10 Alasan untuk Tidak Merayakan Valentine Tahun Ini


Saat melintasi sebuah toko coklat premium di mal GI, Jakarta Pusat, dua orang pegawai nampak sibuk membungkus beberapa kemasan berbentuk hati dengan pita-pita merah yang cantik. Ini adalah minggu tersibuk mereka, saat perayaan Valentine tiba.

Bagi Anda yang sudah berpasangan, Anda mungkin sudah menyiapkan sebuah gaun manis dan berencana merapikan rambut di salon supaya bisa tampil maksimal di hari penuh cinta ini. Bagi yang masih single alias jomblo, hari Valentine seakan memberi alasan lebih untuk tinggal di rumah dan makan es krim kesukaan Anda.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapa pun yang merayakan Valentine’s Day, berikut ini beberapa hal yang bisa kita pikirkan untuk tidak merayakan Valentine:

1. Perayaan Valentine Membuatmu Merasa Kurang Spesial

Semua (atau sebagian besar) wanita pernah mengalaminya; sebuket bunga, sekotak coklat disertai ucapan kata cinta. Ia yang baru jadian atau meresmikan hubungan biasanya dihujani kata-kata rayuan gombal, sementara ia yang sudah bertahun-tahun berpacaran atau menikah biasanya menerima ucapan yang seadanya atau basa-basi.

Lalu, kenapa kita tetap menantikan dan menyiapkan hati untuk menerima perlakuan yang mudah ditebak setiap tahunnya?

Ketika Anda dan pasangan sudah menjadikan Valentine sebagai kebiasaan, bersiap-siaplah untuk sakit hati jika suatu saat pasangan Anda lalai dan melupakan pentingnya tanggal 14 Februari.

Dari mulai department storeonline store, hingga virtual personal assistant seperti HaloDiana tiba-tiba serentak berjualan coklat dan bunga! Saat Anda mengikuti banyak orang dan menghabiskan ratusan ribu untuk merayakan Valentine, Anda bisa merasa kurang spesial ketika menyadari bahwa “semua orang melakukannya”. Namun, saat Anda dan pasangan terbiasa merayakan Valentine dan tiba-tiba berhenti melakukannya, Anda akan merasa ada sesuatu yang salah pada hubungan Anda.

Faktanya, kecuali itu adalah hari ulang tahun atau perayaan pernikahan Anda, 14 Februari memang tidak seharusnya berarti apa-apa bagi Anda dan si dia – apalagi jika “hari romatis sedunia” ini membawa tekanan untuk hubungan yang sebenarnya baik-baik saja.

“Saya tanya istri saya apakah dia mau merayakan Valentine, dia bilang tidak. Di beberapa negara, perempuan-perempuan bahkan biasanya sembunyi saat hari Valentine, karena mereka tidak tahan dengan tekanan dari sekelilingnya,” kata Rai, pria nomaden yang sudah menikah dua tahun dengan seorang perempuan Jepang.

Jadi, hari ini saat Anda dan pasangan membahas soal Valentine, coba katakan padanya bahwa Anda tidak butuh satu hari ini untuk dibuat merasa spesial olehnya.

2. Perayaan Valentine Bisa Jadi Tanda Hubungan Anda Sebenarnya Rapuh

Di awal-awal sebuah hubungan, wajar jika Anda dan pasangan ingin merayakan Valentine bersama karena itu adalah sebuah pengalaman baru. Kemudian, saat hubungan tersebut menjadi lebih matang, Anda berdua membuat lebih banyak pengalaman baru – yang bahkan jauh lebih berkesan dari Valentine.

Percayalah, kecuali pasangan Anda melamar saat hari Valentine, kecil kemungkinannya Anda dan dia akan mengingat perayaan Valentine yang kesekian kali. Hal yang lebih Anda ingat adalah rasa canggung berada di sebuah restoran dimana sepasang pre-fixed menu dijual dengan “harga khusus” dan menyantapnya bersama-sama belasan pasangan lain – yang merasa canggung juga seperti Anda!

Saat Anda menginginkan “pembuktian” perhatian semacam perayaan Valentine, lakukan introspeksi apakah hubungan Anda sedang dalam situasi rapuh. Daripada menjalankan acara basa-basi seperti ini, lebih baik bicarakan tentang hal-hal yang membuat Anda kuatir atau merasa tidak nyaman dengan pasangan.

[Baca: Waspadai 4 Hal Berikut Sebelum Menikah]

3. Perayaan Valentine Bisa Menunjukkan Bahwa Pasangan Anda Pelit

Tidak percaya? Meski Anda menerima buket bunga, coklat, dan hadiah Valentine dari pasangan, ini saatnya jujur pada diri sendiri; kapan terakhir kali ia memberi sebuah kejutan atau hadiah meski tidak ada perayaan spesial? Jika Anda kesulitan mengingatnya, bisa jadi perayaan Valentine menjadi sesuatu yang membuatnya merasa “impas” dengan Anda.

Alasan lain, Anda bisa melihat jelas jenis coklat dan bunga yang si dia berikan, kemudian secara tidak sadar menghitung perkiraan biayanya di benak Anda! Apakah itu coklat SilverQueen atau Ferrero Rocher? Berhubung para pria adalah manusia yang praktis, kemungkinan besar ia akan membeli coklat kemasan bermerek tertentu beserta bunga jadi – terlebih lagi kini banyak layanan pesan antar seperti Go-Mart yang bisa menghemat banyak waktu.

Hindarkan diri dari prasangka dan kerepotan yang tidak perlu dengan tidak merayakan Valentine.

