20 Peluang Bisnis Rumahan Bermodal Kecil dengan Penghasilan Menjanjikan


Keadaan ekonomi yang lesu serta meningkatnya biaya hidup membuat banyak keluarga memutar otak dan mencari peluang usaha sampingan untuk menambah penghasilan. Bagi kebanyakan orang, kesempatan yang banyak dicari ialah memiliki bisnis rumahan yang bisa dilakukan dengan modal kecil atau nol, tapi mampu menghasilkan keuntungan stabil.

LiveOlive merangkum 20 peluang bisnis rumahan bermodal kecil yang bisa dilakukan secara offline atau online, dengan return on Investment (ROI) atau tingkat pengembalian investasi yang sepadan:

1. Bisnis Kuliner: Katering Masakan Rumah

Masakan rumah adalah sesuatu yang nampak sederhana, namun tidak pernah kekurangan peminat. Bisnis yang satu ini cukup menjanjikan karena makanan merupakan kebutuhan pokok sehari-hari, sementara tingkat kesibukan yang tinggi membuat sebagian orang tidak sempat memasak di rumah.

Variasi masakan yang bisa dipilih cukup beragam, mulai dari menu klasik yang sering kita temukan di warung nasi, masakan khas daerah, hingga paket katering dengan menu diet atau bento untuk bekal sekolah anak.

Jika proses pengerjaan dilakukan sendiri dengan menggunakan peralatan masak yang ada di rumah, maka biaya produksi hanya dialokasikan untuk bahan baku dan kemasan.

Modal awal yang dibutuhkan untuk membuat masakan rumahan sebanyak 50 porsi dengan menu sederhana seperti nasi putih, satu jenis sayur tumis, satu jenis oseng-oseng, satu jenis olahan ayam atau ikan, buah, kerupuk, dan air mineral adalah sekitar Rp 500.000.

Dengan harga jual standar Rp 20.000 per porsi, keuntungan yang bisa diperoleh adalah:

Paket harga per porsi @Rp 20.000 x 50 = Rp 1.000.000
Modal bahan baku                                     = Rp   500.000 -
Keuntungan                                                 = Rp  500.000

Dengan total keuntungan mencapai 100%, maka return on investment bisa tercapai dalam satu kali produksi.

Untuk memulai usaha masakan rumahan atau katering, tawarkan produk Anda ke komunitas terdekat sebagai uji coba. Jika sudah mengerti selera dan antusiasme pasar, Anda bisa mulai menambah porsi dan variasi makanan.

[Contoh: Usaha katering diet Mayo yang dipromosikan lewat Instagram]

2. Bisnis Kuliner: Makanan atau Minuman Ringan Olahan

Selain masakan rumahan, makanan ringan juga bisa menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Alasannya sederhana, karena peminat makanan ini selalu ada dan keberadaannya selalu disukai di setiap kesempatan, entah sebagai teman minum teh atau pelengkap jamuan resmi.

Variasi produk makanan yang potensial untuk jenis usaha ini antara lain:

Proses produksi makanan ringan biasanya membutuhkan perlengkapan memasak, misalnya oven, loyang, fryer, freezer, mesin vacuum, dan sebagainya – khususnya untuk proses pengolahan, pengemasan, atau penyimpanan. Untuk itu, pada pembiayaan modal, selain bahan baku, perlu diperhitungkan juga biaya investasi untuk pembelian peralatan.

Contoh kalkulasi pembiayaan usaha kue kering untuk produksi minimum bahan baku 1kg adalah sekitar Rp 50.000, untuk hasil sebanyak 3 toples ukuran 500 gram. Jika harga jual standar per toples adalah Rp 30.000,00, maka keuntungan yang bisa diperoleh untuk adonan kue per 1 kg adalah:

Harga jual per toples @Rp 30.000 x 3 = Rp 90.000
Biaya bahan baku                                  = Rp 50.000 -
Keuntungan                                            = Rp 40.000

Tanpa menyertakan biaya investasi, dari keuntungan yang diperoleh, perkiraan balik modal bisa dicapai dalam 1-2 kali produksi. Namun, jika Anda menganggarkan biaya investasi, dengan persentase keuntungan bersih sekitar 40%-50% untuk sekali produksi, maka pengembalian modal bisa dicapai dalam 4-5 kali produksi.

Kunci sukses bisnis makanan ringan biasanya berasal dari rasa yang enak dan khas, kemasan yang menarik, serta harga yang kompetitif. Jangan segan memberikan food samples gratis untuk mengenalkan produk Anda.

