20 Peluang Bisnis Rumahan Bermodal Kecil dengan Penghasilan Menjanjikan


Keadaan ekonomi yang lesu serta meningkatnya biaya hidup membuat banyak keluarga memutar otak dan mencari peluang usaha sampingan untuk menambah penghasilan. Bagi kebanyakan orang, kesempatan yang banyak dicari ialah memiliki bisnis rumahan yang bisa dilakukan dengan modal kecil atau nol, tapi mampu menghasilkan keuntungan stabil.

LiveOlive merangkum 20 peluang bisnis rumahan bermodal kecil yang bisa dilakukan secara offline atau online, dengan return on Investment (ROI) atau tingkat pengembalian investasi yang sepadan:

1. Bisnis Kuliner: Katering Masakan Rumah

Masakan rumah adalah sesuatu yang nampak sederhana, namun tidak pernah kekurangan peminat. Bisnis yang satu ini cukup menjanjikan karena makanan merupakan kebutuhan pokok sehari-hari, sementara tingkat kesibukan yang tinggi membuat sebagian orang tidak sempat memasak di rumah.

Variasi masakan yang bisa dipilih cukup beragam, mulai dari menu klasik yang sering kita temukan di warung nasi, masakan khas daerah, hingga paket katering dengan menu diet atau bento untuk bekal sekolah anak.

Jika proses pengerjaan dilakukan sendiri dengan menggunakan peralatan masak yang ada di rumah, maka biaya produksi hanya dialokasikan untuk bahan baku dan kemasan.

Modal awal yang dibutuhkan untuk membuat masakan rumahan sebanyak 50 porsi dengan menu sederhana seperti nasi putih, satu jenis sayur tumis, satu jenis oseng-oseng, satu jenis olahan ayam atau ikan, buah, kerupuk, dan air mineral adalah sekitar Rp 500.000.

Dengan harga jual standar Rp 20.000 per porsi, keuntungan yang bisa diperoleh adalah:

Paket harga per porsi @Rp 20.000 x 50 = Rp 1.000.000
Modal bahan baku                                     = Rp   500.000 -
Keuntungan                                                 = Rp  500.000

Dengan total keuntungan mencapai 100%, maka return on investment bisa tercapai dalam satu kali produksi.

Untuk memulai usaha masakan rumahan atau katering, tawarkan produk Anda ke komunitas terdekat sebagai uji coba. Jika sudah mengerti selera dan antusiasme pasar, Anda bisa mulai menambah porsi dan variasi makanan.

[Contoh: Usaha katering diet Mayo yang dipromosikan lewat Instagram]

2. Bisnis Kuliner: Makanan atau Minuman Ringan Olahan

Selain masakan rumahan, makanan ringan juga bisa menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Alasannya sederhana, karena peminat makanan ini selalu ada dan keberadaannya selalu disukai di setiap kesempatan, entah sebagai teman minum teh atau pelengkap jamuan resmi.

Variasi produk makanan yang potensial untuk jenis usaha ini antara lain:

Proses produksi makanan ringan biasanya membutuhkan perlengkapan memasak, misalnya oven, loyang, fryer, freezer, mesin vacuum, dan sebagainya – khususnya untuk proses pengolahan, pengemasan, atau penyimpanan. Untuk itu, pada pembiayaan modal, selain bahan baku, perlu diperhitungkan juga biaya investasi untuk pembelian peralatan.

Contoh kalkulasi pembiayaan usaha kue kering untuk produksi minimum bahan baku 1kg adalah sekitar Rp 50.000, untuk hasil sebanyak 3 toples ukuran 500 gram. Jika harga jual standar per toples adalah Rp 30.000,00, maka keuntungan yang bisa diperoleh untuk adonan kue per 1 kg adalah:

Harga jual per toples @Rp 30.000 x 3 = Rp 90.000
Biaya bahan baku                                  = Rp 50.000 -
Keuntungan                                            = Rp 40.000

Tanpa menyertakan biaya investasi, dari keuntungan yang diperoleh, perkiraan balik modal bisa dicapai dalam 1-2 kali produksi. Namun, jika Anda menganggarkan biaya investasi, dengan persentase keuntungan bersih sekitar 40%-50% untuk sekali produksi, maka pengembalian modal bisa dicapai dalam 4-5 kali produksi.

