3 Rahasia Buka-Bukaan Uang dengan Pasangan


Mulai dari menyembunyikan barang belanjaan online shop di dalam lemari (ngaku aja deh kalau sering melakukannya) sampai dengan kunjungan rahasia ke bengkel mobil (bahkan setelah beberapa tahun menikahpun saya masih terus mencari tahu), ternyata pasangan menyembunyikan beberapa hal dari satu sama lain.

Sebenarnya ada beberapa alasan yang bisa menjadi penyebab terjadinya hal tersebut:

Menghindari konflik – umumnya pasangan tidak akan menyetujui barang belanjaan yang kita beli dan untuk menghindari munculnya perdebatan, biasanya kita memilih menyembunyikan barang tersebut dan berharap pasangan tidak akan menemukannya.

Kebiasaan – biasanya hal ini terjadi karena sejak sebelum menikah Anda terbiasa membeli barang tanpa meminta persetujuan dari orang lain.

Dengan atau tanpa kita sadari ternyata menyembunyikan sesuatu dari pasangan merupakan hal yang melelahkan, lho!

Saya masih ingat saat saya membeli mixer kue yang mahal (saya bukan seorang pembuat kue, tapi menurut saya mixer itu akan terlihat bagus di dapur saya). Karena saya tahu suami saya akan marah jika ia mengetahui harganya, maka saya memutuskan untuk mengarang cerita bahwa mixer tersebut adalah hadiah pemberian dari sepupu. Saya yakinkan pasangan bahwa sepupu saya memberikannya karena telah membeli mixer baru, yang lebih bagus.

Sebuah cerita yang meyakinkan, pikir saya.

Akan tetapi, saya tidak memikirkan cerita ini matang-matang. Terlebih tentang kemungkinan cerita dibahas dalam pembicaraan saat pertemuan keluarga, misalnya seperti : bila suami saya akan berterima kasih kepada sepupu saya atas “hadiah”nya.

Akhirnya untuk menutupi kebohongan ini, saya harus memberitahu sepupu saya mengenai cerita dan meminta suaminya untuk mengatakan hal yang sama, karena suami saya dan suaminya sering berbincang.

Walaupun sekarang saya punya cerita yang meyakinkan, saya masih harus mengingat semua detail dan siapa saja yang terlibat dalam hal ini, sehingga nanti selama acara pertemuan mingguan keluarga kami, saya bisa mengatakan hal yang benar kepada orang yang tepat.

Sangat melelahkan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan dari hal-hal yang berhubungan dengan peralatan dapur, hadiah, dan model terbaru… atau apapun yang akan bersinggungan dengan mixer kue saya.

Saya akhirnya menyerah dan memilih untuk mengaku kepada suami. Awalnya ia sempat terkejut, tetapi kemudian dia tertawa dan bilang bahwa dia juga sudah menyembunyikan aksesoris baru untuk sepedanya selama berminggu-minggu. Fiuh…!

Setelah dipikir ulang ternyata mengarang alasan untuk pasangan itu hanyalah membuang waktu dan tenaga. Dan keduanya bisa saya hemat dengan mengatakan hal yang sejujurnya kepada pasangan sejak awal.

Sejak saat itu, kami sepakat untuk selalu memberitahukan belanjaan kami kepada satu sama lain.

Berikut adalah beberapa pembelajaran yang saya dapat dari proses ini:

1. Menyetujui barang belanjaan pasangan

Daripada menghalangi satu sama lain untuk berbelanja, ijinkan pasangan untuk membeli dan/atau menghabiskan uang dalam jumlah tertentu secara teratur. Contohnya, setuju setiap bulannya,kamu akan pergi untuk spa dan sebaliknya diapun bisa membeli sesuatu untuk sepedanya (atau apapun hobinya saat ini) Transparansi pengeluaran seperti ini dapat membebaskan Anda dari perasaan bersalah.

2. Mengatur anggaran

Atur pengeluaran anda sampai ke jumlah tertentu sehingga anda berdua dapat mencapai anggaran yang telah ditentukan. Apabila salah satu dari Anda mengalami kelebihan pengeluaran (saya yakin hal ini terkadang tidak dapat dihindari) tahan penilaian buruk anda.

Malah, diskusikanlah bagaimana untuk mencegah hal ini terjadi di kemudian hari.

3. Mempunyai tujuan bersama

Apabila Anda sudah terlalu terbiasa dalam mengambil semua keputusan sendiri, sekarang adalah saat yang tepat untuk memikirkan pembicaraan mengenai pengeluaran utama dengan pasangan. Mempunyai tujuan bersama sebagai pasangan juga dapat membantu Anda berdua menentukan arah hubungan.

Ingatlah bahwa Anda sekarang berada dalam suatu hubungan. Gunakan situasi seperti ini sebagai suatu kesempatan untuk menguatkan hubungan Anda dan pasangan, bukan malah menimbulkan keretakan diantara Anda berdua.


Silahkan baca artikel terkait : 

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×