Cara Menghitung dan Menghemat Pemakaian Listrik Sehari-hari


4. Perbedaan penggunaan listrik prabayar dan pascabayar

Sesuai dengan namanya, pemakaian listrik prabayar mengharuskan Anda melakukan pembayaran terlebih dahulu untuk arus listrik yang dialirkan di rumah Anda. Anda dapat membeli kuota layaknya pulsa isi ulang, kemudian memasukkan kodenya ke bargainser alias meteran listrik di rumah. Menjelang habis, meteran listrik akan berbunyi sehingga Anda dapat bersiap melakukan isi ulang.

Token Prabayar listrik PLN tersedia dalam bentuk voucher senilai Rp 20.000-Rp 1.000.000. Anda dapat membelinya di cabang bank Mandiri, BCA, BNI, Bukopin, NISP, atau layanan mitra PLN seperti Indomart atau Alfamart.

Di samping itu, listrik pascabayar masih lebih umum digunakan masyarakat, dimana pelanggan dapat menggunakan aliran listrik sepuasnya, kemudian menerima tagihan di akhir bulan sesuai dengan daya listrik terpasang.

“Biarpun meteran listrik di rumah sudah diganti menggunakan sistem token, kita tetap saja bisa boros seandainya tidak berhemat saat melakukan isi ulang. Belajar dari pengalaman tersebut, saya lebih memilih mengisi ulang listrik dengan pecahan kecil, misalnya Rp 50.000 beberapa kali dalam sebulan, daripada mengisi langsung Rp 200.000 untuk sebulan. Biasanya sih, tidak akan awet sampai sebulan,” ungkap Rani, seorang pelanggan listrik prabayar dengan daya 1300 va di rumahnya.

5. Memperkirakan penggunaan listrik pada peralatan rumah tangga

Berbagai alat rumah tangga yang tersedia masing-masing terbagi ke dalam dua jenis daya, yaitu daya statis atau tetap serta daya dinamis yang berubah-ubah.

Alat elektronik dengan daya statis artinya menggunakan listrik namun dengan jumlah daya yang sama sejak awal dinyalakan hingga saat alat mati secara otomatis. Yang termasuk ke dalam jenis alat elektronik berdaya statis, misalnya kipas angin, alat penyedot debu ( vacuum cleaner), komputer, dan televisi.

Sementara itu, daya dinamis berarti semua alat elektronik yang dikonsumsi berdasarkan ukuran yang bergantung pada suku cadang tambahan yang ada di dalam alat tersebut, yang merupakan penentu penggunaan daya, sejak dinyalakan hingga saat mati secara otomatis. Peralatan elektronik yang termasuk ke dalam jenis daya dinamis, misalnya AC, kulkas, rice cooker, coffee maker, termos listrik, dan setrika.

Anda bisa menghitung harga listrik rata-rata per kWh dengan cara membagi jumlah tagihan PLN bulan lalu – tidak termasuk biaya administrasi dan PJU – dengan pemakaian daya bulan lalu, misalnya Rp 588.000 / 392 kWh = Rp 1500 per kWh.

Setelah itu, Anda bisa  memperkirakan biaya listrik peralatan rumah tangga elektronik dengan rumus berikut:

((Besar Watt / 1000) x jam penggunaan) x Rp 1500

Sebagai contoh, sebuah lampu penerangan berdaya 5 Watt - 220 Volt yang rata-rata dinyalakan selama 12 jam sehari, akan memakan biaya listrik per hari sekitar Rp 90, atau Rp 2700 per bulan.

Televisi berdaya 0,8 Ampere - 220 Volt, rata-rata dioperasikan selama 12 jam sehari. Nilai daya dalam satuan Watt untuk 0,8 Ampere adalah 0,8 Ampere x 220 Volt = 176 Watt, maka biaya listik per harinya adalah sekitar Rp 3168, atau sekitar Rp 95.000 per bulan.

Kipas angin berdaya 45 Watt yang digunakan rata-rata selama 8 jam sehari, biaya listik per harinya sekitar Rp 540, atau Rp 16.200 per bulan.

Rice cooker 1,8 liter berdaya 350 Watt mampu menanak 0,8 liter beras menjadi nasi dalam waktu 25 menit. Maka, pemakaian dayanya kira-kira sebesar Rp 145,83 Watt dan biaya yang harus dibayarkan untuk pemakaian rice cooker tersebut per hari adalah Rp 218,75. Jika Anda menanak nasi setiap hari dan langsung mematikan rice cooker setelah nasi matang, maka biaya pemakaian per bulannya sekitar Rp 6600.

Air conditioner dengan kapasitas 1 PK – 540 Watt, artinya AC akan mengkonsumsi daya sebesar 540 Watt terus-menerus selama 1 jam penuh untuk beroperasi pada batas maksimum yang dimilikinya. Seandainya kita hendak mendinginkan suhu ruangan 30° C menjadi 27° C, maka konsumsi daya AC per jam tidak akan mencapai 0,54 kWh. AC tetap akan mengkonsumsi daya sebesar 0,54 kWh, namun tidak berlangsung terus menerus selama 1 jam penuh.

Dengan asumsi AC tersebut menggunakan 365 Watt saja, maka pemakaian AC 8 jam sehari akan memakan biaya sekitar Rp 4400, atau lebih dari Rp 131.000 per bulan.

Beberapa cara untuk menghemat konsumsi listrik yang patut dicoba:

  • Ganti penggunaan lampu pijar dengan LED. Harga lampu tersebut memang bisa berkali-kali lipat lebih mahal, namun menghemat biaya listrik Anda dalam jangka panjang dan tahan hingga 40.000 jam. Anda bahkan bisa menghemat hingga Rp 400.000 per tahun!
  • Jangan biasakan membuka kulkas terlalu lama atau memasang suhu paling rendah
  • Kurangi pemakaian alat elektronik selama WBP, misalnya tidak mengoperasikan mesin cuci atau menyetrika baju pada pk. 17.00-22.00
  • Tidak perlu menurunkan suhu AC hingga 16° C , karena Anda pun sudah merasa nyaman di suhu optimal 26-27° C.

Penyesuaian tarif listrik berubah-ubah setiap bulan dan bisa dilihat di situs resmi PLN. Dengan mengetahui hal-hal di atas, menghemat listrik bukan sesuatu yang mustahil, kan?

Baca juga: Penghematan Energi untuk Kurangi Biaya Listrik di Rumah

  2 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×