​4 Cara Manfaatkan Properti Anda untuk Bisnis


Anda mungkin salah satu dari sebagian kecil orang yang beruntung karena telah memiliki sebuah rumah. Ini berarti Anda tidak perlu memikirkan biaya sewa atau menyisihkan uang setiap bulan untuk melunasi KPR.

Rumah tersebut bisa saja warisan dari orang tua, hadiah dari mertua, atau murni hasil kerja keras Anda selama bertahun-tahun yang lalu. Jika ternyata masih ada garasi, lantai atau beberapa kamar kosong “menganggur”di dalam rumah, Anda juga bisa memanfaatkannya untuk memulai bisnis rumahan – seperti yang dilakukan oleh beberapa orang berikut:

1. Menyediakan Kamar Kos (Kost)

Berpikir bahwa dirinya tidak mungkin bekerja keras hingga tua, Laksminingrat ingin memiliki usaha yang bisa menghasilkan passive income di hari tuanya bersama suami. Ia melihat lokasi yang dekat dengan kampus memiliki potensi besar, karena diburu oleh para mahasiswa. Kebetulan, lokasi tempat tinggalnya dekat dengan kampus.

“Tinggal dekat kampus STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) sangat menguntungkan, karena mahasiwanya banyak dari luar kota,” kata wanita berusia 50 tahun tersebut.

Ia melakukan renovasi rumah, terutama untuk menambah jumlah kamar tidur, berikut kamar mandi di dalamnya. Selain itu, ia juga melihat kebutuhan mahasiswa, seperti internet dan peralatan elektronik dasar.

“Total biaya (yang dikeluarkan) ketika memulai dulu sekitar Rp 70 juta,” jelasnya. Setelah itu, ia masih harus mempekerjakan seorang asisten rumah tangga serta melakukan renovasi berkala, misalnya untuk perbaikan pintu kamar, shower dan keran air.

[Baca: Contoh Renovasi Rumah Serba Hemat (Sebelum dan Sesudah)]

Untuk menetapkan harga, kata Laksmi, ia melakukan survei kecil-kecilan terlebih dahulu ke beberapa rumah kos di lokasi yang sama. Ia menyediakan kamar kos dengan kamar mandi dalam, karena mengetahui bahwa hal tersebut bisa cukup signifikan untuk menaikkan harga.

“Harga kamar kos dengan kamar mandi dalam Rp 1 juta, sementara yang kamar mandi luar Rp 800.000,” tukasnya.

2. Menerima Laundry Kiloan

Terlepas dari laju pertumbuhan ekonomi, pakaian bersih tetap menjadi kebutuhan primer setiap orang. Sebagian kita tak hanya bingung mengenakan pakaian apa setiap pagi, tapi juga memiliki waktu luang sedikit untuk bisa mencuci baju secara rutin.

Hal itu dialami Apique ketika masih kuliah di Depok, Jawa Barat. Rumah yang jauh dan kesibukan kuliah membuat Apique dan teman-teman kuliahnya harus mencuci baju jauh-jauh ke Depok tiap dua hari sekali. Berawal dari celetukan seorang teman untuk membuka usaha laundry sendiri, ia pun mendirikan ”Apique Laundry” yang kini sudah memiliki 13 cabang di seluruh Jakarta.

Meski bisnis rumahan ini bisa saja dilakukan di rumah, namun Apique menyewa sebuah ruko kecil dengan biaya Rp 6 juta setahun yang ia tawar supaya dapat dibayar secara bulanan. Total modal yang ia keluarkan untuk mesin cuci, mesin pengering, setrika, perlengkapan laundry, sewa tempat dan biaya renovasi kecil mencapai sekitar Rp 15 juta di tahun 2008.

“Rata-rata pakaian yang di laundry kiloan adalah pakaian harian. Harganya lebih ekonomis dan merakyat (dibandingkan) laundry satuan atau dry clean eksklusif,” jelasnya.

Apique juga memaparkan jika adanya laundry kiloan bisa membantu konsumen yang tidak memiliki asisten rumah tangga, sekaligus merupakan jenis bisnis rumahan yang tidak terpengaruh dengan cuaca atau pun krisis.

Area yang sederhana dan tidak luas seperti garasi rumah pun dapat menampung bisnis ini.

  1 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×