Kebiasaan Sukses Para Pengusaha yang Patut Ditiru


Kesuksesan tidak datang karena kebetulan atau keberuntungan. Ini adalah hasil dari tindakan dan perilaku positif yang dilakukan berulang-ulang, dan tidak terjadi dalam semalam!

Para pengusaha ini mungkin memulai dengan bisnis yang kecil, tetapi mereka kini berada di puncak karena kebiasaan-kebiasaan baik yang mereka akan bagikan kepada kita. 

Mengatur jadwal dan to-do list

Bagi Antonny Liem, CEO dari MCM Group dan Merah Putih Inc., ini adalah kebiasaan rutin.

“Berhubung saya harus memimpin beberapa perusahaan, saya sangat berpegang pada rencana. Untuk mengatur jadwal, saya bergantung pada Sunrise Calendar app dan untuk mengatur to-do list saya memakai Wunderlist, karena aplikasi tersebut dapat tersambung ke seluruh perangkat elektronik. Meski saya punya asisten pribadi, saya memilih melakukan sendiri agar lebih efisien.”

Tidak tertarik pada aplikasi mobile? Nilam, 32, pemilik Kebab Turki Baba Rafi dan Voila? 360’ Communication Agency menulis sendiri jadwal harian dan “to-do list”nya.

Apa pun metodenya, perencanaan adalah kuncinya.

Memiliki rencana cadangan

Bahkan proyek yang paling terencana sekalipun akan memiliki hambatan – pemasok tidak mengirimkan barang tepat waktu seperti yang dijanjikan atau sebuah pekerjaan ternyata membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan. Hal ini seharusnya tidak menjadi alasan untuk panik atau menjadi alasan untuk berhenti atau menunda pekerjaan tersebut.

“Terkadang ketika sesuai tidak berjalan seperti rencana, saya harus berpikir cepat membuat rencana B, atau mendelegasikan beberapa tugas,“ kata Nilam, seorang ibu dari tiga anak yang enerjik.

Berolahraga dengan cukup

Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan energi.

“Selama tiga tahun terakhir, saya telah berolahraga secara teratur dan merasakan manfaatnya. Memiliki tubuh yang bugar tidak hanya membantu meningkatkan semangat dan energi, tapi juga membuat saya tidur lebih nyenyak. Saya pergi ke gym (angkat beban dan kardiovaskular) dan melakukan yoga (lyengar),” kata Antonny, yang juga menyempatkan untuk berdoa di antara jadwal sibuknya setiap hari.

Banyak membaca

Penelitian sudah membuktikan bahwa membaca dapat membuat para pemimpin menjadi lebih cerdas, kreatif, dan berjiwa sosial.

Antonny menambahkan, “Membaca tidak hanya menjadi kebiasaan saya sejak masih kecil, itu juga salah satu persyaratan bagi kita yang bekerja di industri teknologi kreatif. Saya selalu memulai pagi dengan membaca koran – dalam bentuk cetakan, diikuti dengan membaca berita lewat Kurio app selama perjalanan ke kantor, untuk mengikuti berita terbaru. Saya juga suka membaca buku, baik fiksi atau non fiksi.”

Miliki waktu berkualitas untuk diri sendiri dan orang-orang terdekat

Cobalah untuk memiliki 'me-time’ setiap hari. Menurut Antonny, 'me-time’ ialah “melakukan sesuatu yang disukai seorang sendiri, misalnya bermain game sebagai pelepas stres.”

Ia juga percaya pada pengaturan hidup yang seimbang dan selalu mengingatkan diri sendiri bahwa ia melakukan semua ini untuk keluarganya.

“Saya mencoba untuk tidak pulang terlambat sehingga saya bisa makan malam bersama keluarga – meski tidak selalu bisa dilakukan – atau menghabiskan beberapa saat untuk ngobrol dengan istri dan anak-anak, entah sama-sama atau sendiri-sendiri. Kami saling terhubung dan hal tersebut juga membuat saya tenang. Jika saya harus bekerja, saya biasanya melakukannya di ruang kerja di rumah ketika mereka semua sudah tidur,” jelasnya.

Hindari “kebisingan”

Cara lain untuk melakukan hal ini ialah dengan fokus dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak penting untuk mencapai tujuan Anda dalam sebuah organisasi.

Hadi Wenas, CEO MatahariMall.com dan mantan CEO aCommerce Indonesia, sudah biasa melakukan hal ini.

“Saya tidak mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal. Permintaan rapat atau panggilan di luar bisnis utama dilakukan sebelum pukul 09.00 atau setelah pukul 20.00,” ia menekankan.

Pria yang ikut mendirikan Zalora Indonesia ini menambahkan, “Saya bisa menjadi sangat selektif. Saya mengabaikan hampir semua telepon yang masuk pada hari kerja dan akhir pekan, tidak ada tujuan khusus berarti tidak ada pertemuan atau panggilan.”

Hadi juga memiliki meja di kantornya untuk meeting yang lebih cepat, sehingga pengambilan keputusan juga dapat dilakukan lebih cepat.

Baca juga: Kisah Bisnis Online Sukses dan Berapa Modalnya

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×