Cara Mudah Mengembalikan Barang yang Dibeli Secara Langsung atau Online


Anda melihat sebuah celana yang kelihatan bagus di toko online, kemudian membelinya tanpa pikir panjang. Dalam benak Anda, ukuran pinggang Anda biasanya M, maka Anda memesannya. Setelah barang sampai, celana tersebut hanya muat hingga pinggul Anda karena kekecilan. Apa yang Anda lakukan selanjutnya?

Di Indonesia, kebijakan pengembalian barang alias retur mulai berkembang dan diterima secara luas, terutama di toko-toko online, marketplace, maupun retail outlet ternama.

Sebelum Anda cemberut dan memutuskan untuk mendonasikan barang yang baru dibeli namun tidak sesuai harapan, pahami dulu beberapa aturan dasar tentang pengembalian barang:

Barang-barang yang sifatnya “intim” tidak bisa dikembalikan

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli barang-barang pribadi seperti bra, celana dalam, baju renang, kaus kaki, stoking, pahami bahwa kemungkinan Anda untuk mengembalikan barang tersebut sangat kecil. Oleh karena itu, berpikirlah dua kali sebelum membeli barang-barang ini secara online. Cara terbaik ialah mencoba item tersebut di tokonya, misalnya baju renang, kemudian memesan produk atau merek yang sama secara online di kemudian hari.

Selalu simpan struk pembelian

Menyimpan receipt alias struk pembelian tak hanya memudahkan Anda untuk mencatat anggaran bulanan, namun juga mempercepat proses saat Anda perlu melakukan pengembalian barang.

Saat ini, mayoritas retail outlet besar di Indonesia akan mencantumkan kebijakan pengembalian barang mereka di struk pembelanjaan. Pernahkah Anda meluangkan waktu untuk membacanya? Ketentuan yang berlaku di struk tersebut bisa bervariasi tergantung barang yang dibeli, diskon yang dikenakan pada barang, serta masa promosi yang sedang berlangsung di toko tersebut. 

Karena itu, tidak ada salahnya untuk menyimpan struk pembelanjaan suatu barang hingga Anda yakin ingin menyimpannya hingga seterusnya.

Cek kebijakan toko sebelum berbelanja

Beberapa merek seperti Zara, Uniqlo dan H&M memiliki kebijakan pengembalian barang yang tidak berubah, yaitu menerima penukaran barang dengan nilai yang serupa atau lebih rendah. Jika Anda ingin menukar barang yang dibeli dengan barang yang harganya lebih mahal, Anda bisa membayar kekurangannya.

Intinya, penjual tidak akan mengembalikan kelebihan uang Anda meski barang yang Anda tukar harganya lebih mahal.

  1 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×