TIPS Mendaftar Menjadi Peserta BPJS Kesehatan


“Awalnya, saya mengurus BPJS kesehatan sebatas memenuhi prasyarat dokumen masuk sekolah dasar untuk anak. Tak pernah terpikir bahwa saya akhirnya benar-benar mempergunakan fasilitas tersebut. Namun cerita berubah ketika saya divonis kanker kantung empedu dan harus rutin mengalami rawat jalan bahkan operasi untuk pengangkatan kantung empedu, dan kemoterapi, saya baru menyadari pentingnya memiliki BPJS Kesehatan”

Cerita diatas adalah pengalaman pribadi, saya tidak pernah menyadari bahwa menjadi peserta BPJS Kesehatan yang awalnya karena ketidaksengajaan ternyata bermanfaat untuk saya saat ini, terutama dalam kondisi sakit saya dengan vonis penyakit yang tidak pernah terlintas dipikiran saya sebelumnya. BPJS Kesehatan ternyata dapat menanggung biaya penyakit kritis yang saya alami.

Tertarik untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan?

Berdasarkan pengalaman, di sini saya ingin berbagi beberapa tips untuk Anda yang berkeinginan mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan untuk mendapatkan manfaat perlindungan kesehatan seperti saya.

Cara Mendaftar BPJS

Untuk menjadi anggota BPJS kesehatan ternyata sangat mudah, tersedia dua cara yang bisa dipilih untuk mendaftar, yaitu:

Pendaftaran Online

Pilihan ini disediakan bagi Anda yang sibuk bekerja dan tidak memiliki banyak waktu. Silahkan kunjungi situs BPJS untuk melakukan pendaftaran online.
Sayangnya cara ini tidak berlaku apabila salah satu dari anggota keluarga yang tercantum namanya di Kartu Keluarga Anda ternyata sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Bila hal demikian terjadi, satu-satunya cara Anda mendaftar yaitu harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

Pendaftaran Langsung ke Kantor BPJS Kesehatan

Pendaftaran langsung dapat dilakukan dengan datang ke Kantor BPJS Kesehatan terdekat, sesuai dengan dari daerah mana KTP Anda dikeluarkan. Misalnya, jika Anda pemegang KTP Jakarta Selatan datanglah ke Kantor BPJS Kesehatan di Pasar Minggu. Untuk alamat BPJS Kesehatan lainnya silahkan klik di sini

*Tips:
Mengingat bahwa jam operasional layanan BPJS Kesehatan yaitu setiap hari Senin – Jumat, pukul 08.00WIB – 17.00WIB, sebaiknya Anda datang setelah jam 1 siang dan sebelum jam 3 sore, karena pada saat itu antrian sudah tidak terlalu banyak.

Syarat Mendaftar BPJS

Hal-hal yang harus diperhatikan saat melakukan pendaftaran peserta BPJS Kesehatan adalah :

Melengkapi Isian dan Dokumen Yang Diperlukan

Mengisi Formulir Daftar Isian Peserta (DIP) yang disediakan oleh kantor BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia dengan melampirkan :

  1. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  2. Fotokopi KTP/Paspor, masing-masing 1 lembar
  3. Fotokopi Buku Tabungan BRI/ Mandiri/ BNI salah satu peserta yang ada didalam Kartu Keluarga. Buku tabungan ini untuk auto debit jumlah pembayaran BPJS kesehatan Anda, untuk hal ini Anda perlu datang ke Bank untuk mendaftarkan auto debit pembayaran BPJS Kesehatan Anda.
  4. Pasfoto 3 x 4, masing-masing sebanyak 1 lembar, background bebas

*Tips:

  1. Untuk fotokopi dokumen persyaratan, sebaiknya persiapkan lebih dari 2 salinan, sehingga jika ada kekurangan Anda tidak perlu menghabiskan waktu bolak balik ke tempat fotokopi.
  2. Persiapkan semua dokumen sehari sebelum ke BPJS Kesehatan, kemudian staples semua dokumen masukan semua dokumen ke dalam map atau amplop coklat besar
  3. Bawalah pulpen warna hitam, untuk mengisi form bila diperlukan
  4. Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas jika saat pengisian Formulir Daftar Isian Peserta ada yang tidak Anda pahami

Melakukan Pembayaran

Setelah mendaftar, calon peserta memperoleh Nomor Virtual Account (VA) dan tanggal pembayaran.

