4 Tips Teratas dalam Merencanakan Anggaran Edukasi Anak Anda


Besarnya biaya pendidikan di Indonesia memang sungguh mengherankan. Bahkan hanya untuk masuk playgroup anda harus merogoh kocek senilai sekian juta untuk uang pangkal. Belum SPP bulanan, uang kegiatan dan lain-lain.

Masuk jenjang universitas apalagi. Puluhan sampai ratusan juta harus anda siapkan untuk menyekolahkan anak anda di universitas idaman.

Melihat kondisi ini, merencanakan dana pendidikan anak sejak playgroup menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan.

Ini panduannya.

1. Pilih-pilih sekolahnya

Sebagai orangtua anda pasti punya idealisme atau keinginan menyekolahkan anak di sekolah tertentu. Apakah itu sekolah negeri favorit, sekolah swasta bagus atau sekolah bertaraf internasional (SBI).

Meski (mungkin) anak anda masih belajar berjalan, sudah waktunya anda lihat-lihat dan pilah-pilih sekolah idaman ini. Mulai dari playgroup, TK, SD sampai dengan Universitas.

Kenapa? Untuk memperkirakan total dana pendidikan yang harus disediakan.

2. Waktu untuk menyiapkan dana

Setelah mendapat sekolah incaran, hitung waktu yang anda perlukan untuk menyiapkan dana sekolahnya.

Misal saat ini anak anda berusia 2 tahun, maka setahun lagi sudah waktunya masuk playgroup, 3 tahun lagi masuk TK, 5 tahun lagi masuk SD, dan seterusnya.

3.  Jumlah kebutuhan dana

Misalnya 15 tahun lagi anak anda akan masuk Universitas. Universitas incaran adalah almamater suami anda yang saat ini mengenakan uang pangkal 150 juta untuk mahasiswa baru.

SPP per semester sekitar 5 juta, belum biaya buku, transportasi dan lain-lain. Katakanlah setiap bulan anda harus menyediakan dana 3 juta untuk kuliah anak.

Jika waktu kuliah selama 5 tahun, berarti total dana pendidikan = 150 juta + (5 juta x 10) + (3 juta x 60) = 380 juta.

Perlu diingat bahwa 380 juta adalah nilai saat ini. 15 tahun lagi? Pertimbangkan inflasi Indonesia yang berkisar di atas 10% per tahun.

4. Produk yang akan digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan

Nah, ini yang paling penting. Jangan sampai anda keliru memilih produk sehingga target dana pendidikan tidak tercapai.

Ada beberapa pilihan yang bisa anda gunakan, yaitu tabungan pendidikan, asuransi pendidikan atau berinvestasi pada emas atau reksadana. Masing-masing produk punya kelebihan dan kekurangan, silahkan pilih yang paling sesuai dengan kondisi keuangan anda.

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×