10 Kota Seru untuk Pensiun di Indonesia


Suatu hari, akan tiba masa dimana Anda bisa bersantai dan menikmati hidup setelah berpuluh-puluh tahun bekerja keras. Bayangkan, 20-30 tahun dari sekarang, hari-hari sibuk Anda akan berganti dengan kehidupan "baru" yang nyaman, tenang, dan berisi hal-hal menyenangkan sepanjang waktu.

Untuk itu, tidak ada salahnya jika Anda mulai memikirkan tujuan pensiun Anda dari sekarang. Beberapa faktor yang bisa Anda pertimbangkan antara lain lokasi, infrastruktur, kondisi alam, dan biaya hidup untuk bisa menjalani gaya hidup setidaknya seperti yang Anda miliki saat ini. Hiburan yang tersedia di tempat tersebut tentunya akan membuat Anda lebih betah untuk tinggal di sana dalam waktu yang lama.

Berikut ini 10 destinasi pilihan LiveOlive untuk menikmati masa pensiun Anda kelak; tidak muluk-muluk karena semuanya berada di Indonesia:

1. Daerah Istimewa Yogyakarta

Kota pelajar ini ternyata tak hanya cocok untuk orang-orang yang ingin fokus belajar. Ketenangan yang ditawarkan Yogyakarta sangat mendukung hari tua yang nyaman dan damai, sementara Anda bisa tetap belajar hal-hal baru dan terhubung dengan komunitas lokal.

Vien adalah salah satu orang yang memutuskan untuk ‘pensiun dini’ dan menetap di Yogyakarta selama dua tahun terakhir. Ia memillih Jogja karena bebas dari macet, biaya hidupnya sangat terjangkau dan ia tak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

“Saya bisa punya lebih banyak waktu untuk membaca buku dan menikmati sunset,” katanya.

Jika ingin tahu seberapa murah biaya hidup di Yogyakarta, Vien memberi patokan sarapan pagi berupa nasi, tempe orek, suwir ikan, keripik, dan segelas air putih bisa didapat seharga Rp 3000. Untuk tempat tinggal, ia kini menempati sebuah rumah kontrakan dua kamar dengan biaya Rp 5 juta per tahun.

Selain itu, sebagai seorang pecinta hidup sehat, Vien dapat menemukan produk-produk organik dengan harga terjangkau. “Biaya rumah sakit di Jogja juga murah,” ujarnya sambil memberi contoh operasi cabut gigi yang baru-baru ini ia lakukan. Operasi cabut gigi, berikut obat dan rontgen memakan biaya beberapa ratus ribu rupiah saja. Tidak hanya rumah sakit umum, kota ini juga memiliki beberapa rumah sakit spesialis yang baik.

Bagaimana saya tidak bahagia di sini? tukas Vien.

2. Padang, Sumatera Barat

Kota ini adalah salah satu daerah yang mengirimkan banyak perantau ke ibukota. Hasilnya, sekarang bisa kita lihat hasil perantauan tersebut berupa rumah-rumah besar a la Jakarta yang memadati Padang. Meski begitu, nuansa damai masih terasa, dan berkat letak geografis yang dekat dengan pegunungan, udara di kota ini masih bersih dan segar.

Jika ingin pensiun namun tetap produktif, Padang adalah destinasi yang patut dipertimbangkan.

“Peluang bisnis dari ternak, mengelola sawah hingga travel masih tergolong mudah,” kata Divo, yang bercita-cita untuk kembali ke kampung halamannya saat pensiun kelak. Dari keluarga yang masih tinggal disana, Divo mengetahui jika masih banyak lahan-lahan yang bisa Anda beli dengan harga terjangkau di area pinggir kota.

Secara infrastruktur, Padang tengah menjalani banyak pembangunan. Kondisi trotoar sudah lebih diperbaiki, sehingga jalan pagi bisa menjadi olahraga rutin yang nyaman dilakukan. Fasilitas seperti rumah sakit belum secanggih di ibukota Jakarta, namun tergolong cukup memadai.

3. Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

Wilayah yang berdiri di bawah Kesultanan Yogyakarta ini terkenal sebagai daerah tenang yang diselimuti udara dingin yang menyegarkan. Dalam Bahasa Jawa, Wonosobo bisa diartikan “tempat berkumpul di hutan”. Wajar saja, karena kabupaten ini terletak di Dataran Tinggi Dieng dengan kondisi alam yang asri dikelilingi pegunungan.

