Pengetahuan Seputar Uang yang Sering Disalahartikan Orang


5. Malu menagih utang

Masih banyak dari kita yang merasa sungkan untuk menagih utang – entah karena takut dibilang pelit atau perhitungan. Hal ini tidak beralasan, sebab seharusnya orang yang meminjam uang-lah yang merasakan malu tersebut.

Hal miris terjadi pada Tenny yang meminjamkan uang kepada seseorang. Ia malas menagih dan berharap orang yang dipinjami mengingatnya sendiri.

“Saya tidak tagih-tagih terus. Pernah sekali, dia janji membayarkan, namun pastinya dia lupa. Saya pun tidak mengingatkannya lagi sampai saya tidak bisa menagihnya lagi, karena suatu hari ia meninggal mendadak.”

6. Membayar tagihan minimum kartu kredit

Kartu kredit bisa menjadi pembantu, penyelamat, atau musibah bagi penggunanya.

Jika Anda tidak bijak mengatur penggunaannya, Anda bisa kewalahan saat berusaha melunasi tagihannya di akhir bulan. Saat itu terjadi, jangan tergoda untuk membayar tagihan minimum yang jumlahnya hanya 10% dari total tagihan. Lebih baik Anda melunasinya dengan tabungan sesuai jatuh tempo yang ditentukan.

Ingat bahwa Anda akan dikenakan bunga kartu kredit yang jumlahnya berlipat dari waktu ke waktu; jika dibiarkan, jumlahnya bisa mencapai 30% per tahun!

[Baca: Satu Hal yang Penting Diketahui Soal Suku Bunga]

“Awalnya tidak berpikir panjang, lagipula beberapa bulan pertama kan tidak dikejar-kejar untuk melunasi. Sampai akhirnya semakin besar dan menyulitkan saya, “ kata Rini, seorang karyawan swasta yang pernah terbelit utang kartu kredit dan sekarang merasa trauma menggunakan kartu “plastik ajaib” tersebut.

7. Berbelanja saat sedang “Sale” saja

Masa-masa diskon memang menyenangkan dan meringankan dompet. Tapi, bukan berarti setiap ada tanda “Sale” di toko Anda harus mengintip ke dalam, kan?

Pada dasarnya, mayoritas barang-barang yang dijual dengan harga diskon adalah barang lama. Kemungkinan lain, barang tersebut bukan barang bagus, sehingga masih tersisa di gudang stok karena tidak ada yang menginginkannya. Beberapa merchant bisa saja menggunakan trik sale untuk menarik konsumen agar membelanjakan uang lebih banyak, atau – tidak menutup kemungkinan – memainkan harga kemudian memberi diskon.

Saat Anda ingin membeli barang diskon – entah itu produk fashion, elektronik, atau buku, tanyakan dua hal kepada diri sendiri, “Apakah saya membutuhkan barang ini?” dan “Apakah saya tetap akan membelinya seandainya tidak didiskon?”

Jika jawaban keduanya “ya”, maka tidak ada salahnya Anda membeli barang tersebut. Jika tidak, saatnya mencari alternatif lain untuk memuaskan keinginan diri untuk menambah variasi, misalnya menyewa gaun daripada membeli hanya untuk sekali pakai, bertukar buku dengan teman daripada membeli baru, dan sebagainya.

8. “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga!”

Ungkapan yang satu ini sangat populer dan mudah diingat – kemungkinan besar karena ia menyiratkan keinginan banyak orang untuk menikmati hidup yang hanya sekali ini.

Entah Anda percaya tentang surga atau tidak, namun menghabiskan masa muda dengan berfoya-foya bukanlah pedoman hidup yang patut dilestarikan.

Bayangkan jika Anda bisa menabung dan berinvestasi sejak pertama kali menerima gaji; uang Anda akan berkembang seiring dengan waktu dan Anda pun akan merasa lebih mudah dalam menyisihkan uang – karena penghasilan yang akan terus meningkat. Kebiasaan baik yang dimulai sejak muda akan berakar dan bertahan hingga tua.

Baca juga: 5 Strategi Keuangan yang Harus Anda Kuasai Sebelum 30

  2 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×