Pembayaran iuran bisa dilakukan melalui bank yang bekerja sama (BRI/Mandiri/BNI), mini market seperti Alfamart, dan kantor Pos Indonesia.

Saya pribadi lebih suka melakukan pembayaran di mini market atau kantor pos karena lebih efisien dan tinta print out bukti pembayarannya tidak mudah pudar seperti di ATM.

Sedangkan, di Bank Anda bisa mendapatkan bukti pembayaran print out hanya jika datang langsung ke teller, tetapi ini sedikit memakan waktu karena harus menunggu antrian sekitar 15 - 20 menit, dan jika menggunakan ATM maka tinta dikertas pembayarannya akan cepat pudar.

Setelah melakukan pembayaran, bawalah bukti pembayaran iuran tersebut ke kantor BPJS Kesehatan terdekat untuk dicetakkan kartu JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) Anda. Kartu ini mulai aktif dan dapat dipergunakan 2 minggu setelah pembayaran.

Iuran BPJS

Setelah mendapatkan kartu, Anda dapat melihat iuran JKN-KIS yang harus dibayarkan di sini

Anda dapat memilih jumlah iuran perbulan sesuai dengan kemampuan karena iuran peserta BPJS Kesehatan dibagi menjadi 3 kelas yaitu :

  1. Sebesar Rp. 25.500,- (dua puluh lima ribu lima ratus rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III.
  2. Sebesar Rp. 51.000,- (lima puluh satu ribu rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II.
  3. Sebesar Rp. 80.000,- (delapan puluh ribu rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.

Pembayaran paling lambat dilakukan tanggal 10 setiap bulannya.

Sanksi Telat Bayar

Jika terjadi keterlambatan pembayaran sehingga peserta menunggak 1 bulan maka status keanggotaannya akan dinonaktifkan. Setelah tunggakan dilunasi maka status kepesertaan aktif kembali, namun layanan jaminan kesehatannya belum dapat dipergunakan hingga 45 hari ke setelahnya tanpa dikenakan denda.

Namun, jika sebelum 45 hari ternyata peserta harus menjalani perawatan kesehatan maka dikenakan sanksi sebesar 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan untuk setiap bulan tertunggak, dengan ketentuan:

  1. Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 (dua belas) bulan.
  2. Besar denda paling tinggi Rp.30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah).

Untuk gambaran lebih jelas, berikut ini adalah ilustrasi pengenaan sanksi tunggakan pembayaran jaminan kesehatan dari BPJS kesehatan.

Seorang peserta mandiri kelas 2 menunggak 5 bulan dan saat rawat inap dikenakan total biaya perawatan sebesar Rp35.000.000, maka peserta tersebut harus ikut membayarkan biaya perawatan sebesar Rp4,375,000 sebagai hasil perhitungan sesuai rumus yaitu (2,5% x Rp35juta (total biaya perawatan) x 5 (jumlah bulan tunggakan) ).

Sebagai informasi tambahan, terhitung mulai 1 September 2016, iuran BPJS kesehatan yang harus Anda bayarkan adalah sejumlah anggota yang tercantum didalam kartu keluarga (kecuali yang ditanggung oleh perusahaan). 

Dengan menjadi menjadi peserta BPJS kesehatan sejak dini kita telah melindungi diri kita dan keluarga dari penyakit yang datangnya tidak pernah kita duga. Namun, apabila kita tidak menggunakannya untuk diri kita maka kita telah menolong saudara Setanah Air Indonesia untuk berobat seperti moto dari BPJS Kesehatan “Dengan Gotong Royong Semua Tertolong.”

Semoga dengan gotong royong tersebut tidak ada lagi cerita tentang masyarakat yang tidak dapat berobat karena tidak ada biaya.

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×