Kunci sukses bisnis makanan ringan biasanya berasal dari rasa yang enak dan khas, kemasan yang menarik, serta harga yang kompetitif. Jangan segan memberikan food samples gratis untuk mengenalkan produk Anda.

[Contoh: Berjualan kue cubit dengan membuka kedai]

3. Bisnis Fashion: Jasa Menjahit atau Butik Kecil

Orang membutuhkan pakaian tak sekedar untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin, namun juga sebagai penunjang gaya hidup. Bisnis fashion memiliki prospek yang cerah di Indonesia karena jumlah peminatnya tinggi – setengah populasi negara ini berusia dibawah 30 tahun.

Jika Anda memiliki kemampuan menjahit, Anda bisa membuka kios jahit atau butik di rumah. Ongkos jahit bervariasi tergantung model yang dibuat. Ongkos standar untuk menjahit satu potong pakaian berkisar antara Rp 100.000-Rp 300.000, tidak termasuk biaya material.

Modal awal yang harus disediakan untuk memulai usaha ini adalah sekitar Rp 3 juta untuk membeli mesin jahit (seharga Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta), serta perlengkapan menjahit – benang, jarum, dan lain-lain (seharga Rp 50.000-Rp 100.000).

Jika diasumsikan dalam sebulan Anda bisa mengerjakan 10 potong pakaian dengan tarif rata-rata Rp 200.000, maka omzet per bulan yang bisa diperoleh adalah Rp 2 juta dan return on investment bisa tercapai dalam waktu sekitar 2 bulan.

Untuk bisa menjadi penjahit yang sukses, selalu ikuti perkembangan fashion terkini, baik dalam hal teknik menjahit maupun model yang sedang digandrungi, karena konsumen akan banyak meminta saran saat menggunakan jasa Anda.

[Contoh: Membuka butik busana muslim dan membuat merk sendiri]

4. Bisnis Fashion: Jasa Pasang Payet dan Aksesori

Selain menjahit, peluang usaha di bidang fashion yang banyak dibutuhkan adalah pengerjaan detail aksen fashion, seperti payet dan aksesori. Pengusaha butik, tailor atau konveksi, biasanya memiliki sedikit waktu untuk mengerjakan hal tersebut. Jika Anda memiliki pengetahuan dan kemampuan, kesempatan ini bisa menjadi peluang emas yang menguntungkan.

Jasa pemasangan payet umumnya digunakan untuk kebaya, gaun pengantin, gaun pesta, busana muslim, dekorasi kerudung, dan berbagai aksesoris seperti tas, dompet, bahkan sepatu. Ongkosnya pun beragam, tergantung kesulitan dan luas permukaan yang akan dipayet. Harga pasarannya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 1 juta.

Berhubung ini termasuk bisnis jasa dengan biaya modal yang sangat kecil – kurang dari Rp 100.000 untuk payet – maka laba usaha bisa langsung diperoleh setiap pekerjaan selesai. Sebagai langkah awal, Anda bisa menawarkan jasa langsung ke konveksi atau butik yang ada di sekitar tempat tinggal Anda. Kemudian, jika bisnis rumahan ini mulai berkembang, Anda bisa membuka workshop sendiri di rumah.

