apa itu saham?

Saham adalah tanda kepemilikan seseorang terhadap suatu perusahaan. Memiliki saham sama saja dengan membeli sebagian atau seluruh perusahaan. Jadi ketika Anda membeli beberapa saham di PT Astra International, bisa dibilang Anda memiliki sebagian kecil perusahaan Astra.

Investasi saham sering disetarakan dengan aktivitas judi, padahal keduanya sebenarnya berbeda. Alasannya, dengan judi, Anda menang semua atau kalah semua. Di pasar modal, Anda tidak pernah benar-benar kehilangan seluruh investasi Anda, kecuali jika perusahaan yang menerima investasi Anda tutup atau bangkrut.

2. Bagaimana kita memperoleh uang dari pasar modal?

Pada dasarnya, ada dua cara untuk memperoleh keuntungan, yaitu:

Capital Gain

Secara gampangnya, capital gain adalah keuntungan dari selisih harga jual dan beli.

Ambil contoh ketika Anda membeli properti. Jika Anda membeli rumah dengan harga Rp 500 juta, kemudian menjualnya seharga Rp 750 juta, maka Anda mendapatkan keuntungan senilai Rp 250 juta. Perbedaannya, Anda menjual saham sebuah perusahaan, bukan unit rumah.

Jadi, jika Anda membeli 100 saham Unilever Indonesia tanggal 1 Juli 2009, Anda harus membayar Rp 1.160.000 (100 x Rp 11.600). Lalu, jika Anda menjual saham tersebut 2 Juni 2014, harga saham tersebut menjadi Rp 2.927.000 (100 x Rp 29.275). Capital gain Anda adalah Rp 1.767.500.

Dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan, biasanya di akhir pembukuan per tahun. Jumlah yang dibagikan kepada pemegang saham – tergantung dari kesepakatan para pemegang saham – biasanya tidak lebih dari 30% keuntungan bersih ( net profit) perusahaan.

3. Mengapa berinvestasi di pasar modal?

Saham yang dipilih dengan cermat akan memberikan imbal hasil yang lebih baik dibandingkan instrumen investasi lain, misalnya deposito atau obligasi. Selain itu, pemerintah juga memberi insentif pajak untuk investasi saham.

Ini mungkin salah satu jenis investasi yang bisa mengalahkan inflasi.

4. Bagaimana cara membeli saham?

Anda bisa membeli stock di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan jumlah minimum 1 lot, yakni 100 lembar saham. Maka, jika Anda ingin membeli saham PT ABCD seharga Rp 5.875 per lembar, Anda perlu memiliki dana sedikitnya Rp 587.500. Ini belum termasuk komisi pedagang ( broker), berkisar 1%-3%, ditambah PPN 10%.

Anda dapat melakukan pembelian saham melalui broker maupun online. Saat ini, sudah banyak perusahaan sekuritas yang menyediakan platform perdagangan saham secara online. Cara termudah adalah mendatangi salah satu perusahaan sekuritas (broker) yang Anda ketahui.

[Baca: 5 Langkah untuk Membuka Rekening Saham Online]

5. Beberapa huruf penting bagi Anda

Rasio keuangan adalah semacam indikator di dashboard mobil Anda yang memberiinformasi singkat mengenai apakah perusahaan tersebut memiliki performa cukup bagus. Beberapa indikator yang perlu diperhatikan dalam prospektus antara lain:

  • Rasio P/E

Price-Earnings Ratio ialah harga saham satuan dibagi keuntungan per saham selama 12 bulan terakhir, serta pertumbuhan keuntungan bersih perusahaan tersebut. Untuk saham dengan kapitalisasi atau modal besar, maka rasio idealnya adalah tidak lebih dari 20, sedangkan saham gurem (saham bermodal kecil dan spekulatif), maka rasio idealnya adalah tidak lebih dari 40. Ini menunjukkan perbandingan harga dibandingkan keuntungan yang sebenarnya dihasilkan. Sebuah saham bisa jadi undervalued (murah), fair (harganya tepat), atau overvalued (mahal).

  • Rasio ROE

Return on Equity didapat dari perbandingan laba bersih perusahaan (net profit) dengan asetnya (ekuitas atau modal). Rasio ini mengukur berapa banyak keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan untuk setiap sen modal yang disetor oleh pemegang saham. Rasio ROE idealnya tumbuh sebesar 10% per tahun.

  • Pertumbuhan pendapatan

Pertumbuhan pendapatan setidaknya meningkat sebesar 10% dari tahun lalu, dan berjalan selama beberapa tahun sebelumnya.

  • Rasio utang terhadap modal

Seperti di poin sebelumnya, rasio utang terhadap modal harus kurang dari 50%. Kalau tidak, kemungkinan perusahaan berada dalam bahaya karena tidak bisa mengembalikan utang.

Idealnya, semua rasio ini perlu dibandingkan antar perusahaan yang berada dalam industry yang sama. Untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai investasi saham, baca juga Money Basics: “Petunjuk Membuka Rekening Saham dan Biaya yang Diperlukan”.

Baca juga: 5 Alasan Berinvestasi Bisa Semudah Memilih Baju untuk Kencan

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×