[Contoh: Berjualan kue cubit dengan membuka kedai]

3. Bisnis Fashion: Jasa Menjahit atau Butik Kecil

Orang membutuhkan pakaian tak sekedar untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin, namun juga sebagai penunjang gaya hidup. Bisnis fashion memiliki prospek yang cerah di Indonesia karena jumlah peminatnya tinggi – setengah populasi negara ini berusia dibawah 30 tahun.

Jika Anda memiliki kemampuan menjahit, Anda bisa membuka kios jahit atau butik di rumah. Ongkos jahit bervariasi tergantung model yang dibuat. Ongkos standar untuk menjahit satu potong pakaian berkisar antara Rp 100.000-Rp 300.000, tidak termasuk biaya material.

Modal awal yang harus disediakan untuk memulai usaha ini adalah sekitar Rp 3 juta untuk membeli mesin jahit (seharga Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta), serta perlengkapan menjahit – benang, jarum, dan lain-lain (seharga Rp 50.000-Rp 100.000).

Jika diasumsikan dalam sebulan Anda bisa mengerjakan 10 potong pakaian dengan tarif rata-rata Rp 200.000, maka omzet per bulan yang bisa diperoleh adalah Rp 2 juta dan return on investment bisa tercapai dalam waktu sekitar 2 bulan.

Untuk bisa menjadi penjahit yang sukses, selalu ikuti perkembangan fashion terkini, baik dalam hal teknik menjahit maupun model yang sedang digandrungi, karena konsumen akan banyak meminta saran saat menggunakan jasa Anda.

[Contoh: Membuka butik busana muslim dan membuat merk sendiri]

4. Bisnis Fashion: Jasa Pasang Payet dan Aksesori

Selain menjahit, peluang usaha di bidang fashion yang banyak dibutuhkan adalah pengerjaan detail aksen fashion, seperti payet dan aksesori. Pengusaha butik, tailor atau konveksi, biasanya memiliki sedikit waktu untuk mengerjakan hal tersebut. Jika Anda memiliki pengetahuan dan kemampuan, kesempatan ini bisa menjadi peluang emas yang menguntungkan.

Jasa pemasangan payet umumnya digunakan untuk kebaya, gaun pengantin, gaun pesta, busana muslim, dekorasi kerudung, dan berbagai aksesoris seperti tas, dompet, bahkan sepatu. Ongkosnya pun beragam, tergantung kesulitan dan luas permukaan yang akan dipayet. Harga pasarannya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 1 juta.

Berhubung ini termasuk bisnis jasa dengan biaya modal yang sangat kecil – kurang dari Rp 100.000 untuk payet – maka laba usaha bisa langsung diperoleh setiap pekerjaan selesai. Sebagai langkah awal, Anda bisa menawarkan jasa langsung ke konveksi atau butik yang ada di sekitar tempat tinggal Anda. Kemudian, jika bisnis rumahan ini mulai berkembang, Anda bisa membuka workshop sendiri di rumah.

[Contoh: Tutorial memasang payet di YouTube]

5. Bisnis Fashion: Reparasi Tas, Sepatu, dan Jaket Kulit

Bayangkan berapa banyak jumlah sepatu atau tas yang dimiliki setiap orang, terutama wanita. Dari waktu ke waktu, benda-benda tersebut mengalami kerusakan dan tidak tahu mau diapakan. Anda bisa mengambil peluang tersebut dengan membuka gerai atau bengkel reparasi tas dan sepatu, karena sebenarnya kebutuhan akan hal ini cukup tinggi dan pelaku usahanya masih belum terlalu banyak.

Jika mampu, Anda bisa mengerjakan pekerjaan ini sendiri, atau mempekerjakan orang lain yang lebih berpengalaman. Modal usaha awal yang dibutuhkan sekitar Rp 4 juta-Rp 5 juta, yakni untuk:

  • Sewa tempat usaha (jika harus menyewa)
  • Perlengkapan reparasi tas dan sepatu seperti mesin jahit biasa (sekitar Rp 1,5 juta), mesin jahit cangklong untuk bahan kulit atau bahan berat (sekitar Rp 2,5 juta), perlengkapan, seperti kulit sintesis, lem, kanvas, benang, dan lain-lain
  • Upah karyawan (jika tidak dikerjakan sendiri)

Kalkulasi keuntungan dan pengembalian modalnya adalah sebagai berikut:

  • Ongkos reparasi standar antara Rp 20.000–Rp 250.000, tergantung jenis bahan dan tingkat kesulitan
  • Omzet perbulan dengan menangani 50-100 produk berkisar antara Rp 3 juta–Rp 5 juta
  • Keuntungan bersih sekitar 40%
  • Return on investment: 4-6 bulan

Pangsa pasar potensial usaha ini kebanyakan berasal dari golongan menengah dan mahasiswa. Untuk itu, lokasi strategis yang bisa dipilih adalah di daerah sekitar kampus, pinggiran kota dekat pusat keramaian atau stasiun kereta.