4. Perayaan Valentine Membangkitkan Persaingan Tak Sehat dalam Hubungan

“Ketika kamu menerima sesuatu, akan ada perasaan tidak enak jika kamu tidak bisa mengembalikan pemberian tersebut,” tutur Rai.

Anda tentu pernah merasakan yang satu ini, kan? Contohnya, ketika tetangga rumah memberi sebuah parsel di hari raya, Anda akan memastikan bahwa keluarga Anda juga bisa mengirimkan sesuatu yang sama bernilainya kepada mereka di hari raya berikutnya.

Saat sebuah hubungan sudah memiliki perhitungan “untung-rugi”, Anda bukan sedang menjalani percintaan, melainkan semacam hubungan dagang.

[Baca: Cara Mengetahui Apakah Ia Cinta Sejati Anda]

5. Coklat Membuat Anda Gendut

Saat menerima hadiah coklat dari pasangan, apakah Anda akan memakannya sendiri atau membagikannya dengan orang lain? Kemungkinan besar, jawabannya adalah yang pertama.

Sadarilah kalau Valentine dan coklat adalah bagian dari trik marketing untuk meningkatkan penjualan di bulan Februari – bulan tanggung yang berada di antara serangkaian perayaan tahun baru dan hari ibu. Dengan kata lain, di bulan kedua ini Anda biasanya masih tengah menabung sehabis liburan Natal dan Tahun Baru, sehingga tidak ada alasan bagi Anda untuk boros … kecuali jika itu untuk Valentine.

Kapan pun Anda merasa ingin membujuk pasangan untuk merogoh kocek dalam demi perayaan satu hari ini, ingat bahwa timbangan Anda akan Kena getahnya.

6. Membuat Reservasi Saat Valentine Itu Merepotkan

Perayaan Valentine sepenuhnya bertanggung jawab terhadap kepadatan pengunjung di sejumlah restoran setiap tanggal 14 Februari.

Lupakan ide untuk masuk ke restoran dan duduk tanpa reservasi, karena itu berarti Anda harus antri beberapa jam atau mendapat meja paling jelek di restoran tersebut – meski membayar sama mahalnya dengan yang lain.

Jika Anda dan pasangan benar-benar ingin menikmati makan malam yang nyaman, sebaiknya lakukan reservasi jauh di muka … atau tinggal saja di rumah untuk menikmati makan malam romantis berdua. Keuntungan dari hari spesial ini adalah kantor-kantor cenderung memberikan pengertian saat karyawannya pulang lebih awal karena membuat janji dengan pasangannya. Anda tentu harus memanfaatkan hal ini!

7. Perayaan Valentine Membuat Barang-Barang yang Anda Sukai Menjadi Mahal

Coklat, bunga, boneka – tiga hal yang kemungkinan besar disukai oleh wanita. Tak peduli berapa umur Anda, tak ada yang bisa mengubah perasaan Anda menjadi benci terhadap barang-barang penghibur tersebut.

Di hari Valentine, permintaan untuk barang-barang tersebut naik dan otomatis harganya akan naik. Meski Anda tidak merayakan Valentine dan hanya ingin membeli bunga untuk mempercantik rumah, harga bunga menjelang perayaan kasih sayang akan meningkat – bahkan hingga dua kali lipat. Meski Anda hanya ingin mengungkapkan kasih sayang Anda ke ibu tercinta dengan membelikan sekotak coklat, akibat Valentine harganya bisa naik atau stoknya habis.

8. Perayaan Valentine Membuat Orang Malas Membuka Media Sosial

Entah kenapa, banyak pasangan modern di era internet ini merasa perlu melakukan “percakapan” dengan satu sama lain tentang perasaan cinta mereka di Facebook, Path, dan sebagainya – bahkan meski mereka tinggal satu atap.

Jika Anda memang ingin memberitahu pasangan bahwa Anda mencintainya, apakah seluruh teman Anda di Facebook perlu mengetahuinya? Ketika Anda mengambil foto hadiah dari pasangan dan mempublikasikannya ke Facebook, apakah itu untuk ucapan terima kasih atau ungkapan pamer semata?

Alasan lain, ada banyak teman Anda yang belum memiliki pasangan. Tidak ada salahnya untuk berempati pada orang lain, kan?

9. Anda Tidak Perlu Menunjukkan Cinta ke Seluruh Dunia Saat Valentine

Perayaan tanggal 14 Februari sudah menjadi berlebihan dan dikenal orang di seluruh dunia. Jadi, kenapa Anda dan pasangan tidak mengingat satu tanggal khusus dan merayakannya seperti hari Valentine? Hebatnya adalah ketika Anda berdua masih bisa mengingatnya bertahun-tahun, meski tanpa reminder dari media iklan apa pun.

Lalu, saat Anda ingin mengatakan cinta, cukup hampiri dia dan katakan langsung dengan mesra. Dijamin, efeknya akan lebih dahsyat dibanding menulis status di Facebook.

10. Anda Perlu Menunjukkan Cinta Kepada Pasangan Setiap Hari

Ini adalah sesuatu yang kita ketahui dengan pasti, namun sulit untuk dilakukan. Segala kesibukan dan keriuhan di sekeliling kita seringkali membuat kita lupa untuk menghargai apa yang diberikan Tuhan – kekasih Anda adalah salah satunya.

Cinta tak harus selalu diungkapkan dengan tindakan besar atau ucapan lantang, namun bisa terwujud dari tindakan-tindakan kecil saat Anda berinteraksi dengannya. Tanyakan pada diri Anda sendiri, jika Anda dirinya, apakah Anda senang dengan sikap dan perlakuan Anda kepadanya? Semoga Anda tidak butuh alasan untuk merayakan Valentine tahun ini.

Baca juga: Apakah Anda dan Pasangan Cocok Secara Finansial?

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×