Apakah Utang Itu Selalu Buruk?


Jawaban singkatnya adalah tidak.

Tetapi sebelum kita membahas mengapa demikian, Anda perlu tahu bahwa utang terdiri dari dua jenis, yaitu: produktif dan nonproduktif (atau lebih sering disebut sebagai utang konsumtif).

Pertama, mari kita bahas tentang utang produktif. Yang termasuk dalam kategori ini adalah utang yang bisa meningkatkan pendapatan atau keuntungan di masa depan (karena itulah disebut produktif).

Misalnya, mengambil utang untuk mengembangkan bisnis. Dengan pertimbangan bahwa bisnis yang diperluas tersebut akan menghasilkan lebih banyak uang di masa depan, maka ini termasuk utang produktif.

Contoh lainnya yaitu KPR atau pinjaman untuk pembelian properti. Dengan harapan harga properti akan naik dalam kurun 10 – 20 tahun mendatang, sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli yang Anda bayarkan saat ini dengan harga jual yang lebih tinggi saat itu (juga disebut keuntungan modal).

Berikutnya, jenis utang yang kedua ini lebih sering kita dengar, dikenal dengan sebutan utang konsumtif (nonproduktif). Hal ini terjadi saat utang dibuat untuk membeli barang-barang, seperti:

- mobil

- atau TV layar datar

- atau sepasang sepatu baru

Nah… sudah mulai terbaca ke mana arah pembicaraan ini, kan?

Mengapa dianggap nonproduktif? Hal ini dikarenakan barang-barang yang telah dibeli tersebut akan mulai kehilangan nilai ekonomisnya sesaat setelah Anda mempergunakannya atau membawanya dari toko tempat Anda membelinya (misalnya: saat keluar dari showroom, jika itu adalah produk otomotif).

Yang pasti sulit dan hampir tidak mungkin pada kondisi ini yaitu Anda menjual kembali barang – barang tersebut seharga atau bahkan lebih dari harga yang telah Anda bayar sebelumnya.

Ingatlah bahwa utang apapun itu, baik produktif maupun konsumtif, keduanya memiliki resiko berupa ketidak mampuan Anda melunasi utang dan kehilangan aset Anda sebagai hasilnya.

Misalnya, Anda mengambil pinjaman untuk membeli properti, tapi setelah melunasi uang muka dan membayar angsuran beberapa bulan, ternyata Anda tiba-tiba tidak mampu lagi untuk melanjutkan pembayaran angsuran berikutnya.

Saat Anda berhenti membayar angsuran itulah maka secara otomatis Anda kehilangan uang muka, angsuran, dan properti itu sendiri. Dalam kasus ini, uang muka dan cicilan, yang merupakan aset Anda sebelumnya, sekarang hilang karena Anda tidak dapat melanjutkan pembayaran angsuran.

Jadi apabila dikembalikan lagi ke pertanyaan awal kita --- maka jawabannya adalah tidak semua utang itu buruk.

Contohnya utang produktif, apabila dipergunakan dan dikelola dengan baik, dapat membantu menambah jumlah aset dan mencukupi kebutuhan keluarga.

Bagikan tulisan



Translation

BACAAN LAIN

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×