[Contoh: Reparasi sepatu di Taman Puring, Jakarta Selatan]

6. Bisnis Jasa Pekerjaan Rumah: Laundry Kiloan

Salah satu bisnis rumahan yang saat ini sedang “naik daun” adalah laundry kiloan, terutama di kota-kota besar. Alasannya, banyak orang yang memanfaatkan jasa cuci setrika ini – misalnya keluarga yang tinggal di apartemen, mahasiswa, atau pegawai kantoran yang sibuk – karena praktis dan meringankan pekerjaan rutin rumah tangga, serta harganya sangat terjangkau.

Modal awal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis rumahan ini berkisar antara Rp 8,5 juta-Rp 10 juta, dengan alokasi utama untuk:

  • Mesin cuci otomatis kapasitas 8 kg (sekitar Rp 6 juta)
  • Mesin Pengering (sekitar Rp 2,5 juta)
  • Setrika
  • Timbangan 15 kg
  • Sabun cuci, pewangi, ember besar, gantungan baju, dan lain-lain

Berikut ini adalah kalkulasi keuntungan yang bisa diperoleh beserta return on investment usaha laundry kiloan:

  • Produksi rata-rata dengan menggunakan 1 mesin cuci dan 1 mesin pengering per harinya adalah sekitar 10-20 kg
  • Harga pasaran Rp 5000-Rp 8000 per kg
  • Omzet per bulan berkisar antara Rp 1,5 juta-Rp 3,6 juta
  • Dengan persentase keuntungan bersih sebesar 20%-30%, return on investment bisa dicapai dalam waktu 4-6 bulan.

Mesin cuci dan pengering merupakan jantung usaha laundry. Untuk itu, pastikan mesin yang Anda pakai berkualitas baik dengan hasil cucian yang bersih dan kering sempurna, sehingga bisa memberikan hasil yang memuaskan hati konsumen. Saat usaha sudah mulai berkembang, Anda bisa menambah mesin cuci dan menawarkan layanan ke lebih banyak tempat.

7. Bisnis Jasa Pekerjaan Rumah: Cuci Kendaraan Bermotor

Ada ribuan kendaraan bermotor berlalu-lalang di jalan setiap hari. Tentunya tidak semua pemilik mobil atau motor mau meluangkan waktu mereka untuk mencuci kendaraannya sendiri, kan? Jika Anda memiliki lahan di depan rumah, manfaatkan saja peluang ini sebagai usaha sampingan.

Jika lahan yang ada ukurannya terbatas, Anda bisa fokus menyediakan jasa cuci sepeda motor saja. Namun, jika lahan usaha Anda cukup luas, Anda bisa sekaligus memberi pelayanan jasa cuci mobil. Hal penting yang perlu dipikirkan adalah ketersediaan air sebagai bahan baku utama.

Modal awal yang dibutuhkan untuk membuka usaha ini sekitar Rp 5 juta–Rp 7 juta:

  • Kompresor dan alat steam seharga Rp 5 juta
  • Pembangunan tempat cuci dan penampung air seharga Rp 2 juta
  • Biaya operasional bulanan, seperti bahan bakar kompresor dan listrik per bulan seharga Rp 500.000

Jika ongkos cuci motor adalah sebesar Rp 6000 dan cuci mobil Rp 15.000, dan rata-rata kendaraan yang dicuci per hari sebanyak 10 buah motor dan 3 buah mobil, maka analisis keuntungan per bulannya adalah:

10 x @Rp 6000 x 30  = Rp 1.800.000
3 x @Rp 15.000 x 30 = Rp 1.350.000 +
Omzet per bulan        = Rp 3.150.000

Dengan persentase keuntungan bersih sebesar 20%–30% , return on investment bisa tercapai dalam waktu sekitar 6 bulan.

8. Bisnis Jasa Penitipan dan Perawatan Hewan

Tingkat kesibukan yang tinggi, rencana liburan, atau ketatnya aturan mengenai pemeliharaan hewan di tempat tinggal, memberikan peluang untuk menjalankan bisnis jasa penitipan hewan. Dengan pangsa pasar menengah ke atas, usaha ini memiliki peluang keuntungan yang cukup menjanjikan, khususnya bagi Anda pecinta binatang.

Hewan peliharaan yang biasanya dititipkan adalah kucing, anjing, kelinci, hamster atau beberapa jenis reptil. Layanan jasa yang ditawarkan bisa sangat beragam, mulai dari penitipan, perawatan seperti memandikan, merapikan bulu, memotong kuku, hingga pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan.

