5 Langkah yang Terbukti Berhasil untuk Memulai Bisnis Sampingan Sendiri


3. Atur waktu dan energi

Tantangan terbesar dalam membangun usaha atau bisnis sampingan sendiri seringkali terletak pada keterbatasan waktu dan energi yang harus terbagi dengan pekerjaan full time. Teorinya, ini bisa diatasi dengan cara mengatur skala prioritas Anda – meski terkadang prakteknya tidak semudah teori.

[Baca: Trik Memulai Karir Sebagai Freelancer]

Rena, 42, seorang karyawan bank yang memiliki pekerjaan sambilan sebagai pembuat kue (baker), memiliki tip tersendiri untuk menyiasati hal ini.

“Untuk mengatur waktu dan energi, saya berpegang teguh pada target dan to-do-list yang sudah saya tetapkan setiap bulan, minggu, dan hari. Jadi misalkan target bulan ini adalah menjual 50 cakes, saya breakdown dalam setiap minggu berapa cakes yang harus dijual, bagaimana cara pemasaran dan produksinya supaya tidak keteteran,” kata Rena.

“Kemudian, saya breakdown lagi menjadi to-do-list harian, apa saja yang harus saya siapkan hari ini, agar tidak mengganggu jam kerja. Begitu seterusnya,” jelasnya.

Bagi Rena, menjaga kualitas makanan buatannya adalah hal yang terpenting. Oleh sebab itu, terkadang ia terpaksa menolak permintaan karena keterbatasan tenaga. Beruntung, putri tunggalnya yang berusia 9 tahun juga rajin membantunya menjalankan bisnis sampingan tersebut.

4. Manfaatkan jejaring (network)

Salah satu keuntungan memiliki bisnis sampingan saat masih menjadi pekerja full time adalah Anda bisa memanfaatkan jejaring (network) yang ada di lingkungan kerja, misalnya rekan sejawat, bos, atau klien.

Selama bisnis sampingan Anda tidak mengganggu profesi atau pekerjaan utama Anda, sah-sah saja untuk menawarkan usaha yang Anda jalani kepada orang-orang terdekat.

Contohnya, jika Anda punya usaha kecil di bidang kuliner, Anda bisa menawarkan diri untuk menyediakan makanan saat ada acara kantor, atau membuatkan kue untuk dikirimkan kepada klien pada hari raya. Jika bisnis sampingan Anda di bidang fashion, Anda juga bisa menawarkannya kepada rekan sekerja.

Akan tetapi, pastikan kantor Anda tidak bergerak dalam bidang yang sama dan bersaing dengan bisnis sampingan tersebut karena memiliki target market yang sama. Anda tentu tidak ingin dianggap tidak etis, atau bahkan dipecat dari perusahaan, bukan?

5. Ambil keputusan

Langkah terpenting dalam menjalankan bisnis, baik itu startup atau kerja sambilan, adalah segera mengambil keputusan.

Keempat langkah di atas tidak akan berarti apapun jika Anda tidak mengimplementasikan langkah kelima ini.

Jangan sampai ide Anda hanya bercokol di kepala karena Anda lebih takut gagal daripada mewujudkannya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa jika kita gagal berencana, maka kita berencana untuk gagal. Meski begitu, jangan menunggu sampai rencana Anda sempurna baru menjalankannya – sebab Anda bisa saja kehilangan momentum.

[Baca: 20 Peluang Bisnis Rumahan Bermodal Kecil dengan Penghasilan Menjanjikan]

Seperti dikutip dari buku “The Lean Startup” karya Eric Ries, salah satu prinsip yang wajar dijalankan startup di era ini adalah “buat-ukur-pelajari” (build-measure-learn). Dengan kata lain, Anda perlu segera mengubah ide menjadi sebuah produk, melihat reaksi konsumen, kemudian belajar dari kesalahan. Jangan tunggu hingga produk atau kemampuan Anda sempurna! Anda selalu bisa memperbaiki produk tersebut sejalan dengan permintaan pasar.

Terakhir, jangan lupa nikmati prosesnya sebagaimana Anda menikmati hasilnya. Semoga berhasil!

Baca juga: Apakah Anda Siap Memulai Bisnis Sendiri?

  2 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×