[Contoh: Tutorial memasang payet di YouTube]

5. Bisnis Fashion: Reparasi Tas, Sepatu, dan Jaket Kulit

Bayangkan berapa banyak jumlah sepatu atau tas yang dimiliki setiap orang, terutama wanita. Dari waktu ke waktu, benda-benda tersebut mengalami kerusakan dan tidak tahu mau diapakan. Anda bisa mengambil peluang tersebut dengan membuka gerai atau bengkel reparasi tas dan sepatu, karena sebenarnya kebutuhan akan hal ini cukup tinggi dan pelaku usahanya masih belum terlalu banyak.

Jika mampu, Anda bisa mengerjakan pekerjaan ini sendiri, atau mempekerjakan orang lain yang lebih berpengalaman. Modal usaha awal yang dibutuhkan sekitar Rp 4 juta-Rp 5 juta, yakni untuk:

  • Sewa tempat usaha (jika harus menyewa)
  • Perlengkapan reparasi tas dan sepatu seperti mesin jahit biasa (sekitar Rp 1,5 juta), mesin jahit cangklong untuk bahan kulit atau bahan berat (sekitar Rp 2,5 juta), perlengkapan, seperti kulit sintesis, lem, kanvas, benang, dan lain-lain
  • Upah karyawan (jika tidak dikerjakan sendiri)

Kalkulasi keuntungan dan pengembalian modalnya adalah sebagai berikut:

  • Ongkos reparasi standar antara Rp 20.000–Rp 250.000, tergantung jenis bahan dan tingkat kesulitan
  • Omzet perbulan dengan menangani 50-100 produk berkisar antara Rp 3 juta–Rp 5 juta
  • Keuntungan bersih sekitar 40%
  • Return on investment: 4-6 bulan

Pangsa pasar potensial usaha ini kebanyakan berasal dari golongan menengah dan mahasiswa. Untuk itu, lokasi strategis yang bisa dipilih adalah di daerah sekitar kampus, pinggiran kota dekat pusat keramaian atau stasiun kereta.

[Contoh: Reparasi sepatu di Taman Puring, Jakarta Selatan]

6. Bisnis Jasa Pekerjaan Rumah: Laundry Kiloan

Salah satu bisnis rumahan yang saat ini sedang “naik daun” adalah laundry kiloan, terutama di kota-kota besar. Alasannya, banyak orang yang memanfaatkan jasa cuci setrika ini – misalnya keluarga yang tinggal di apartemen, mahasiswa, atau pegawai kantoran yang sibuk – karena praktis dan meringankan pekerjaan rutin rumah tangga, serta harganya sangat terjangkau.

Modal awal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis rumahan ini berkisar antara Rp 8,5 juta-Rp 10 juta, dengan alokasi utama untuk:

  • Mesin cuci otomatis kapasitas 8 kg (sekitar Rp 6 juta)
  • Mesin Pengering (sekitar Rp 2,5 juta)
  • Setrika
  • Timbangan 15 kg
  • Sabun cuci, pewangi, ember besar, gantungan baju, dan lain-lain

Berikut ini adalah kalkulasi keuntungan yang bisa diperoleh beserta return on investment usaha laundry kiloan:

  • Produksi rata-rata dengan menggunakan 1 mesin cuci dan 1 mesin pengering per harinya adalah sekitar 10-20 kg
  • Harga pasaran Rp 5000-Rp 8000 per kg
  • Omzet per bulan berkisar antara Rp 1,5 juta-Rp 3,6 juta
  • Dengan persentase keuntungan bersih sebesar 20%-30%, return on investment bisa dicapai dalam waktu 4-6 bulan.

Mesin cuci dan pengering merupakan jantung usaha laundry. Untuk itu, pastikan mesin yang Anda pakai berkualitas baik dengan hasil cucian yang bersih dan kering sempurna, sehingga bisa memberikan hasil yang memuaskan hati konsumen. Saat usaha sudah mulai berkembang, Anda bisa menambah mesin cuci dan menawarkan layanan ke lebih banyak tempat.