Modal awal yang dibutuhkan untuk membuka jasa penitipan dengan kapasitas 10-15 ekor hewan adalah sebesar Rp 5 juta-Rp 10 juta, yang dialokasikan untuk:

  • Penyewaan ruko atau tempat usaha
  • Kandang dan prasarana perawatan
  • Makanan dan vitamin

Omzet yang bisa diperoleh per bulan dengan perhitungan rata-rata 10 hewan titipan per minggu, dengan harga Rp 50.000 per hari adalah Rp 2 juta. Angka tersebut belum termasuk pendapatan dari perawatan lain-lain. Omzet bersih per bulan untuk penitipan hewan yang sudah berjalan 6 bulan adalah sekitar Rp 4 juta per bulan. Artinya, selama jangka waktu tersebut, biaya modal sudah bisa kembali. Untuk menghindari risiko kematian atau penularan penyakit, sebaiknya pisahkan ruangan untuk hewan yang terindikasi berpenyakit atau berkutu.

9. Bisnis Kesehatan dan Kebugaran: Sanggar Senam

Saat ini masyarakat semakin memperhatikan kesehatan dan penampilan. Karena itu, segala bisnis yang berkaitan dengan olahraga dan perawatan tubuh juga semakin menarik minat. Orang mencari berbagai cara untuk berolahraga dengan penuh gaya, termasuk dengan mengikuti kelas di gym atau sanggar senam.

Jika Anda menyukai aktivitas semacam ini, serta memiliki kemampuan untuk menjadi seorang instruktur, Anda bisa mencoba membuka usaha sanggar senam. Jenis pilihan kelas bisa beragam, dari mulai aerobik, yoga, pilates, hingga senam hamil. Untuk itu, Anda membutuhkan ruangan kosong yang cukup luas agar bisa mengakomodasi setidaknya 15 orang dalam satu kelas.

Modal awal yang dibutuhkan untuk usaha ini sekitar Rp 10 juta-Rp 15 juta, untuk:

  • Setting ruang senam (kaca, AC, matras)
  • CD player atau speaker aktif
  • Cetak brosur dan biaya promosi
  • Membayar instruktur (jika tidak dilakukan sendiri)

Dengan asumsi di tahap awal keanggotaan berkisar antara 10-20 orang dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 25.000 dan biaya senam per kedatangan sebesar Rp 20.000, maka penghasilan yang bisa diperoleh per bulan (20 hari kerja) adalah:

Biaya pendaftaran Rp 25.000 x 20  = Rp   500.000
Biaya senam
@Rp 20.000 x 20 x 20 hari              = Rp 8.000.000 -
Perkiraan penghasilan                     = Rp 8.500.000

Angka ini terhitung fluktuatif, karena keanggotaan senam biasanya sangat dinamis, bisa berkurang dan bertambah setiap saat. Dengan rata-rata persentase keuntungan bersih sekitar 30%-40%, pengembalian modal bisa dicapai dalam waktu 5-6 bulan. Ketika bisnis rumahan Anda sudah berjalan stabil dan anggota senam semakin banyak, Anda bisa mulai menambah jenis kelas senam dan merekrut lebih banyak instruktur yang berpengalaman.

[Contoh: Mantan aktris yang membuka usaha senam sendiri]

10. Bisnis Kesehatan dan Perawatan Tubuh: Mini Spa

Mahalnya biaya perawatan tubuh di salon, spa dan skin center membuat sebagian wanita mengurungkan niat dan memilih untuk melakukan perawatan seadanya di rumah. Mobile app GoJek bahkan melebarkan jenis layanannya dengan menawarkan layanan massage dan salon yang terjangkau.

Anda bisa mengambil peluang ini dengan membuka jasa perawatan tubuh dan kecantikan berskala rumahan, alias spa mini.

Spa mini memberikan layanan yang tak jauh berbeda dari pusat perawatan eksklusif, seperti body and face massage, lulur dan body scrub, pijat aromaterapi, hair mask, hingga refleksi. Dengan memanfaatkan ruangan yang tidak terpakai di rumah, usaha ini bisa dilakukan dengan modal sekitar Rp 15 juta, yang dialokasikan untuk:

  • Menata dekorasi ruang spa
  • Barang-barang pendukung, seperti single bed, meja dan kursi untuk ruang tunggu dan kasir, etalase, meja dan kaca besar, tirai, dan sebagainya
  • Perlengkapan perawatan seperti: handuk, lulur, minyak aromaterapi, dan lain-lain
  • Biaya listrik, air, pemasaran, dan gaji pegawai

