Kenyataan Resolusi Tahun Baru: Antara Impian Dan Kenyataan


Saya pribadi sering sekali mengalami kegagalan dalam mewujudkan resolusi. Setelah membaca sana sini, kemudian mempraktikannya (iya, dipraktikkan jangan hanya sekadar dibaca, ya), hal di bawah ini ternyata bisa membuat resolusi kita berhasil diwujudkan:

Membuat resolusi secara detail

Di tahun-tahun sebelumnya, saya hanya membuat resolusi “Rutin berolahraga”. Tahun kemarin, saya membulatkan tekad dengan menulis “Plank 1 menit sehari, squat minimal 25 kali sehari, lari minimal 3 kali seminggu”. Hal ini ternyata memang membuat kita lebih mudah melaksanakannya karena realistis dan jelas apa yang harus kita lakukan.

Memberitahukan resolusi kita ke orang lain

Hal ini saya lakukan dengan resolusi saya membuat buku. Saya tulis di blog, saya ceritakan ke beberapa sahabat, dan seterusnya. Ketika sahabat menagih, ketika ada yang mengirimkan komentar di blog saya, maka hal ini menjadi pemicu dan semacam pengingat bahwa ada hal yang harus saya lakukan di tahun ini. Thank God, I did it!

Selain memberitahukan resolusi kita pada orang lain, bisa juga melibatkan orang lain dalam resolusi kita. Contoh, mencari gym buddy yang memiliki tujuan sama dalam hal kesehatan. Berolahraga bersama itu memicu sikap kompetitif sehingga kita bisa lebih maksimal berolahraga.

All or nothing?

Hentikan sikap di atas ini. Mungkin selama ini kita suka berpikir, “Ah ngapain nabung uang kalo hanya 100 ribu rupiah per bulan? Tanggung amat”, karena kita ingin hasil yang lebih besar. Tapi sayangnya, menyisihkan lebih besar dari nominal yang kita pikir kecil, itu susah.

Padahal kalau dipikir-pikir, dengan 100 ribu rupiah per bulan, dalam setahun kita sudah mendapat 1,2 juta rupiah. Lumayan kan, daripada nggak sama sekali?

Jadi, ubah mindset kita dengan “It’s better do something than nothing”.

Tentunya, tidak semua resolusi saya berhasil dijalankan. Misalnya, urusan berolahraga ini masih sering saya lewatkan walaupun sudah menulis sedetail mungkin. Ada saja alasan saya untuk melewatkan 25 kali squat yang padahal mungkin nggak sampai 5 menit, atau cuaca juga kerap saya salahkan karena saya batal lari di jogging track sekitar kantor. Mudah-mudahan saya nggak sendirian menikmati kegagalan ini, ya.

Ada yang mau sama-sama membuat resolusi untuk 2017 supaya kita masuk ke dalam golongan elit 8% yang berhasil?

[Baca juga: Solusi Mengatasi 5 Kecemasan Seputar Uang]

  2 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×