7. Bisnis Jasa Pekerjaan Rumah: Cuci Kendaraan Bermotor

Ada ribuan kendaraan bermotor berlalu-lalang di jalan setiap hari. Tentunya tidak semua pemilik mobil atau motor mau meluangkan waktu mereka untuk mencuci kendaraannya sendiri, kan? Jika Anda memiliki lahan di depan rumah, manfaatkan saja peluang ini sebagai usaha sampingan.

Jika lahan yang ada ukurannya terbatas, Anda bisa fokus menyediakan jasa cuci sepeda motor saja. Namun, jika lahan usaha Anda cukup luas, Anda bisa sekaligus memberi pelayanan jasa cuci mobil. Hal penting yang perlu dipikirkan adalah ketersediaan air sebagai bahan baku utama.

Modal awal yang dibutuhkan untuk membuka usaha ini sekitar Rp 5 juta–Rp 7 juta:

  • Kompresor dan alat steam seharga Rp 5 juta
  • Pembangunan tempat cuci dan penampung air seharga Rp 2 juta
  • Biaya operasional bulanan, seperti bahan bakar kompresor dan listrik per bulan seharga Rp 500.000

Jika ongkos cuci motor adalah sebesar Rp 6000 dan cuci mobil Rp 15.000, dan rata-rata kendaraan yang dicuci per hari sebanyak 10 buah motor dan 3 buah mobil, maka analisis keuntungan per bulannya adalah:

10 x @Rp 6000 x 30  = Rp 1.800.000
3 x @Rp 15.000 x 30 = Rp 1.350.000 +
Omzet per bulan        = Rp 3.150.000

Dengan persentase keuntungan bersih sebesar 20%–30% , return on investment bisa tercapai dalam waktu sekitar 6 bulan.

8. Bisnis Jasa Penitipan dan Perawatan Hewan

Tingkat kesibukan yang tinggi, rencana liburan, atau ketatnya aturan mengenai pemeliharaan hewan di tempat tinggal, memberikan peluang untuk menjalankan bisnis jasa penitipan hewan. Dengan pangsa pasar menengah ke atas, usaha ini memiliki peluang keuntungan yang cukup menjanjikan, khususnya bagi Anda pecinta binatang.

Hewan peliharaan yang biasanya dititipkan adalah kucing, anjing, kelinci, hamster atau beberapa jenis reptil. Layanan jasa yang ditawarkan bisa sangat beragam, mulai dari penitipan, perawatan seperti memandikan, merapikan bulu, memotong kuku, hingga pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan.

Modal awal yang dibutuhkan untuk membuka jasa penitipan dengan kapasitas 10-15 ekor hewan adalah sebesar Rp 5 juta-Rp 10 juta, yang dialokasikan untuk:

  • Penyewaan ruko atau tempat usaha
  • Kandang dan prasarana perawatan
  • Makanan dan vitamin

Omzet yang bisa diperoleh per bulan dengan perhitungan rata-rata 10 hewan titipan per minggu, dengan harga Rp 50.000 per hari adalah Rp 2 juta. Angka tersebut belum termasuk pendapatan dari perawatan lain-lain. Omzet bersih per bulan untuk penitipan hewan yang sudah berjalan 6 bulan adalah sekitar Rp 4 juta per bulan. Artinya, selama jangka waktu tersebut, biaya modal sudah bisa kembali. Untuk menghindari risiko kematian atau penularan penyakit, sebaiknya pisahkan ruangan untuk hewan yang terindikasi berpenyakit atau berkutu.

9. Bisnis Kesehatan dan Kebugaran: Sanggar Senam

Saat ini masyarakat semakin memperhatikan kesehatan dan penampilan. Karena itu, segala bisnis yang berkaitan dengan olahraga dan perawatan tubuh juga semakin menarik minat. Orang mencari berbagai cara untuk berolahraga dengan penuh gaya, termasuk dengan mengikuti kelas di gym atau sanggar senam.

