7 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Amnesti Pajak (Tax Amnesty)


5. Harta tambahan tidak dapat disusutkan

Untuk harta berwujud, perhitungan pernyusutan biasanya dimulai pada bulan harta tersebut digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan. Akan tetapi, harta tambahan – berwujud atau tidak berwujud – yang diungkapkan dalam SPHPP tidak dapat disusutkan untuk tujuan perpajakan.

6. Amnesti pajak memengaruhi laporan pajak seterusnya

Jika Anda memutuskan ikut amnesti pajak, ikutlah sepenuh hati dengan mendeklarasikan semua harta. Harta yang belum dilaporkan akan dianggap sebagai perolehan pada saat harta ditemukan – jika tidak ditemukan dalam waktu tiga tahun, maka harta tersebut bisa “lolos” tidak membayar pajak. Setelah mengikuti amnesti pajak, WP juga harus menjaga kepatuhan agar pajak menjadi efisien dan tidak mendatangkan masalah.

7. Persyaratan ikut amnesti pajak

Jika Anda tertarik untuk mengikuti program ini, Anda bisa datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk memperoleh info selengkapnya. Setelah itu, Anda bisa berkonsultasi dengan konsultan pajak dan menghitung aset dengan seksama untuk melunasi uang tebusan. Beberapa persyaratan dalam dokumen SPHPP, antara lain:

  • WP harus mengungkapkan harta yang pajaknya belum dibayar
  • Membayar uang tebusan ke kas negara
  • Melengkapi bukti pelunasan tunggakan pajak jika ada
  • Membuat daftar utang serta dokumen pendukungnya
  • Mencantumkan fotokopi SPT PPh terakhir
  • Menyiapkan beberapa surat pernyataan

Setelah WP mengajukan SPHPP beserta kelengkapannya ke KPP atau tempat yang ditunjuk, WP akan menerima Tanda Terima. Dalam jangka waktu 10 hari kerja selanjutnya, Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) akan diterima oleh WP.

Baca juga: Kesalahan yang Sering Dibuat Saat Melapor SPT Pajak

  2 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×