Harga rata-rata layanan spa mini adalah Rp 75.000. Dengan rata-rata pengunjung per hari sebanyak 3-5 orang, keuntungan yang bisa diperoleh adalah:

Pemasukan per bulan
@Rp 75.000 x 3 x 30                 = Rp 6.750.000
Biaya operasional dan gaji pegawai (2 orang)        
                                                     = Rp 3.500.000 -
Keuntungan bersih per bulan    = Rp 3.250.000

Dilihat dari persentase keuntungan bersih, return on investment bisa dicapai dalam waktu sekitar 6-8 bulan. Untuk menampilkan kesan spa yang elegan, lakukan penataan interior sederhana dengan pilihan cat warna putih atau krem dengan interior warna senada, seperti seprai cokelat muda dan hiasan kain batik.


11. Bisnis Pendidikan: Kursus Akademis dan Keahlian

Daya saing yang semakin tinggi menuntut setiap orang untuk senantiasa belajar dan memperbarui pengetahuannya. Oleh karena itu, keberadaan kursus bimbingan belajar dan lembaga-lembaga pelatihan akan semakin dicari.

Jika Anda memiliki keterampilan atau sertifikasi khusus yang memungkinkan Anda untuk menjadi tenaga pengajar, tidak ada salahnya mencoba membuka kursus atau lembaga pendidikan di rumah, baik yang berhubungan dengan kursus akademis dan persiapan ujian, kursus bahasa asing, musik, kursus tari, kursus masak, kursus jahit, kursus renang, kursus mengemudi, menulis, kursus melukis, pelatihan menulis, dan sebagainya.

Usaha ini bisa dimulai tanpa menggunakan modal, yakni dengan memberikan kursus privat terlebih dahulu, dengan menarik minat orang-orang atau kenalan terdekat. Keberhasilan siswa hasil didikan Anda akan membangun kepercayaan dan menjadi modal pemasaran utama. Saat bisnis rumahan Anda semakin ramai, Anda bisa mengelolanya secara lebih serius dengan memanfaatkan ruangan kosong di rumah, atau bahkan menyewa tempat dan merekrut tenaga pengajar tambahan.

12. Bisnis Event Organizer (EO)

Event organizer merupakan tenaga profesional yang membantu penyelenggaraan suatu kegiatan, seperti pesta pernikahan, ulang tahun, akikah, atau acara kelembagaan seperti outbond training, motivation building, seminar,hingga pameran dan festival musik. Bisnis ini merupakan lahan usaha yang prospektif, mengingat kecenderungan masyarakat saat ini selalu ingin praktis dan tidak mau berurusan dengan dengan hal-hal yang merepotkan.

Modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis EO mencakup tempat usaha, jaringan internet, dan biaya administrasi pembuatan proposal dan profil usaha. Sebagai permulaan, Anda bisa menggunakan rumah Anda sebagai tempat usaha.

Ketika memulai bisnis ini, Anda tentunya belum memiliki sponsor. Untuk itu, Anda dan tim harus menyiapkan modal dari kantong sendiri sedikitnya Rp 5 juta untuk sejumlah persiapan awal, seperti uang muka sewa tempat atau biaya sewa peralatan. Ada baiknya untuk memilih event yang tidak mengandung risiko dan kemungkinan kerugiannya kecil, seperti acara ulang tahun anak-anak, sweet seventeen, atau baby shower.

Setelah itu Anda bisa mempertimbangkan untuk mengambil event yang lebih besar seperti pesta pernikahan.

Margin laba rata-rata yang diperoleh dari bisnis ini berkisar antara 20%-30% dari modal. Namun Anda juga akan memperoleh pendapatan dari organizer fee yang besaran standarnya sebesar 10% dari anggaran yang diajukan.

[Contoh: Event Organizer untuk pesta ulang tahun anak]

13. Bisnis Desain Grafis dan Percetakan Digital

Jika berbicara tentang percetakan digital, Anda mungkin langsung membayangkan mesin cetak berukuran besar yang harganya mencapai ratusan juta rupiah. Namun, sebenarnya Anda juga bisa mulai menjalankan bisnis percetakan digital kecil-kecilan dari rumah.

