Cara Memulai Rencana Pensiun Anda Sedini Mungkin


Disadari atau tidak, perencanaan pensiun sering diabaikan. Tak bisa dipungkiri bahwa hal ini membutuhkan persiapan jangka panjang karena jumlahnya tidak sedikit. Dana pensiun harus dapat mencukupi kebutuhan hidup Anda sehari-hari sejak Anda berhenti bekerja.

Salah satu cara terbaik mengumpulkan dana pensiun adalah dengan memulainya sedini mungkin. Dengan begitu, dana yang perlu Anda sisihkan per bulan tidak terlalu besar. Sebelum mengumpulkan dana pensiun, ada beberapa hal yang harus Anda perhitungkan terlebih dahulu:

1. Berapa usia Anda saat ini?

Maaf kalau kami bertanya tentang umur, tapi berbohong soal yang satu ini tidak akan menolong. Usia Anda saat ini sangat penting diperhatikan dalam merancang dana pensiun. Semakin muda, semakin mudah bagi Anda untuk mengumpulkan dana pensiun, karena uang yang perlu Anda sisihkan jumlahnya lebih kecil.

[Baca: Kiat Rencanakan Hidup Selepas Masa Kerja: Mencapai Rp 3 Miliar]
[Baca: Rahasia Tua Kaya Raya untuk Umur 20an]

Contohnya, Eka yang berusia 30 tahun ingin pensiun saat ia berusia 60. Saat ini, ia menghabiskan Rp 5 juta per bulan atau sekitar Rp 60 juta per tahun.

Jika ia mulai menabung sekarang, ia perlu menyisihkan sekitar Rp 1,7 juta per bulan*. Akan tetapi, jika ia baru mulai menabung saat usianya 40 tahun, ia perlu menyisihkan sekitar Rp 2,8 juta setiap bulan.

2. Di usia berapa Anda berencana pensiun?

Anda juga harus menentukan pada usia berapa Anda ingin pensiun. Bagi pegawai negeri atau karyawan swasta, usia pensiun biasanya sudah ditentukan oleh perusahaan; antara 40 dan 55 tahun.

Bila Anda masih punya pilihan dan ingin bekerja lebih lama, tentunya baik untuk Anda. Akan tetapi, jika Anda memilih pensiun dini, maka bersiaplah untuk bekerja dua kali lipat lebih keras saat masih muda.

Seperti contoh Eka di atas, jika ia ingin pensiun di usia 50 tahun – dan bukannya 60 – maka ia harus menyisihkan hampir dua kali lipat lebih banyak setiap bulannya:

Usia Pensiun 50 60
Jumlah yang harus ditabung tiap bulan Rp 3,3 juta Rp 1,7 juta

*Asumsi lain: Inflasi tahunan sebesar 7%, peluang hidup hingga 80 tahun, imbal hasil investasi 12% per tahun.

3. Besarnya dana pensiun Anda tergantung dari gaya hidup yang Anda inginkan di masa depan

Jika Anda menjadikan gaya hidup Anda saat ini sebagai acuan, apakah Anda berniat hidup lebih sederhana di masa depan, atau sama seperti sekarang?

[Baca: Hidup Senang Selepas Masa Kerja, Bisa Nggak Sih?]

Jangan remehkan jumlah uang yang harus Anda keluarkan setelah pensiun. Meski Anda mungkin tidak punya cicilan rumah dan anak-anak untuk disekolahkan, Anda mungkin ingin lebih sering berlibur dan membeli ini-itu untuk cucu Anda kelak.

Jika Eka berniat hidup lebih sederhana – hanya menghabiskan separuh dari jumlah yang ia keluarkan sekarang, ia hanya perlu menyisihkan dana separuh dari perhitungan sebelumnya, setiap bulan:

Gaya Hidup yang Anda Inginkan Sama seperti sekarang 50% lebih sederhana
Jumlah yang harus ditabung tiap bulan Rp 1,7 juta Rp 835.000

4. Dimana Anda akan menaruh investasi Anda?

Setelah Anda mengetahui jumlah dana pensiun yang dibutuhkan, jangka waktu untuk mengembangkannya, berapa uang yang harus Anda sisihkan setiap bulannya, langkah selanjutnya yang diperlukan adalah menentukan dimana Anda akan menaruh uang tersebut setiap bulan.

Menaruh uang Anda di bawah bantal atau rekening bank biasa bukanlah solusi yang bijaksana, karena Anda tidak akan mampu mengalahkan inflasi.

Contohnya, jika Eka menaruh dana pensiunnya ke dalam jenis investasi yang hanya memberi imbal hasil 5% per tahun (misalnya tabungan atau deposito), maka setiap bulan ia harus menyisihkan 3,5 kali lipat dari jumlah perkiraan awal.

Imbal Hasil Investasi Imbal hasil 12% per tahun Imbal hasil 5% per tahun
Jumlah yang harus ditabung tiap bulan Rp 1,7 juta Rp 6,1 juta

Semua ini hanya angka-angka untuk menunjukkan kepada Anda bahwa mempersiapkan dana pensiun adalah sesuatu yang sebaiknya Anda lakukan sekarang selagi muda dan produktif. Masa tua seperti apa yang Anda inginkan?

Baca juga: Menabung Dana Pendidikan atau Rencana Pensiun, Mana Lebih Dulu?

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×