3 Fakta Mengenai Pentingnya Dana Darurat


Akhir bulan tiba dan Vanessa tidak sabar ingin melihat saldo di rekening gajinya. Ya, gajian tiba dan ia ingin segera membeli sepasang sepatu hak keren dari Louboutin, dengan sisa uang dari hasil kerja kerasnya selama sebulan. Sayangnya, tabungan Vanessa  tidak dapat menutup pengeluarannya selama 3 bulan mendatang, jadi jika ada hal buruk yang terjadi –semoga tidak—ia mungkin harus berhutang agar dapat membayar pengeluaran yang tak terduga.

Hal Apa yang Dianggap Sebagai “Darurat”?

Diskon di counter Louboutin tidak bisa dikategorikan sebagai hal “darurat”.      

Akan tetapi, kejadian-kejadian malang seperti kehilangan pekerjaan, sakit atau kematian orang yang Anda sayangi, serta kecelakaan dapat dikategorikan sebagai hal darurat yang akan membuat Anda mengeluarkan uang lebih dari biasanya. Perjalanan ke Bali bukanlah hal darurat, kecuali perjalanan tersebut melibatkan seorang anggota keluarga yang sakit atau meninggal dunia. Karena itu perencanaan anggaran menjadi bagian penting dalam membangun Dana Darurat Anda.

I dealnya, seorang karyawan menyimpan Dana Darurat dalam tabungan yang dapat menutup setidaknya 6 bulan biaya hidup. Jika Anda mempunyai bisnis sendiri atau bekerja sebagai pegawai lepas dan memiliki penghasilan yang tidak teratur, lebih baik Anda menyimpan sebesar 8 bulan biaya hidup. Misalkan Anda menghasilkan Rp 10 juta setiap bulan dan menghabiskan Rp 5 juta untuk biaya hidup, maka Anda harus menyimpan Rp 30 juta sebagai Dana Darurat. Ada beberapa teori yang berbeda mengenai hal ini, tetapi LiveOlive percaya bahwa jumlah tersebut akan cukup mendukung Anda hingga keadaan kembali stabil.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengelola Dana Darurat Anda:

1. Simpan Dana Darurat Anda dalam sebuah rekening tabungan, dan bukan deposito. Ingat bahwa dana tersebut harus mudah dicairkan kapan saja namun tidak terlalu mudah untuk menggoda Anda supaya menggunakannya, karena itu sebaiknya pisahkan rekening tersebut dari rekening gaji Anda dan hilangkan pilihan untuk memiliki kartu ATM.

2. Dana Darurat Anda harus bebas dari resiko, karena itu jangan menaruhnya ke dalam reksa dana, mata uang asing atau jenis investasi lainnya.

3. Jika Anda masih memiliki utang kartu kredit, berusahalah membayarnya lebih cepat dengan cara memotong anggaran belanja/ jalan-jalan Anda atau  melakukan negosiasi dengan penerbit kartu untuk memperoleh bunga utang yang lebih ringan.

Menahan diri untuk tidak membelanjakan uang sisa dari penghasilan Anda memang tidak mudah, namun menabung uang tersebut akan melindungi Anda dari krisis moneter. Ketika Anda sudah memiliki Dana Darurat sebesar 6 bulan biaya hidup, nol utang, pekerjaan yang stabil, serta penghasilan tetap, Anda bisa berkonsentrasi pada target lain dan memiliki rasa aman saat berusaha mencapai target tersebut. Selamat menabung!

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×