Cukup dengan perangkat komputer dan mesin printer, layanan percetakan bisa dilakukan dalam skala kecil, yaitu maksimal 200-300 lembar, seperti misalnya untuk cetak foto, kartu nama, undangan, brosur, stiker, nota NCR, dan sebagainya.Modal awal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis rumahan ini adalah sekitar Rp 7 juta, yang dialokasikan untuk:

  • Perangkat komputer atau laptop dengan spesifikasi menengah seharga Rp 5 juta
  • Mesin printer infus + tinta seharga Rp 1 juta
  • Mesin pemotong, binding, laminator, template dan art paper Rp 1 juta

Kalkulasi keuntungan yang bisa diperoleh adalah sebagai berikut:

  • Biaya kertas dan tinta untuk mencetak per lembar = Rp 300-Rp 1500
  • Harga cetak rata-rata per lembar = Rp 600-Rp 3000
  • Keuntungan bersih rata-rata sebesar 40%-50%
  • Return on investment bisa dicapai dalam waktu 4-6 bulan

Pada kenyataannya, barriers to entry bisnis rumahan jenis ini rendah, sehingga siapa saja bisa menjalankan usaha ini – meski tidak memiliki pendidikan formal di bidang desain grafis. Oleh karena itu, tingkat persaingannya cukup tinggi dan loyalitas konsumennya rendah. Selain harus punya kreativitas yang tinggi, setidaknya Anda harus menguasai graphic editing software dasar seperti Adobe Illustrator dan Photoshop.

14. Bisnis Jasa Penyewaan Kostum atau Busana

Ada kalanya seseorang membutuhkan penampilan yang istimewa saat menghadiri atau melaksanakan acara tertentu, seperti wisuda, pertunangan, pernikahan, pementasan seni, atau acara kebudayaan. Banyak yang memilih menyewa baju untuk acara khusus ini karena lebih praktis, cepat dan murah dibandingkan jika membeli atau menjahit dari nol.

Bagi Anda yang berjiwa entrepreneur, peluang ini juga bisa menjadi peluang bisnis, yaitu dengan membuka jasa penyewaan busana dan kostum. Modal awal untuk membuka usaha ini mungkin tidak terlalu kecil, namun keuntungan yang diperoleh sangat menjanjikan dengan tingkat pengembalian modal yang tergolong cepat.

Sebagai pemula dengan target pasar menengah, modal awal yang Anda butuhkan berkisar antara Rp 15 juta dan Rp 20 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk pembelian lemari display, gantungan baju, beberapa mannequin, serta pakaian-pakaian berkualitas baik yang akan disewakan. Untuk menghindari kerusakan, Anda bisa menerapkan sistem deposit yang besarannya seharga satu kali sewa.

Harga sewa rata-rata yang dikenakan kepada penyewa, mulai dari gaun anak-anak, baju adat, hingga kebaya dan jas pengantin, berkisar Rp 60.000–Rp 1.000.000 untuk masa peminjaman selama 3 hari. Dengan omzet keuntungan per bulan sekitar 50%-60%, pengembalian modal bisa dicapai dalam waktu sekitar 6 bulan. Untuk menekan biaya modal, Anda bisa bekerjasama dengan penjahit berpengalaman untuk mengerjakan beberapa gaun, kebaya, atau kostum.

15. Bisnis Jasa Penyewaan Lahan Parkir

Jika Anda memiliki lahan tidak terpakai dan lokasi tempat tinggal Anda berada di daerah strategis – misalnya di dekat pusat perkantoran, perbelanjaan, sekolah, pasar, atau stasiun – Anda bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk mendulang rejeki, yaitu dengan menyewakannya sebagai lahan parkir kendaraan bermotor.

Modal awal yang dibutuhkan tidak terlalu besar, bisa dibawah Rp 1 juta, yaitu untuk meratakan lahan dan membuat portal sederhana. Untuk parkir rumahan, sistem tarif yang ditetapkan berkisar antara Rp 2000–Rp 7500. Waktunya dimulai dari pagi hari pukul 06:00 hingga pukul 20:00.

Secara teori, lahar parkir yang dialokasikan untuk sebuah motor membutuhkan luas lahan 1,5m² (0,75x2m). Artinya jika Anda memiliki lahan 25m² Anda bisa memuat sekitar 15 motor. Namun dalam pelaksanaan di lapangan, dengan luas lahan yang sama, dan pengaturan yang jaraknya agak dekat, motor yang dimuat bisa mencapai 20 buah. Itu belum dihitung dengan turnover, atau tingkat pergantian parkirnya.

Pendapatan rata-rata yang bisa diperoleh dengan luas lahan tadi (25m²) adalah mulai dari Rp 100.000-Rp 150.000 per hari. Artinya, dalam sebulan omzet yang bisa diperoleh adalah sebesar Rp 3 juta–Rp 4,5 juta. Hal penting yang harus dijaga dalam bisnis lahan parkir adalah keamanan. Untuk itu, pastikan Anda memiliki sistem parkir berkarcis dengan petugas penjaga parkir yang bertugas bergantian.

