8 Produk Murah Meriah yang Mengurangi Kebiasaan Membajak


Indonesia termasuk "surga pembajak" dengan tingkat pembajakan nomor dua terbanyak di dunia. Fakta ini dianggap sesuatu yang biasa bahkan nyaman bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, meski kenyataan tersebut sebenarnya memalukan.

Dari mulai film, buku, musik, produk fashion, software komputer, hingga software game, sepertinya tidak ada yang luput dari incaran pembajak. Meski sebenarnya ada ancaman hukum, namun akses untuk memperoleh barang-barang bajakan tersebut masih terbuka lebar dan mudah sekali dijangkau masyarakat. Saat menyusuri mal, ITC, pasar, atau pedagang asongan di jalan, kita pasti akan melihat beberapa jenis barang bajakan dijual secara bebas.

Meski begitu, di era internet yang serba maju ini, sudah saatnya kita juga memajukan cara pandang dengan mengurangi kebiasaan membajak dan mengonsumsi produk-produk legal yang sebenarnya ramah untuk kantong:

1. Spotify

Tak hanya melanggar hak cipta dan merugikan para pembuat lagu, pembajakan juga menurunkan kualitas musik yang kita nikmati. Sejak diluncurkan di Indonesia bulan Maret 2016, situs penyedia layanan streaming musik asal Swedia ini memperoleh respon yang cukup baik dari para pecinta musik – terutama mereka yang berusia 20an dan 30an.

Tak hanya dilengkapi dengan ratusan playlist alias daftar lagu yang dipilih sesuai tema dan suasana hati, Spotify juga memungkinkan pengguna premium untuk mendengarkan musik secara offline dan tanpa iklan. Ini juga sumber referensi musik yang bagus bagi kita-kita yang sibuk dan tidak selalu mengikuti perkembangan lagu-lagu hits, namun ingin ditemani playlist yang OK saat jogging di pagi hari, saat mengadakan pesta di rumah, bahkan saat patah hati.

Biaya normal berlangganan akun premium sekitar Rp49.990 per bulan, meski tersedia satu bulan user trial gratis dan terkadang ada promo hingga Rp 4.990 untuk tiga bulan. Spotify juga sudah bekerjasama dengan beberapa operator GSM untuk sistem pembayaran lewat pulsa bagi yang tidak punya kartu kredit.

2. Netflix

Daripada membuang waktu dan storage yang berharga untuk mencari dan mengunduh konten illegal dari situs Torrent – atau menumpuk DVD bajakan yang mungkin hanya ditonton 1-2 kali dan tidak tahan lama, lebih baik gunakan layanan movie streaming semacam Netflix.

Tahukah Anda bahwa biaya berlangganan Netflix selama satu bulan lebih murah dari nonton bareng pacar di akhir minggu? Layanan asal negeri Paman Sam ini memang diperuntukkan bagi mereka yang ingin meluangkan waktu santai dengan nonton bersama teman dan keluarga di rumah. Karena itu, ia menyediakan pilihan berlangganan seharga mulai Rp 109.000 per bulan, untuk digunakan oleh 1-4 user. Bagi anak-anak, pilihan film yang sesuai umur juga akan membuat orangtua merasa lebih tenang.

Sama seperti Spotify, Netflix menawarkan user trial selama sebulan penuh. Kelebihannya, kita akan menemukan film-film original produksi Netflix yang biasanya tidak ditayangkan di tempat lain. Namun, bagi penggemar film Asia dan Indonesia, ada baiknya membandingkan Netflix dengan layanan movie streaming serupa, misalnya HooqGenflix dan iFlix, yang ditawarkan dengan harga jauh lebih murah.

3. Pixabay

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang publikasi dan kreatif, penggunaan gambar dan video adalah hal yang krusial. Jika selama ini Anda menghabiskan waktu untuk mencuri gambar dari search engine, kemudian melakukan edit sana-sini atau acuh terhadap copyright item tersebut… Saatnya berubah!

Daripada pusing memikirkan hak cipta, Anda bisa mengunduh gambar dan video royalty free dari Pixabay. Situs penyedia public domain image asal Jerman ini menawarkan ribuan foto, ilustrasi, dan video yang bisa digunakan untuk kepentingan komersial secara gratis. Saat ini, Pixabay sedang mengumpulkan dana lewat crowdfunding Kickstarter untuk membangun versi mobile app-nya.

4. Kindle

Keinginan untuk membaca dan memperoleh lebih banyak ilmu memang mulia, namun hal tersebut tidak membenarkan tindakan membajak buku – baik dengan cara mengunduh di internet atau pun membeli buku bajakan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghemat pengeluaran untuk buku ialah membeli ebook. Meski untuk memiliki sebuah ebook reader seperti Kindle dibutuhkan biaya sekitar Rp 900.000, namun device yang satu ini sangat tahan lama dan bisa digunakan berminggu-minggu tanpa perlu charge baterai. Jika tidak memakai Kindle, kita masih bisa kok membeli ebook dan membacanya lewat komputer, tablet, atau mobile phone.

  1 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×