Cara Menghemat Biaya ke Salon Saat Tanggal Tua


Sudah bukan rahasia lagi bahwa orang selalu ingin berpenampilan baik, terlebih saat menghadiri pesta atau acara penting. Bahkan, beberapa dari kita akan merasa tak nyaman jika harus pergi ke kantor dengan rambut lepek atau berantakan.

Tidak heran layanan salon kecantikan menjamur, baik yang berlokasi di mal, apartemen, gedung perkantoran, maupun yang menerima order ke rumah-rumah klien.

Bagi yang ingin menikmati perawatan salon, tapi tetap ingin berhemat besar – seperti saat memasuki “tanggal tua” sebelum gajian – coba saja tips berikut ini:

1. Tentukan anggaran, baru pilih salon

Pertama-tama, Anda harus memiliki anggaran tetap untuk pos pengeluaran ini. Kategorikan ke dalam pengeluaran rekreasi setiap bulan, dan pastikan jumlahnya tidak lebih dari 15% gaji Anda. Jika lebih, itu artinya Anda perlu mencari alternatif salon yang lebih murah atau mengurangi pengeluaran lain, misalnya belanja online.

Jika menyangkut urusan salon, lebih mudah untuk pindah salon yang lebih murah daripada mengurangi frekuensi kunjungan. Karena itu, Anda bisa membagi anggaran salon sebanyak jumlah kunjungan atau perawatan yang Anda ingin lakukan dalam sebulan, misalnya Rp 750,000 untuk empat perawatan berupa dua kali hair spa, satu kali manicure dan pedicure.

Untuk perawatan kecantikan yang tidak membutuhkan selera khusus, seperti basic manicure, pedicure, atau blow out, Anda bisa coba pergi ke salon yang berada di luar mal dan area CBD. Kondisi salon paling ramai biasanya di akhir minggu, karena itu lakukan saja sepulang kantor. Dengan menerapkan hal ini, Anda bisa berhemat hingga 20%-30% dari harga salon kebanggaan Anda di mal.

Jangan malu untuk menanyakan harga total perawatan dan menolak hal-hal lain yang ditawarkan, karena banyak salon yang memasang harga murah untuk satu macam layanan, tapi mengenakan charge tambahan untuk shampoo, vitamin, dan blow out.

Sebagai contoh, sebuah salon ternama di mal Jakarta Pusat bisa saja memasang promo harga hair spa seharga Rp 80.000 di etalase tokonya, namun saat membayar Anda akan terkejut karena dikenakan Rp 190.000 untuk tambahan lain-lain. Sementara itu, sebuah salon tak bernama di Cikini bisa memberikan perawatan hair spa komplit dengan produk serupa seharga Rp 100.000, sambil disuguhi air minum dan fasilitas Wi-Fi pula!

2. Cari salon rumahan yang bagus

Salon jenis ini biasanya banyak ditemukan di komplek perumahan dan daerah yang dikelilingi universitas atau rumah kos. Ciri-cirinya, salon ini biasanya memanfaatkan sebagian area rumah pemilik – yang biasanya adalah stylist satu-satunya di tempat tersebut, serta bisa membuka pintu kapan saja ia menerima order jasa dari tetangganya.

Jika Anda berani bereksperimen dengan potongan rambut, tidak ada salahnya Anda mencoba potong rambut di sana. Namun, jika tidak, manfaatkan saja untuk perawatan lain yang hasilnya tidak beda dengan yang Anda dapatkan di salon mahal.

“Kalau cuma keramas dan di-blow pakai hairdryer, hasil (salon ternama dibandingkan salon rumahan) tidak jauh beda sih, tapi harga salon rumahan bisa setengahnya,” kata Angel, seorang karyawan swasta yang menjadi pelanggan salon kecil dekat rumahnya. Selain harganya murah, salon ini buka sejak pukul 06:00, sehingga Angel bisa sampai ke kantor dengan rambut yang fresh.

  1 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×