16. Bisnis Online: Dropship produk online

Kalau Anda merasa tidak memiliki keahlian khusus, ataupun modal yang cukup, Anda masih bisa menambah pundi-pundi keuangan dengan melakukan dropship barang-barang yang dijual secara online di dunia maya.

Peluang bisnis yang bisa dilakukan tanpa modal ini hanya membutuhkan kemauan dan, tentu saja, jaringan internet. Sistem kerja dropshipping adalah dengan menjadi perantara penjualan produk yang dilakukan oleh orang lain. Anda tidak perlu membeli produk tersebut terlebih dahulu, namun hanya menawarkan atau memasarkannya, lalu mengambil sejumlah keuntungan dari selisihnya.

Besar kecilnya keuntungan yang bisa diperoleh seorang dropshipper tergantung dari sedikit atau banyaknya produk yang mampu dia jual. Adapun hal-hal penting yang harus diperhatikan sebelum melakukan dropshipping produk secara online adalah:

  • Pelajari dengan baik segala sesuatu yang berkaitan dengan produk yang akan dipasarkan, sistem pembayaran, dan proses pengiriman dari supplier untuk menghindari ketidakpuasan konsumen
  • Jalinlah komunikasi yang baik dengan supplier, usahakan Anda bisa melakukan penukaran barang jika ternyata ada keluhan dari konsumen. Kesalahan yang dilakukan supplier bisa mengakibatkan rusaknya reputasi Anda sebagai dropshipper
  • Jangan hanya mengandalkan satu supplier, carilah beberapa supplier dengan produk yang sama, sehingga Anda bisa mencari yang paling murah dan mengambil keuntungan yang lebih besar.

[Contoh: Cara melakukan dropshipping produk dari Tokopedia]

17. Bisnis Online: Jasa Pembuatan Situs (Web Designer)

Berdasarkan survei majalah Chip Indonesia, 47% dari populasi penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Itulah sebabnya banyak perusahaan, baik besar maupun kecil, menggunakan website sebagai identitas serta wadah promosi usaha mereka.

Web design merupakan peluang usaha menggiurkan yang bisa dilakukan dari rumah, dan hanya membutuhkan modal kecil untuk membeli perangkat komputer, memasang jaringan internet, dan kemampuan mengolah html.

Pelaku bisnis online yang satu ini wajib menguasai software seperti PHP, MySQL, SHTML, DHTML, Perl, serta berbagai hal tentang bahasa pemograman dan server programming. Selain itu, seorang web desainer juga harus memiliki kreativitas, daya imajinasi, dan penguasaan aplikasi desain grafis, untuk membantu mengembangkan model website sesuai pesanan pelanggan.

Tarif rata-rata yang dikenakan untuk satu produk website berkisar mulai dua juta hingga belasan juta rupiah, tergantung pilihan template, domain, dan hosting. Di tahap awal, Anda bisa meraup keuntungan jutaan hingga belasan juta rupiah per bulan. Jika ditekuni secara serius, keuntungannya bisa jauh lebih besar dan bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Semakin Anda mengembangkan reputasi sebagai seorang web designer, semakin banyak pihak yang akan mengincar jasa Anda.

18. Agrobisnis: Budi Daya Sayuran Hidroponik (Hydroponics)

Saat ini usaha agrobisnis tak hanya menjadi monopoli mereka yang punya lahan luas serta tinggal di dataran berhawa sejuk. Masyarakat perkotaan, bahkan dengan lahan terbatas pun, bisa membudidayakan tanaman.

Jika Anda memiliki kesukaan bercocok tanam, Anda bisa mencoba peluang usaha budidaya hidroponik, yaitu sistem bercocok tanam hanya dengan menggunakan media air. Jenis sayuran yang bisa dibudi dayakan diantaranya adalah kangkung, bayam, selada/ lettuce, sawi/pakcoy/kailan, brokoli, tomat, cabai, bawang, mentimun, dan masih banyak lagi.

Modal awal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini adalah sekitar Rp 500.000-Rp 1,5 juta untuk pembelian starter kit hidroponik serta bibit sayuran. Lahan yang dimanfaatkan tidak perlu terlalu luas, mulai dari 3x3m². Pastikan lahan atau ruang tersebut mendapatkan cukup sinar matahari, atau Anda harus menambahkan lampu sebagai pencahayaan tambahan.

Hasil panen bisa dijual langsung ke masyarakat, atau dengan bekerja sama dengan pedagang atau rumah makan yang ada di sekitarlokasi Anda. Setelah itu, jika Anda bisa memberikan hasil yang konsisten, Anda bisa juga memasok hasil panen tersebut ke pasar swalayan. Rata-rata sayuran hidroponik bisa dipanen dalam waktu 1 bulan. Dengan keuntungan bersih mencapai 100%, return on investment bisa dicapai dalam hingga 2-4 kali masa panen. Untuk mengikuti perkembangan seputar dunia agrobisnis, cobalah bergabung ke dalam komunitas hidroponik dan ikuti berbagai pelatihan yang berkaitan dengan usaha Anda, sehingga Anda pun bisa memperkaya wawasan dan pengetahuan.