“Saya membayangkan nanti pensiun sudah tidak kemana-mana lagi selain bersantai rumah, menghabiskan waktu sambil minum teh,” kata Sylvie, seorang karyawan perusahaan swasta di Jakarta. Udara dan suasana Wonosobo cocok bagi mimpi pensiun orang-orang seperti Sylvie.

Kabupaten Wonosobo terdiri dari 15 kecamatan, dengan pusat pemerintahan di kecamatan Wonosobo yang memiliki penduduk sekitar 85.000 jiwa. Jika Anda memimpikan kota kecil yang indah untuk liburan, Anda bisa mendapatkannya dengan hijrah ke Wonosobo. Kelebihannya memang terletak pada kondisi alam dan biaya hidup yang murah meriah. Sayangnya, kota ini tidak memiliki fasilitas kesehatan seperti kota-kota besar. Akan tetapi, sejak tahun 2005, pemerintah setempat telah berupaya mendirikan 27 puskesmas dan melakukan pembenahan jalur transportasi dan irigasi. Saat ini, Wonosobo juga berusaha menjadi lebih maju dengan memperbaiki fasilitas umum setempat agar lebih ramah untuk kaum difabel.

Meskipun paling padat di antara wilayah sekelilingnya, Wonosobo memiliki tingkat kriminalitas yang rendah.

4. Manado, Sulawesi Utara

Kondisi alam dan sumber air panas yang ada di Manado menjadi modal kota ini dalam menarik wisatawan. Alhasil, sister city General Santos, Filipina, ini juga sedang dalam proses dijadikan salah satu destinasi pensiun bagi warga Jepang.

Manado merupakan kota besar dengan tingkat populasi cukup tinggi – di atas 500.000 orang. Bisnis retail dan properti pun semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dengan begitu, Manado bisa dianggap sebagai kota besar dengan kekayaan alam yang masih nyaman untuk ditinggali mereka yang ingin menghindari stres.

Untuk fasilitas kesehatan, Manado memiliki program kesehatan tersendiri untuk warganya, yakni Universal Coverage (UC), dimana layanan kesehatan kelas 3 dapat diakses secara gratis tanpa terkecuali – dimulai dari 15 puskesmas, hingga 7 rumah sakit yang memiliki perjanjian kerja sama dengan pemerintah kota Manado melalui PT Asuransi Kesehatan Indonesia. Tak heran kota ini juga pernah dinobatkan sebagai kota yang paling layak dihuni kedua di Indonesia – setelah Yogyakarta – berdasarkan survei Most Livable City Index tahun 2009 dan 2011.

Untuk info lebih lanjut mengenai kota Manado, kunjungi visit-manado.com.

5. Semarang, Jawa Tengah

Djoni, seorang warga kelahiran Semarang yang sudah lama bekerja di Jakarta, kini kembali ke kampong halamannya untuk menikmati masa pensiunnya bersama keluarga. Alasannya sederhana, lama tinggal di Jakarta, tentu akses mobilisasi menjadi sangat penting.

“Di Semarang itu nyaman karena (ukurannya) sedang, jadi nggak terlalu macet, tapi akses untuk ke mana-mana cukup mudah,” tutur Djoni.

Ibukota Jawa Tengah ini bukan kota kecil, sehingga memiliki fasilitas kesehatan dan infrastruktur yang memadai. Menurut Djoni, “Kalau seperti rumah sakit, puskemas dan klinik di sini cukup reliable karena pelayanan dan peralatan sudah cukup bagus. Meski masih ada beberapa RS yang belum sesuai (standar kota besar), tetapi masih ada pilihan lain.”

Untuk mengisi waktu luang, infrastruktur di Semarang cukup memungkinkan Anda untuk rutin beraktivitas olahraga seperti bermain bulutangkis atau jalan pagi di sekitar area perumahan atau di stadion olahraga terdekat. Buat Anda yang gemar makanan manis, kemungkinan besar Anda akan suka rasa makanan di kota ini, misalnya lumpia semarang, tahu gimbal, atau pisang plenet.

Anda bisa mendapat info lebih lanjut mengenai kota Semarang dengan mengunjungi situs semarangkota.go.id.

