Apa Menyewakan Mobil untuk Uber Driver Menguntungkan Bagi Saya?


Di tengah ekosistem sharing economy dan tanpa kepemilikan yang kita kenal saat ini, muncul satu fenomena baru di Indonesia; adanya permintaan terhadap sewa mobil untuk digunakan Uber driver. Tawaran sewa mobil dari Uber driver tersebut biasanya ditujukan kepada kenalan yang memiliki mobil pribadi tak terpakai di garasi rumah.

Berbeda dari negara-negara maju, sebagian besar pengemudi “taxi online” Uber, GrabCarGo-Car di Indonesia berasal dari golongan masyarakat yang tidak memiliki mobil. Mereka tertarik menjadi Uber driver karena fleksibilitas waktu dan setoran yang ditawarkan. Sementara itu, golongan yang memiliki satu atau lebih dari satu mobil kini makin memilih untuk mengurangi pemakaian mobil pribadi mereka karena alasan efisiensi dan menghindari macet – terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Tentu saja, saat melakukan ini tidak terbesit niat dalam benak para pemilik mobil untuk menjadi Uber driver.

Namun, ketika ada tawaran dari pihak lain untuk memanfaatkan mobil yang nganggur, tiba-tiba muncul keinginan untuk menambah penghasilan pasif. Berhubung banyak yang menanyakan hal ini kepada LiveOlive, simak beberapa pengamatan kami tentang hal ini:

Biaya-biaya yang Harus Diperhatikan Pemilik Mobil

Jika seorang Uber driver yang mengemudikan mobil milik sendiri bisa memperoleh lebih dari Rp 6 juta per bulan, penghasilan yang diterima Uber driver dengan mobil sewaan tentu perlu dibagi dengan si pemilik mobil. Hal ini tergantung kesepakatan antara kedua pihak, namun umumnya Uber driver tersebut akan menawarkan biaya sewa flat per hari atau per bulan kepada pemilik mobil.

Jumlah yang ditawarkan tentu akan lebih murah dibandingkan dengan harga sewa mobil harian dari perusahaan car rental resmi, misalnya kurang dari Rp 500.000 per hari.

Sebelum Anda mengiyakan tawaran tersebut, hitung dulu biaya-biaya yang Anda tanggung sebagai pemilik mobil. Dari semuanya, pastikan mobil Anda terlindungi asuransi all risk, dimana pihak asuransi akan membayar klaim untuk segala kerusakan mobil, mulai dari yang ringan hingga berat – bahkan kehilangan. Premi yang harus dibayarkan berkisar antara 2,4%-3,5% dari harga mobil yang Anda miliki. Misalnya, untuk mobil Avanza seharga Rp 160 juta, premi yang harus dikeluarkan berkisar antara Rp 3,9 juta sampai Rp 5,3 juta per tahun, tergantung perusahaan asuransi yang digunakan.

Ingat bahwa mobil Anda mengalami depresiasi nilai, jadi misalkan mobil yang Anda beli seharga Rp 185 juta dan dicicil selama 5 tahun, maka biaya peluang pembelian mobil tersebut mencapai sekitar Rp 484.000 per bulan, atau sekitar Rp 16.000 per hari.

Jangan lupa tambahkan juga biaya untuk membersihkan mobil secara lebih sering, karena Anda tidak tahu tipe penumpang seperti apa yang akan naik Uber. Anda bisa menambahkan persyaratan tertentu kepada penyewa, misalnya tidak mengijinkan mobil dibawa ke luar kota –hal ini bisa dipantau dari jumlah kilometer mobil. Jarak tempuh mobil Anda akan memengaruhi harga jual mobil Anda kelak.

Cara Menyeleksi Penyewa atau Uber Driver

Anda tentu tidak ingin mobil Anda jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab, kan? Oleh karena itu, jangan sewakan mobil ke sembarang orang, untuk memastikan nilai mobil Anda tidak “menyusut” terlalu cepat karena tidak terawat atau mengalami kecelakaan.

Ada beberapa hal yang perlu Anda cari tahu dari penyewa atau Uber driver:

1. Sebaiknya Anda mengenal penyewa tersebut secara langsung. Jika teman Anda ingin menyewa mobil Anda, tanyakan siapa yang akan mengendarai mobil tersebut. Anda tentu tidak ingin hubungan pertemanan Anda rusak hanya karena masalah mobil, kan?

2. Jika teman Anda memberikan mobil tersebut untuk dikendarai orang lain yang tidak Anda kenal, mintalah jaminan padanya, misalnya sejumlah uang deposit yang akan menutup biaya reparasi dan cuci mobil jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

3. Mintalah fotokopi KTP dan SIM A dari si Uber driver. Seperti layaknya penyewaaan mobil, Anda bisa memilih untuk menyimpan KTP pengemudi tersebut sebagai jaminan dan mengembalikannya saat mobil Anda dikembalikan. Kartu identitas ini akan menunjukkan apakah orang tersebut masih aktif memperbarui surat-suratnya.

4. Tanyakan berapa lama Uber driver tersebut mengemudikan mobil di Jakarta. Jika ia baru memiliki SIM selama kurang dari lima tahun atau baru pindah ke Jakarta, mungkin lebih baik Anda memilih orang lain.

5. Anda bisa menanyakan daftar kelakuan baik calon pengemudi mobil Anda. Jika ternyata orang tersebut pernah melakukan tindak kriminalitas, Anda lebih baik mengetahuinya dari awal. 

Semua orang patut memperoleh kesempatan kedua, maka Anda pun bisa menggunakan insting dan akal sehat dalam mengambil keputusan untuk mempercayai seseorang.

Hitung Harga Sewa Minimum untuk Mobil Anda

Untuk menghitung biaya minimum yang harus Anda bebankan ke penyewa atau Uber driverunduh file berikut dan isi kolom B9-B15.

Perlukah_Saya_Menyewakan_Mobil_Contoh_Perhitungan

Dari berbagai pertimbangan di atas, profil Anda bisa dibilang sesuai untuk menyewakan mobil kepada Uber driver apabila beberapa kriteria ini cocok dengan Anda:

  • Anda memiliki lebih dari satu mobil yang tidak digunakan
  • Anda termasuk pengemudi akhir minggu (weekend driver) atau justru hanya mengendarai mobil pada hari-hari kerja dan meninggalkan mobil saat akhir minggu
  • Biaya perawatan dan biaya peluang mobil Anda tidak lebih besar jika dibandingkan dengan harga sewa mobil lewat perusahaan car rental. Dengan begitu, Anda masih bisa menetapkan harga bersaing. Semoga bermanfaat!

Baca juga: Mobil Keluarga dengan Biaya Pemeliharaan Termurah

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×