10 Pertanyaan Soal Uang yang Perlu Anda Tanyakan Sebelum Menikah


6. “Bagaimana pembagian kerja kita nanti seandainya punya anak?”

Saat ini, peran wanita sebagai seorang ibu rumah tangga bukan lagi sesuatu yang mutlak. Persamaan hak dan tuntutan jaman telah menempatkan wanita sebagai pencari nafkah yang setara dengan pria. Oleh karena itu, pria pun layak mengambil peran dalam mengurus kegiatan rumah tangga sehari-hari.

Jangan takut untuk membicarakan hal-hal yang kurang nyaman, misalnya seperti siapa yang akan mengurus anak saat Anda dan suami pergi kerja, atau seperti apa pembagian tugas di rumah sepulang kerja.

[Baca: Hindari Konflik Pasutri Jika Gaji Istri Lebih Besar]

7. “Apakah kita puas dengan kualitas hidup yang kita jalani saat ini? Jika tidak, bagaimana kita akan meningkatkannya?”

Cari tahu apakah pasangan Anda memiliki tujuan yang sama dalam hal peningkatan kesejahteraan hidup. Jika ia saat ini tinggal sendiri dan sering lupa membayar tagihan atau mengurus dirinya sendiri, tanyakan apa penyebabnya. Jika saat ini pasangan Anda bekerja sebagai seorang karyawan, tanyakan apa tujuan karirnya. Jika ia saat ini tinggal dengan orangtua, tanyakan apa penyebabnya dan bagaimana ekspektasinya setelah menikah nanti.

Banyak orang merasa kecewa saat menuntut perubahan pada pasangannya setelah menikah. Kenyataannya, perubahan hanya bisa terjadi dengan motivasi kuat yang datang dari diri sendiri. Sebuah pernikahan yang dijalani oleh dua orang dengan visi dan tujuan yang sama akan memiliki kemungkinan bertahan lebih lama.

8. “Apakah kamu akan terus berusaha mencapai tujuan dan mimpimu setelah menikah?”

Pernahkah Anda bertemu dengan teman-teman semasa sekolah dulu dan menyadari perubahan diri mereka? Tanpa disadari, kita semua berubah dari waktu ke waktu. Pengalaman, musibah, kesuksesan, kegagalan akan membentuk karakter kita saat beradaptasi dengan hal-hal di sekitar kita.

Pernikahan bukan sepenuhnya akhir dari keberadaan dua pribadi, karena ada bagian dari diri kita yang tidak akan pernah berubah – dan itulah yang membuat kita merasa hidup. Pastikan pasangan Anda tetap berusaha mencapai mimpinya setelah menikah dan mendorong Anda untuk meraih mimpi-mimpi Anda. Bagaimanapun, kepribadian itulah yang membuat Anda dan dia saling jatuh cinta, kan?

9. “Apakah kita akan menampung orangtua di hari tua mereka?”

Kembali ke urusan orangtua, tidak ada salahnya untuk sedikit berandai-andai meski kini kedua orang tua Anda sangat sehat dan tidak membutuhkan dukungan finansial Anda. Waktu akan mengikis kesehatan serta vitalitas seseorang, karena itu tanyakan diri sendiri apa yang akan Anda dan suami atau istri Anda lakukan kelak jika salah satu pihak orangtua jatuh sakit atau butuh perhatian lebih di hari tua mereka?

10. “Seperti apa perencanaan pensiun kita kelak?”

Di Indonesia, kesadaran untuk merencanakan pensiun terbilang rendah dibandingkan negara-negara tetangga yang lebih maju, seperti Singapura dan Malaysia. Dalam beberapa penelitian yang dilakukan perusahaan asuransi, misalnya, terungkap bahwa masyarakat masih memiliki tingkat pemahaman yang rendah tentang biaya perawatan kesehatan. Intinya, masyarakat masih memiliki kecenderungan konsumtif dan malas memikirkan tentang masa depan.

Bicarakan tentang perencanaan pensiun sedini mungkin dengan pasangan Anda. Dengan begitu, kelak Anda berdua bisa menikmati hari-hari tua tanpa harus bergantung pada anak atau cucu.

[Baca: 10 Kota Seru untuk Pensiun di Indonesia]

Kita tahu bahwa tidak ada orang yang sempurna, karena itu Anda atau pasangan bisa saja tidak mampu menjaga janji-janji di atas. Namun, selama Anda dan dia berjanji untuk melakukan yang terbaik untuk menjadi pasangan yang hebat bagi satu sama lain, itu menjadi salah satu fondasi kokoh bagi pernikahan Anda kelak.

Jawab kuis: Apakah Anda dan Pasangan Cocok Secara Finansial?

  2 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×