Jika Anda menyukai aktivitas semacam ini, serta memiliki kemampuan untuk menjadi seorang instruktur, Anda bisa mencoba membuka usaha sanggar senam. Jenis pilihan kelas bisa beragam, dari mulai aerobik, yoga, pilates, hingga senam hamil. Untuk itu, Anda membutuhkan ruangan kosong yang cukup luas agar bisa mengakomodasi setidaknya 15 orang dalam satu kelas.

Modal awal yang dibutuhkan untuk usaha ini sekitar Rp 10 juta-Rp 15 juta, untuk:

  • Setting ruang senam (kaca, AC, matras)
  • CD player atau speaker aktif
  • Cetak brosur dan biaya promosi
  • Membayar instruktur (jika tidak dilakukan sendiri)

Dengan asumsi di tahap awal keanggotaan berkisar antara 10-20 orang dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 25.000 dan biaya senam per kedatangan sebesar Rp 20.000, maka penghasilan yang bisa diperoleh per bulan (20 hari kerja) adalah:

Biaya pendaftaran Rp 25.000 x 20  = Rp   500.000
Biaya senam
@Rp 20.000 x 20 x 20 hari              = Rp 8.000.000 -
Perkiraan penghasilan                     = Rp 8.500.000

Angka ini terhitung fluktuatif, karena keanggotaan senam biasanya sangat dinamis, bisa berkurang dan bertambah setiap saat. Dengan rata-rata persentase keuntungan bersih sekitar 30%-40%, pengembalian modal bisa dicapai dalam waktu 5-6 bulan. Ketika bisnis rumahan Anda sudah berjalan stabil dan anggota senam semakin banyak, Anda bisa mulai menambah jenis kelas senam dan merekrut lebih banyak instruktur yang berpengalaman.

[Contoh: Mantan aktris yang membuka usaha senam sendiri]

10. Bisnis Kesehatan dan Perawatan Tubuh: Mini Spa

Mahalnya biaya perawatan tubuh di salon, spa dan skin center membuat sebagian wanita mengurungkan niat dan memilih untuk melakukan perawatan seadanya di rumah. Mobile app GoJek bahkan melebarkan jenis layanannya dengan menawarkan layanan massage dan salon yang terjangkau.

Anda bisa mengambil peluang ini dengan membuka jasa perawatan tubuh dan kecantikan berskala rumahan, alias spa mini.

Spa mini memberikan layanan yang tak jauh berbeda dari pusat perawatan eksklusif, seperti body and face massage, lulur dan body scrub, pijat aromaterapi, hair mask, hingga refleksi. Dengan memanfaatkan ruangan yang tidak terpakai di rumah, usaha ini bisa dilakukan dengan modal sekitar Rp 15 juta, yang dialokasikan untuk:

  • Menata dekorasi ruang spa
  • Barang-barang pendukung, seperti single bed, meja dan kursi untuk ruang tunggu dan kasir, etalase, meja dan kaca besar, tirai, dan sebagainya
  • Perlengkapan perawatan seperti: handuk, lulur, minyak aromaterapi, dan lain-lain
  • Biaya listrik, air, pemasaran, dan gaji pegawai

Harga rata-rata layanan spa mini adalah Rp 75.000. Dengan rata-rata pengunjung per hari sebanyak 3-5 orang, keuntungan yang bisa diperoleh adalah:

Pemasukan per bulan
@Rp 75.000 x 3 x 30                 = Rp 6.750.000
Biaya operasional dan gaji pegawai (2 orang)        
                                                     = Rp 3.500.000 -
Keuntungan bersih per bulan    = Rp 3.250.000

Dilihat dari persentase keuntungan bersih, return on investment bisa dicapai dalam waktu sekitar 6-8 bulan. Untuk menampilkan kesan spa yang elegan, lakukan penataan interior sederhana dengan pilihan cat warna putih atau krem dengan interior warna senada, seperti seprai cokelat muda dan hiasan kain batik.

  1 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×