5 Hal Seputar Asuransi Perusahaan yang Perlu Anda Tanyakan


Salah satu hal yang tiba-tiba dicari dan diandalkan saat terkena penyakit atau musibah ialah manfaat asuransi. Meski tingkat kesadaran orang semakin meningkat tentang pentingnya perlindungan yang satu ini, tak jarang orang masih menggantungkan biaya medis mereka kepada perusahaan.

Banyak perusahaan pun seakan ‘berlomba’ untuk menawarkan paket asuransi menarik kepada karyawannya. Beberapa menawarkan BPJS, rawat inap, rawat jalan, cek kesehatan (medical check-up), reimbursement, dan sebagainya. Berhubung manfaat asuransi yang ditawarkan berbeda antar perusahaan, apa saja sih pertanyaan yang patut diutarakan ke staf HRD perusahaan tempat Anda bekerja?

1. Ikut Asuransi Swasta atau BJPS Kesehatan?

Menurut Pancanita Manalu, seorang staf human resources di perusahaan komunikasi digital, pilihan BPJS muncul sebagai pilihan asuransi sejak pemerintah Indonesia mewajibkan semua perusahaan swasta untuk mendaftarkan karyawannya ke program BPJS Kesehatan tahun 2014 lalu. Alasannya, masih banyak perusahaan yang hanya memberikan gaji dan tidak memberi tunjangan asuransi.

Oleh karena itu, Anda bisa menanyakan jenis asuransi yang dibiayai oleh perusahaan tempat Anda bekerja – apakah asuransi swasta, BPJS, atau keduanya?

“BJPS Kesehatan bisa menjadi tambahan apabila terjadi kecelakaan atau meninggal,” sebut Pancanita.

Ini akan menentukan jumlah dan tipe perlindungan yang Anda butuhkan di luar asuransi yang disediakan perusahaan. Misalkan Anda hanya diikutkan asuransi swasta, Anda bisa membayar premi BPJS sendiri, dan begitu juga sebaliknya. Dalam keadaan apa pun, Anda tidak bisa sepenuhnya mengandalkan asuransi dari perusahaan – toh, Anda tidak berniat bekerja seumur hidup, kan?

2. Apa Pilihan Manfaat dan Berapa Jumlah Limit-nya?

“Banyak orang hanya fokus pada cara mengklaim manfaat asuransi, dan bukan cakupannya,” tutur Raesimonth dari AXA Indonesia.

Hal ini bisa mengakibatkan kesalahan fatal, misalnya melakukan klaim perawatan medis yang salah, alias tidak ditanggung oleh perusahaan.

“Masih saja ada yang mengklaim rawat gigi, padahal perusahaan tidak meng- cover rawat gigi,” ujarnya.

Menurut Raesimonth, kebanyakan orang berpikir diri mereka “aman” dari segala musibah dan risiko penyakit, karena sudah memiliki asuransi perusahaan. Padahal, setiap korporasi menetapkan batasan perlindungan sesuai jabatan dan status karyawan.

Jika Anda tidak pernah mengetahui manfaat asuransi dan jumlah limit yang ditanggung oleh perusahaan, akan sulit bagi Anda untuk memperkirakan kebutuhan asuransi kesehatan pribadi yang Anda beli sendiri.

Ada kemungkinan suatu kali saat Anda jatuh sakit atau mengalami kecelakaan dan harus dirawat di Rumah Sakit, limit dari asuransi kesehatan yang diberikan oleh perusahaan Anda tidak cukup untuk menutupi seluruh biaya yang dibutuhkan. Kelebihan biayanya harus Anda bayar dari dompet sendiri, atau ditutup dengan asuransi tambahan yang Anda miliki.

Selain adanya kelebihan biaya , Pancanita menambahkan jika kesalahan utama dari karyawan adalah mengira bahwa kartu asuransinya seperti kartu kredit (tanpa limit), sehingga asal gesek saja.

Kenyataannya, limit yang ditanggung asuransi dibuat berdasarkan anggaran perusahaan. Maka, batasan untuk berobat jalan atau rawat inap pasti ada, baik dalam hal pemakaian per bulan atau per tahun.

“Misalnya, total limit rawat jalan Rp 10 juta, belum tentu Rp 10 juta tersebut (seluruhnya) untuk menanggung obat. Dengan adanya inner limit, bisa jadi untuk obat dialokasikan sebesar Rp 3 juta, Rp 1 juta untuk tes laboratorium, dan lain-lain,” kata Pancanita, berdasarkan pengalamannya.

[Baca: Tips Memilih Agen Asuransi yang Baik]

3. Siapa Saja yang Bisa Dapat Manfaatnya?

Menurut perkiraan Pancanita, sebuah perusahaan multinasional dengan 150-200 karyawan bisa menganggarkan sebesar Rp 1,5 miliar untuk asuransi.

“Yang pasti ditanggung adalah karyawan yang bersangkutan, termasuk istri yang sah dan 3 orang anak. Hal yang sama diberlakukan kepada karyawati, namun bedanya asuransi tidak meng- cover suami,” jelasnya.

Bagi Anda yang masih single, begitu menikah, sangat penting untuk memberikan copy surat nikah serta menginformasikan perubahan status Anda kepada pihak HRD di kantor secepatnya.

Sebagai tambahan, jika Anda dan pasangan berencana untuk punya anak, tidak ada salahnya untuk menanyakan tentang jumlah tunjungan melahirkan.

[Baca: Asuransi untuk Biaya Melahirkan]

  1 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×