6. Malang, Jawa Timur

Seandainya di usia pensiun nanti anak-anak Anda masih bersekolah atau kuliah, Malang memiliki banyak pilihan sekolah dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, Anda bisa menemukan sejumlah siswa dari kota-kota lain yang menempuh pendidikan di sekolah asrama di Malang.

Kota ini cukup terbilang kecil namun memiliki penduduk hampir satu juta orang. Oleh sebab itu, kota yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Surabaya ini memiliki infrastruktur yang cukup baik, fasilitas kesehatan yang lengkap dan dapat diandalkan.

Sebagai hiburan, Anda bisa menikmati pemandangan keliling kota dengan Malang City Tour, yaitu bus wisata bertingkat (double-decker) dengan kabin terbuka di lantai ke-2. Walaupun jumlahnya tidak banyak, setidaknya Anda bisa mematahkan rasa bosan sesekali dalam masa pensiun Anda.

Malang juga memiliki tata kota yang baik, sehingga Anda tidak perlu merasa khawatir mengenai adanya kemungkinan terkena banjir, macet ataupun polusi. Secara umum, biaya hidup di kota ini jauh lebih murah dibanding Jakarta, Surabaya, dan Bali. Untuk rasa makanan, lidah Jawa Timur terkenal menyukai sensasi asin dan pedas.

Anda bisa mendapat info lebih lanjut mengenai kota Malang dengan mengunjungi situs malangkota.go.id.

7. Ubud, Bali

Kepopuleran pulau Bali sering membuahkan kesalahpahaman turis yang menganggap Bali sebagai negara. Hal yang sama berlaku bagi Ubud, yang sering dianggap sebuah “kota” karena lokasinya yang jauh dari Denpasar dan topografinya yang berada jauh dari pantai.

Jika Anda pernah berkunjung ke Ubud, lama-kelamaan Anda pun akan mengerti mengapa area ini sering diperbincangkan orang, terutama warga asing, sebagai tempat untuk menikmati masa tua.

Ubud bisa dibilang merupakan pusat kebudayaan dan kesenian di Bali. Situasinya yang dihiasi oleh sawah-sawah serta bebas dari hiruk pikuk bar dan bangunan bertingkat membuat area ini berkembang menjadi area peristirahatan yang cocok bagi siapa pun yang mencari ketenangan serta hidup sehat. Di sini mudah sekali menemukan makanan dan minuman organik.

Dalam hal aktivitas, Ubud seakan tak pernah kehabisan acara budaya yang menarik, sebut saja festival tahunan Ubud Food Festival, Bali Spirit Festival, hingga Ubud Writers and Readers Festival. Meski area ini tergolong kecil, hampir seluruh penduduknya saling mengenal karena kemungkinan untuk saling bersosialisasi sangat tinggi berkat acara-acara budaya yang ada.

Bayangkan hari-hari Anda yang penuh dengan agenda yoga, spa, meditasi, hingga belajar melukis dan menari. Dengan banyaknya warga asing yang berdomisili sementara di tempat ini, tidak mustahil Anda bisa menemukan komunitas internasional, bahkan terhubung dengan seniman dan pengusaha terkenal yang menikmati masa cuti panjang mereka di pulau Dewata. Meski infrastruktur di Bali belum tergolong mapan, Anda tidak perlu kuatir kehilangan koneksi bisnis atau potensi kerja sambilan, karena Ubud memiliki beberapa tempat yang bisa digunakan untuk bekerja, misalnya co-working space Hubud dan Outpost.

Kepopuleran Ubud juga membuahkan dampak negatif, yakni kemacetan yang semakin parah, serta meningkatnya biaya hidup dan persaingan fasilitas dengan turis atau permanent resident dari luar negeri yang rata-rata memiliki daya beli lebih tinggi.

Di luar acara-acara “glamor” tersebut, kehidupan di Ubud kurang lebih menyerupai seperti di desa. Sepanjang hari, Anda akan mendengar suara jangkrik, kucing, anjing dan bebek di jalan atau pun dari jendela tempat tinggal Anda. Jika Anda termasuk orang yang tidak tahan terhadap aromaterapi atau serangga, bisa jadi Anda perlu waktu untuk menyesuaikan diri di Ubud. Transportasi umum juga bisa dibilang hampir tidak ada di Ubud, sehingga Anda perlu memiliki kemampuan mengendarai sepeda, motor, atau mobil untuk bisa bepergian dengan nyaman.

