7 Ide Bisnis untuk Anak-anak di Masa Liburan


Liburan bisa jadi waktu yang menyenangkan sekaligus produktif bagi orangtua dan anak, jika tahu bagaimana cara memanfaatkannya. Masih banyak alternatif bersenang-senang selain tamasya atau pergi ke mal – yang justru menghasilkan uang.

Beberapa ide berikut ini bisa Anda coba bersama anak-anak guna menumbuhkan kreativitas serta jiwa bisnis di dalam diri mereka.

1. Membuat Aksesoris

Revana, 10, membuat loomband dan dijual ke teman-teman, saudara dan tetangganya. Dengan modal 1 set loomband seharga Rp 85.000, ia bisa menghasilkan puluhan karet gelang aneka warna yang dijual Rp 20.000. Keuntungan yang diraupnya mencapai 100%, bahkan lebih.

Seneng aja waktu ada yang pesan dan bayar, apalagi kalau bilang bagus,” kata Revana yang gemar berkreasi dengan pernak-pernik kerajinan tangan. Setelah tren loomband menurun, ia pun mulai bereksperimen dengan bahan flannel.

“Lebih banyak model, lebih cepat bikinnya, dan lebih laku juga. Keuntungannya juga bisa lebih banyak,” ungkapnya ceplas-ceplos. Meski begitu, sesuai saran sang ibu, siswi kelas 4 SD ini tetap membatasi diri menerima pesanan sesuai dengan alokasi waktu yang ada, agar tidak mengganggu aktivitas belajarnya.

2. Membuat Amplop

Bermodal kertas kado warna-warni, Anita berpikir untuk membuat amplop angpao hari raya sendiri. Siswi berusia 12 tahun ini bisa menjual amplop kreasinya dengan harga Rp 1000 per amplop, dan mengantongi keuntungan hingga 10 kali lipat dari harga modal.

Berawal dari keisengan di hari libur, dalam sehari ia bisa membuat 10 amplop, sehingga selama liburan panjang sekolah ia bisa memproduksi paling sedikit 200 amplop. Kemudian, keuntungan yang didapatkannya akan ditabung sebagian sebagai modal untuk membuat amplop pada liburan mendatang. Sisanya akan ia gunakan untuk membeli pensil warna serta mentraktir orangtuanya.

“Ada pesanan lagi bikin angpao untuk imlek 50 buah. Aku mulai nyicil dari sekarang, sehari 1-2 amplop. Kalau weekend bisa sampai 5 amplop,” ujarnya gembira.

3. Berjualan Snacks dan Minuman

Di luar negeri, menjual es limun ( lemonade) sudah menjadi kegiatan yang sangat populer bagi anak-anak di musim panas.

Nana, 11, dan Dito, 7, melihat peluang ini setelah menonton video tentang tradisi berjualan es limun di YouTube. Mereka kemudian mempraktekkannya, meski tidak berharap banyak. “ Just for fun!” tukas mereka.

Kebetulan, rumah mereka berada di depan lapangan olahraga yang kerap didatangi banyak anak seusia mereka yang ingin berkumpul main basket atau sepeda. Maka, dengan modal sebotol sirup seharga Rp 12.000 dan dua balok es batu seharga Rp 2000, mereka membuat sekitar 30 gelas es sirup yang dijual Rp 1000 per gelas dan laku dalam 1-3 hari saja.

“Jualannya cuma sore aja, dari jam 4 sampai 6 sore. Biasanya udah ada yang nungguin kita buka, malah orangtua juga banyak yang beli,” kata Nana.

Keduanya tidak malu untuk berjualan, meski sebenarnya keluarga mereka sangat berkecukupan dalam hal ekonomi. Malah, mereka bangga karena bisa mengumpulkan uang sendiri untuk jalan-jalan.

  1 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×