TIPS Mendaftar Menjadi Peserta BPJS Kesehatan


Melakukan Pembayaran

Setelah mendaftar, calon peserta memperoleh Nomor Virtual Account (VA) dan tanggal pembayaran.

Pembayaran iuran bisa dilakukan melalui bank yang bekerja sama (BRI/Mandiri/BNI), mini market seperti Alfamart, dan kantor Pos Indonesia.

Saya pribadi lebih suka melakukan pembayaran di mini market atau kantor pos karena lebih efisien dan tinta print out bukti pembayarannya tidak mudah pudar seperti di ATM.

Sedangkan, di Bank Anda bisa mendapatkan bukti pembayaran print out hanya jika datang langsung ke teller, tetapi ini sedikit memakan waktu karena harus menunggu antrian sekitar 15 - 20 menit, dan jika menggunakan ATM maka tinta dikertas pembayarannya akan cepat pudar.

Setelah melakukan pembayaran, bawalah bukti pembayaran iuran tersebut ke kantor BPJS Kesehatan terdekat untuk dicetakkan kartu JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) Anda. Kartu ini mulai aktif dan dapat dipergunakan 2 minggu setelah pembayaran.

Iuran BPJS

Setelah mendapatkan kartu, Anda dapat melihat iuran JKN-KIS yang harus dibayarkan di sini

Anda dapat memilih jumlah iuran perbulan sesuai dengan kemampuan karena iuran peserta BPJS Kesehatan dibagi menjadi 3 kelas yaitu :

  1. Sebesar Rp. 25.500,- (dua puluh lima ribu lima ratus rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III.
  2. Sebesar Rp. 51.000,- (lima puluh satu ribu rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II.
  3. Sebesar Rp. 80.000,- (delapan puluh ribu rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.

Pembayaran paling lambat dilakukan tanggal 10 setiap bulannya.

Sanksi Telat Bayar

Jika terjadi keterlambatan pembayaran sehingga peserta menunggak 1 bulan maka status keanggotaannya akan dinonaktifkan. Setelah tunggakan dilunasi maka status kepesertaan aktif kembali, namun layanan jaminan kesehatannya belum dapat dipergunakan hingga 45 hari ke setelahnya tanpa dikenakan denda.

Namun, jika sebelum 45 hari ternyata peserta harus menjalani perawatan kesehatan maka dikenakan sanksi sebesar 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan untuk setiap bulan tertunggak, dengan ketentuan:

  1. Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 (dua belas) bulan.
  2. Besar denda paling tinggi Rp.30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah).

Untuk gambaran lebih jelas, berikut ini adalah ilustrasi pengenaan sanksi tunggakan pembayaran jaminan kesehatan dari BPJS kesehatan.

Seorang peserta mandiri kelas 2 menunggak 5 bulan dan saat rawat inap dikenakan total biaya perawatan sebesar Rp35.000.000, maka peserta tersebut harus ikut membayarkan biaya perawatan sebesar Rp4,375,000 sebagai hasil perhitungan sesuai rumus yaitu (2,5% x Rp35juta (total biaya perawatan) x 5 (jumlah bulan tunggakan) ).

Sebagai informasi tambahan, terhitung mulai 1 September 2016, iuran BPJS kesehatan yang harus Anda bayarkan adalah sejumlah anggota yang tercantum didalam kartu keluarga (kecuali yang ditanggung oleh perusahaan). 

Dengan menjadi menjadi peserta BPJS kesehatan sejak dini kita telah melindungi diri kita dan keluarga dari penyakit yang datangnya tidak pernah kita duga. Namun, apabila kita tidak menggunakannya untuk diri kita maka kita telah menolong saudara Setanah Air Indonesia untuk berobat seperti moto dari BPJS Kesehatan “Dengan Gotong Royong Semua Tertolong.”

Semoga dengan gotong royong tersebut tidak ada lagi cerita tentang masyarakat yang tidak dapat berobat karena tidak ada biaya.

  2 of 2  

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×