Anda bisa memperoleh lebih banyak informasi tentang Ubud melalui situs-situs travel di internet, misalnya bali-indonesia.com yang ditulis oleh Ari Gunadi, seorang pria kelahiran Bali.

8. Sukabumi, Jawa Barat

Kota ini merupakan kota terkecil di propinsi Jawa Barat yang berjarak sekitar 80 kilometer dari ibukota Jakarta. Laju pertumbuhan penduduk di Sukabumi tak setinggi kota-kota lainnya, sehingga bisa dipastikan kota ini sangat livable untuk Anda yang ingin ketenangan selama masa pensiun.

Hiburan di Sukabumi tak jauh-jauh dari pemandangan alam yang indah dan bagus, berkat adanya gunung-gunung, pantai dan air terjun. Meski dekat dengan Jakarta, udara di daerah ini sangat jauh dari polusi dan asap. Beberapa obyek wisata Sukabumi yang sering dikunjungi pelancong dari Jakarta di akhir pekan adalah Pelabuhan Ratu dan Ujung Genteng.

Dari segi akses untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari, Anda tidak perlu repot karena infrastruktur kota Sukabumi cukup mendukung dengan transportasi umum yang baik dan bebas macet. Bagi sebagian orang, kekurangan kota kecil ini terletak pada jenis populasi yang homogen serta meningkatnya laporan kriminalitas dari waktu ke waktu.

9. Surakarta (Solo), Jawa Tengah

Kota kelahiran Presiden RI Joko Widodo ini menyimpan banyak sejarah kebudayaan. Memiliki karakteristik yang mirip dengan Yogyakarta, kota ini dikenal sebagai pusat pengembangan dan pelestarian kebudayaan Jawa, misalnya batik dan gamelan. Seperti kita ketahui, suku Jawa merupakan etnis mayoritas di Indonesia.

Dengan tinggal di Solo, bisa dipastikan Anda bisa mengikuti acara-acara budaya yang memperkaya pemahaman Anda. Dalam hal bisnis, kota ini memiliki beberapa pabrik yang mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar, antara lain Sritex, Konimex, dan Jamu Air Mancur.

Penduduk Solo dikenal ramah dan bertutur kata halus, sehingga Anda yang tidak terbiasa mungkin perlu menyesuaikan diri terhadap pola pikir dan cara penduduk lokal berinteraksi dengan satu sama lain.

Di waktu luang, Anda akan punya banyak kesempatan untuk menikmati wedangan alias angkringan atau hik-hikan – aktifitas berjualan makanan minuman di pinggir jalan saat malam hari, belajar membatik, atau hunting foto ke objek-objek wisata terdekat, misalnya Candi Borobudur dan Prambanan.

Untuk info lebih lanjut mengenai kota Surakarta, kunjungi Surakarta.go.id.

10. Bandung, Jawa Barat

Habiskan waktu pensiun Anda dengan banyak berjalan-jalan di taman dan hidup lebih sehat! Bandung memiliki beberapa pilihan taman umum yang bisa Anda nikmati. Keadaan alam yang mendukung, membuat udara di Bandung lebih bersih dan segar dibanding mayoritas kota besar di Indonesia.

Jika Anda menghabiskan pensiun di Bandung, mungkin anak atau cucu Anda juga bisa tinggal bersama Anda karena Bandung memiliki beberapa Perguruan Tinggi ternama yang bisa menjadi sasaran mereka, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (Unpad), dan Universitas Kristen Maranatha.

Untuk menemukan tempat tinggal di Bandung juga tidak sulit. Menariknya, nilai pajak tanah di kota kembang ini pun tak terlalu tinggi. Selain itu, kondisi tanah di Bandung masih sangat subur. Saatnya Anda menikmati masa pensiun dengan menanam sendiri sayur-sayuran untuk Anda konsumsi sehari-hari. Di atas semuanya, keramahtamahan penduduk kota kembang ini akan membuat Anda betah menghabiskan masa tua dengan tenang.

Nah, setelah Anda punya gambaran lebih jelas tentang masa depan pensiun yang Anda inginkan, jangan tunda lagi untuk mempersiapkan dana pensiun dari sekarang. Dengan begitu, Anda bisa bersantai di hari tua tanpa perlu menyusahkan anak cucu.

Baca juga: Cara Memulai Rencana Pensiun Anda Sedini Mungkin

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×