Cara Mengatur THR Anda


Menjelang hari raya, Anda yang berstatus karyawan pasti tidak sabar menantikan datangnya Tunjangan Hari Raya (THR), atau yang sering juga disebut gaji ke-13. Tapi, setelah sekian lama dinanti, seringkali dana THR hanya bertahan seminggu-dua minggu saja. Apakah itu normal?

Sebelumnya, Anda perlu mengetahui alasan dibalik "misteri" menguapnya THR Anda. Hal ini dikarenakan pengeluaran yang tidak terencana. Uang THR yang besarannya setara dengan satu bulan gaji terkesan banyak di awal, membuat Anda tergoda untuk menghabiskannya.

Rain, 37, mengaku pengeluaran THR-nya kebanyakan dari pembelian barang-barang kecil yang menjadi hobinya, seperti aksesori memasak, rumah dan gadget kecil.

Lain lagi dengan godaan membeli barang-barang baru – mengingat hari raya selalu mengisyaratkan suasana baru. Muslihin, 36, mengakui hali ini, “Karena lebaran, jadi habisnya THR karena beli baju-baju baru.”

Dorongan untuk menggunakan uang THR juga muncul karena ada kebutuhan mendadak. Oleh karena itu, sebaiknya catat jumlah pengeluaran yang diambil dari dana THR, misalnya membuat daftar nama dan jumlah uang yang dialokasikan untuk pemberian kado dan bingkisan.

Untuk lebih jelasnya, ikuti tips berikut agar THR Anda selamat dan dapat digunakan secara efisien:

Penuhi Kewajiban Anda Lebih Dulu

Apabila Anda memiliki utang, entah itu pinjaman kepada keluarga atau teman, atau cicilan apa pun yang bisa lebih cepat dilunasi, jangan ragu sisihkan setidaknya 15% dari dana THR untuk melunasi kewajiban tersebut.

“Biasanya saya menuliskan utang-utang mana yang perlu dibayarkan terlebih dulu. Dari dana tersebut, saya juga menyisihkan sepertiganya untuk digunakan untuk cicilan di bulan-bulan berikutnya. It feels like you’re not hurting your monthly salary,” Reggie, 39, membagikan triknya.

Mengingat THR adalah kewajiban perusahaan kepada karyawannya, maka jadikan pula prioritas Anda untuk membayar THR kepada asisten rumah tangga atau pegawai di rumah. Jangan sampai dana tersebut terlupakan atau dibayarkan terlambat.

Kebutuhan yang Tidak Bisa Diganggu Gugat

Hari raya adalah saatnya berkumpul dengan keluarga dan sahabat. Biaya untuk mengadakan ajang kebersamaan tentunya tidak gratis. Belum lagi, di Indonesia, kerabat dan kelompok pertemanan tidak memungkinkan untuk digabung semua menjadi satu acara silaturahmi saja.

Namun, bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan untuk mudik, misalnya, tidak bisa ditiadakan atau dikurangi, karena biaya tersebut sepenuhnya tergantung dari harga transportasi yang Anda gunakan nanti. Sementara itu, acara berbuka bersama masih mungkin untuk ditekan biayanya.

“Di bulan Ramadan ini, kalau dihitung-hitung pengeluaran saya paling banyak dibandingkan bulan-bulan lain. Dalam seminggu, bisa beberapa kali makan di luar untuk acara buka bersama dengan pihak yang berbeda-beda,” kata Wendy, seorang karyawan swasta.

Ketika hari raya yang sebenarnya datang, Wendy seringkali mendapati kondisi keuangannya menipis. Oleh karena itu, ia membuat kalkulasi agar kebutuhannya tidak terganggu lagi tahun ini. Salah satu tipsnya ialah tidak mengurangi acara kumpul-kumpul, namun menyelenggarakan potluck di rumahnya atau teman.

Selain itu, zakat juga termasuk hal yang perlu Anda masukkan ke dalam anggaran yang jumlahnya tidak bisa diganggu gugat.

Kebutuhan yang Sifatnya Fleksibel

Hal-hal rutin yang terkesan kecil sebenarnya bisa “melubangi” anggaran Anda juga. Kebiasaan membeli baju baru, memberi parsel dan “salam tempel” memang tidak bisa sepenuhnya ditinggalkan, tapi bisa dikurangi.

“Kalau anggarannya terbatas, aku biasanya beli 1 aja item baju yang baru, misalnya kaftan atau atasan. Sisanya untuk kerudung masih bisa di mix and match,” kata Ani, pemakai hijab yang menyukai tampilan feminin.

  1 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×