4 Tips Melakukan Negosiasi Pembayaran Utang Kartu Kredit


Riana, seorang guru TK di Jakarta, hidup bagaikan supermodel. Ia memakai koleksi fashion terbaru Zara, membawa iPad 3 dan segelas Starbucks setiap hari. Apakah ia kaya? Tidak, karena kenyataannya ia memiliki tiga kartu kredit dan sudah melewatkan pembayaran selama tiga bulan terakhir. Pihak penerbit kartu sudah beberapa kali meneleponnya dan ia mungkin harus mengucapkan selamat tinggal kepada kartu-kartu plastik tersebut ketika status kreditnya diperiksa begitu aturan baru Bank Indonesia yang lebih ketat diberlakukan 1 Januari 2013.

Penghasilan Riana sebesar Rp 8 juta per bulan, namun saldo kartu kreditnya mencapai Rp 20 juta (indikasi bahwa utang kartu kredit Anda berlebihan adalah jika jumlahnya sudah melebihi 30% dari penghasilan satu bulan). Ditambah lagi ia harus rutin membayar biaya bulanan seperti kos, makanan, dan transportasi. Putus asa, ia meminta bantuan pada ibunya. 

Riana dan ibunya pun mulai membicarakan tentang kebiasaan konsumtifnya dan ia pun mendapat ultimatum untuk menyelesaikan semua tagihan sebelum mulai berbelanja lagi. Ibunya bersedia membantu membayar sebagian utangnya. Riana merasa lega karena menerima kesempatan kedua, namun bingung bagaimana harus memulai proses pembayaran utangnya. 

Berikut adalah beberapa tips dari LiveOlive yang dapat membantu Riana hingga ia terbebas dari utang kartu kredit yang menjerat:

1. Lakukan balance transfer ke kartu yang memiliki bunga terendah. 

Dalam usahanya untuk menarik lebih banyak nasabah, bank biasanya akan menawarkan suku bunga yang kompetitif. Beberapa bank menawarkan bunga 0%-2% selama 3 bulan atau lebih, karena itu bertanyalah dengan lengkap sebelum Anda mengajukan aplikasi untuk ini (termasuk berapa jumlah biaya transfer). Jika Riana dapat memindahkan saldo kartu kreditnya ke kartu yang memiliki bunga terendah, ia setidaknya akan mengurangi beban pembayarannya. Gunakan Kalkulator Kartu Kredit LiveOlive untuk mengetahui berapa jumlah sebenarnya yang terbayar jika Anda terus melakukan pembayaran kartu kredit minimum.

2. Mintalah diskon untuk pelunasan utang. 

Jika Anda sudah melewatkan pembayaran kartu kredit selama tiga bulan terakhir, besar kemungkinan Anda akan menerima beberapa telepon dari bank yang menanyakan kapan Anda akan membayar. Itulah saat yang tepat untuk melakukan negosiasi agar Anda memperoleh diskon. Penerbit kartu kredit akan melakukan apapun yang mereka bisa untuk mempertahankan nasabah, oleh karena itu beberapa penerbit akan meniadakan biaya penalti, bunga tambahan, atau memberikan diskon bahkan sebanyak 50%.

3. Negosiasikan debt rescheduling atau debt restructuring. 

Penerbit kartu kredit dapat memberikan Riana keleluasaan melalui penundaan dan pengurangan dalam pembayaran utang. Riana dapat melakukan negoisasi untuk membayar sesuai jumlah yang dapat ia setorkan setiap bulan sementara biaya bunga dan penalti ditiadakan. Biasanya bank akan meminta uang muka saat kesepakatan antara kedua pihak disahkan. Selama Riana melakukan cicilan untuk melunasi utangnya, kartu kredit tersebut menjadi tidak aktif.

4. Bayar dengan pinjaman dana tunai yang menawarkan bunga rendah. 

Riana sering menerima telepon dari divisi telemarketing kartu kreditnya yang menawarkan untuk “memanfaatkan” sisa limit kreditnya sebagai pinjaman tunai dengan bunga tetap selama beberapa periode, biasanya antara 3-6 bulan. Riana dapat membandingkan pilihan ini dengan balance transfer, kemudian memilih penawaran dengan bunga terendah. Misalnya jika Riana memiliki limit kredit Rp 10 juta pada kartu kredit A (dengan bunga 3.25%) dan saldo kartu kredit Rp 3 juta, berarti ia dapat memperoleh pinjaman sebesar maksimum Rp 7 juta, yang harus ia lunasi dalam waktu 3-6 bulan. Beberapa bank bahkan menawarkan bunga kurang dari 1%.

Akhirnya Riana dapat melunasi seluruh utang kartu kreditnya, sementara bank menyambut baik kesempatan untuk melayani nasabahnya. “Saya lega karena bisa berbicara dengan pihak bank dan mereka membantu saya,” tukas Riana, yang kini biasa membuat kopi di rumah, mempertahankan satu kartu kredit dan tidak pernah lagi melakukan pembelian tanpa lebih dulu menyisihkan tabungan

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×