​3 Hal yang Perlu Diingat Tentang Dana Pendidikan


“Menyiapkan dana pendidikan tantangannya besar sekali; kenaikan biaya pendidikan bisa sampai 20%. Investasi yang dipilih untuk biaya kuliah anak nanti harus bisa mengalahkan kenaikan biaya itu,” ujar Wawan, 33, seorang pegawai bank.

Sudah jadi rahasia umum bahwa porsi anggaran yang dibutuhkan untuk menutup dana pendidikan anak cukup besar.

Jadi, apa saja yang perlu Anda ketahui tentang dana pendidikan ini? Singkatnya, ada tiga poin yang perlu diingat saat mempersiapkan dana pendidikan bagi anak Anda.

1. Berinvestasi untuk Biaya Universitas, Menabung untuk Biaya TK hingga SMA

Fakta pertama: Pendidikan SD, SMP dan SMA membutuhkan lebih sedikit biaya dibandingkan biaya universitas. Sekolah Menengah di Indonesia menghabiskan antara Rp 10 juta dan Rp 30 juta, sementara biaya kuliah di Universitas Indonesia atau Trisakti bisa berkisar dari Rp 30 juta hingga Rp 100 juta.

Fakta kedua: Ada lebih banyak pilihan untuk Sekolah Menengah, tapi hanya tersedia sedikit pilihan untuk universitas. Jadi, sementara Anda menginginkan universitas bagus yang terjangkau, Anda mungkin saja harus pergi ke universitas yang bagus tapi lebih mahal.

Fakta ketiga: Investasi membutuhkan waktu lebih lama, misalnya paling sedikit 7 tahun. Jika Anda berinvestasi dalam jangka waktu lebih pendek, resiko serta potensi kerugian Anda lebih besar.

Melihat beberapa fakta di atas, lebih masuk akal jika Anda menempatkan dana pendidikan anak Anda dalam instrumen investasi seperti reksa dana, saham, unit-link, karena Anda akan memiliki setidaknya 7 tahun atau lebih – dengan asumsi Anda tidak mulai menabung sejak 3 tahun sebelum anak Anda masuk universitas, ya!

Lalu, bagaimana dengan biaya SD dan SMP-SMA? Kami sarankan Anda menabung dana untuk ini dalam deposito berjangka. Dengan begitu, Anda akan memperoleh lebih banyak bunga dibandingkan rekening biasa dan tidak harus menanggung resiko jangka pendek.

2. Anda Perlu Berpikir Kecil

Jangan merasa terintimidasi dengan nominal yang besar hingga akhirnya menyerah bahkan untuk mencoba meraih target tersebut.

Ingatlah kalau kebiasaan menyisihkan Rp 50.000 per hari – seharga cemilan pastry dan kopi – bisa ‘membuahkan’ Rp 90 juta dalam waktu 5 tahun – jika Anda menaruhnya dalam deposito berjangka dengan bunga 6% per tahun.

“Untuk biaya kuliahnya nanti, sudah kumulai dari sejak anak umur 6 bulan. Sedikit terlambat sih memang, tapi semoga masih bisa mengejar biaya yang harus dikeluarkan 18 tahun lagi. Tiap bulan langsung disisihkan dari rekening gaji,” ujar Fitri, 31, seorang pegawai bank BUMN di Jakarta.

Dengan uang sebesar Rp 500.000 per bulan yang ditransfer otomatis ke rekening tabungan selama 18 tahun – dengan tingkat bunga sebesar 4,5%, maka Fitri akan mendapatkan tabungan sekitar Rp 152 juta pada saat anaknya masuk universitas.

3. Lindungi Dana Pendidikan Anak Anda

Hal terakhir yang Anda inginkan adalah kenyataan bahwa dana pendidikan anak Anda tersendat karena sesuatu terjadi pada Anda atau pasangan Anda.

Anda bisa melindungi dana pendidikan anak melalui produk berbasis unit link atau mengambil asuransi jiwa berjangka yang memastikan bahwa anak Anda akan tetap memperoleh dana sejumlah yang ia butuhkan begitu ia menginjak usia 18 tahun.

Jika Anda memiliki beberapa anak, hal yang terbaik ialah menyiapkan dana pendidikan untuk masing-masing anak dan bukan menggabungkannya dalam satu rekening atau polis asuransi.

Baca juga: Apakah Tabungan Anda Cukup untuk Masa Depan?

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×