[Contoh: Temukan berbagai tutorial seputar teknik hidroponik di YouTube]

19. Agrobisnis: Budi Daya Jamur Tiram

Satu lagi usaha agrobisnis yang bisa dilakukan di rumah dengan modal kecil adalah budi daya jamur tiram. Jamur tiram merupakan jamur berwarna putih dengan ciri khas tajuk jamur seperti kulit tiram. Modal yang kecil, proses perawatan yang mudah, dan kebutuhan pasar yang tinggi, membuat usaha ini sangat prospektif.

Modal yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 4 juta-Rp 5 juta untuk mengelola lahan 5x5m dan bibit sebanyak 1000 baglog. Perhitungannya sebagai berikut:

  • Kumbung berupa lahan atau ruang yang mampu menjaga kelembapan udara
  • Rak-rak bambu untuk meletakan baglog atau media tumbuh jamur (Rp 500.000– Rp 1 juta)
  • Baglog dan bibit jamur @ Rp 3500 x 1000 = Rp 3,5 juta

Hasil panen rata-rata per baglog selama 4-5 bulan adalah 0,5kg. Dengan risiko kegagalan sekitar 5% dan harga jual per kilogram Rp20.000, maka pendapatan yang bisa Anda peroleh Rp 9,5 juta (0,5kg x 950 baglog x Rp 20.000). Total keuntungan bersih setelah dikurangi modal selama 4 bulan adalah sekitar Rp 4,5 juta.

Nah, jika hasil panen Anda melimpah, Anda bisa mengolah sebagian hasil panen jamur menjadi keripik jamur dan menjual cemilan tersebut.

20. Bisnis Hobi: Kerajinan Tangan dan Souvenir

Sebuah hobi yang ditekuni dengan serius bisa melahirkan peluang usaha. Jika Anda senang membuat kerajinan tangan, Anda bisa membuka usaha kerajinan di rumah. Kerajinan tangan kental dengan nuansa sentuhan pribadi dan bisa dikategorikan sebagai souvenir, alias cinderamata.

Tidak hanya bisa dibuat satuan, Anda juga bisa membuatnya secara massal dengan menambahkan nama atau tulisan dengan cara dicetak, disablon, atau dibordir. Hasilnya bisa dipasarkan langsung dengan membuka workshop di rumah, menjualnya secara online – misalnya dengan menjadi supplier souvenir pernikahan di BrideStory – menitipkannya di toko-toko souvenir, atau menjalin kerja sama dengan event organizer sebagai penyedia souvenir acara pernikahan (wedding favors), ulang tahun, dan lain-lain.

[Contoh: Beberapa jenis souvenir yang bisa ditemukan di pesta pernikahan]

Modal awal yang dibutuhkan biasanya tergantung dari jenis dan kualitas kerajinan yang dibuat. Untuk standar souvenir pernikahan, biaya produksi yang dikeluarkan untuk produksi souvenir berkisar antara Rp 1000-Rp 2500 per buah, dengan harga jual berkisar antara Rp 3000-Rp 10.000 per buah.

Jika permintaan souvenir rata-rata untuk satu acara pernikahan sebanyak 500 buah, maka keuntungan yang bisa diperoleh adalah:

Penjualan @Rp 6500 x 500 = Rp 3.250.000
Modal Rp 1750 x 500           = Rp 875.000 -
Keuntungan bersih               = Rp 2.375.000

Dengan perhitungan di atas, maka usaha Anda bisa langsung balik modal dalam sekali produksi. Perlu diingat bahwa bisnis rumahan seputar kerajinan ini sangat tergantung selera pasar dan sifatnya subjektif, meski bisa juga terpengaruh oleh trend. Oleh karena itu, Anda harus memerhatikan betul keinginan konsumen demi menjaga kepuasan mereka, agar usaha Anda bisa langgeng. Siapa tahu konsumen yang puas tersebut akan merekomendasikan nama Anda kepada teman-temannya di waktu mendatang.

Sudah yakin bahwa Anda juga bisa memulai satu dari 20 pilihan bisnis rumahan yang kami sebutkan di atas? Pastikan saja bahwa kondisi keuangan Anda tidak dalam kondisi kritis saat memulai bisnis. Semoga bermanfaat!

Baca juga: Biaya Membuat Bisnis Online

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×