Cara Membeli Properti Ketika Masih Muda


Memiliki hunian sendiri di umur 20an bisa menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, hal tersebut juga memiliki banyak nilai plus-nya.

Kemungkinan besar tantangan yang dihadapi ialah untuk menyiapkan cukup dana untuk uang muka. Keuntungannya, Anda punya lebih banyak waktu untuk melunasi cicilan dan Anda bisa lebih fleksibel dalam mengatur uang – karena belum punya banyak tanggung jawab. Bayangkan jika Anda mempunyai tanggung jawab untuk mengirim anak ke sekolah, menabung untuk dana liburan, disamping juga berusaha membeli rumah.

Berikut ini beberapa strategi yang patut dipertimbangkan jika Anda berusaha membeli properti di usia 20an atau 30an.

Beli properti untuk disewakan

Anto, 28, memutuskan untuk membeli rumah di area Cibubur empat tahun yang lalu. Waktu itu, harga rumah d Cibubur memang lebih miring, yakni sekitar Rp 350 juta.

Dengan penghasilan rata-rata Rp 5 juta per bulan, ia tidak ingin membebani pendapatannya dengan cicilan rumah. Karena itu, ia memutuskan untuk menyewakan rumahnya tersebut. 

“Sebulan uang sewanya Rp 2 juta. Itu lumayan untuk menambah uang cicilan,” katanya.

Ia melanjutkan, saat ini 40% dari total harga rumahnya sudah terlunasi.

Begitu Anda sudah melunasi down payment rumah atau punya penghasilan cukup untuk mencicil, maka Anda bisa memilih untuk tinggal di properti tersebut.

Beli secara patungan

Hendro, 33, membeli satu unit apartemen dua kamar di Surabaya seharga Rp 600 juta bersama kakaknya. 

“DP waktu itu patungan dan cicilan juga dibagi rata,” ungkapnya.

Rencananya, apartemen tersebut nantinya akan dijual kembali setelah harga penjualannya lebih tinggi dari keseluruhan biaya yang telah dikeluarkan oleh ia dan kakaknya. “Intinya kalau udah untung, kita jual,” kata Hendro.

Meskipun apartemen tersebut atas nama kakaknya, Hendro mengaku tidak khawatir mengenai pembagian penjualan jika nantinya apartemen tersebut berhasil dijual.

“Intinya ini based on trust,” tukasnya.

Anda juga bisa mempertimbangkan membeli properti dengan nama gabungan ( joint names) – pastikan saja Anda sudah berkonsultasi tentang hal ini kepada notaris dan developer properti tersebut.

Prioritaskan tabungan untuk DP

Lain lagi dengan Pipit, 25, yang baru saja membeli satu unit rumah di sekitar Mampang Residence seharga Rp 500 juta Februari lalu. Pipit mengaku sudah mempersiapkan tabungan untuk membayar uang muka untuk rumah tersebut selama tiga tahun bekerja.

“Meski memang penghasilan cukup, namun saya lebih memberatkan untuk menabung uang muka rumah,” ujar perempuan yang saat ini telah tinggal di rumah tersebut. Ia menjelaskan, selama sebulan ia menyisihkan sekitar 30% dari total gajinya. “Saya memilih untuk tinggal dengan orang tua di daerah Bekasi untuk menghemat uang agar tidak perlu nge-kos,” ujar Pipit.

Saat ini pun, uang muka untuk rumahnya juga dalam bentuk cicilan. “Ini masih dapat promo bunga flat, jadi tidak terlalu berat saat BI rate kemarin naik,” ujar dia. Rata-rata, sebulan dia menyicil sekitar Rp 4 juta. “Nanti setelah DP lunas, cicilan akan otomatis lebih ringan,” kata dia.

Nah, bukan tidak mungkin untuk memiliki hunian di usia 20-an. Hal yang paling penting adalah tahu bagaimana caranya. Mau mencoba?

Baca juga: 5 Pertanyaan untuk Agen Real Estate Saat Membeli Apartemen

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×