4 Tips Efektif Mengumpulkan Dana Darurat


Vanessa, 25, baru menyadari pentingnya memiliki Dana Darurat ketika ia dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja. Tidak satupun pakaian dan tas bermerek miliknya yang dapat membantu keuangannya saat dalam keadaan terdesak, kecuali tabungan sebesar 6 bulan biaya hidup yang menopangnya hingga ia memperoleh pekerjaan baru. Untungnya, ia telah menyisihkan sebagian penghasilan bulanannya.

Jika Anda telah membuat keputusan seperti Vanessa, berikut ada beberapa tips untuk membangun Dana Darurat Anda:

1. Catat Pengeluaran Anda dalam Sebulan  

Biasakan diri untuk selalu mencatat pengeluaran sehari-hari –dari mulai makanan, biaya rumah tangga, biaya tempat tinggal, transportasi, asuransi, KPR dan biaya yang wajib Anda bayar secara rutin. Anda dapat menggunakan Kalkulator Anggaran LiveOlive untuk merinci pengeluaran Anda. Banyak aplikasi smartphone yang juga dapat membantu Anda merekam pengeluaran selama sebulan. Dalam tiga bulan Anda akan mengetahui perkiraan dana yang harus Anda simpan ke dalam tabungan khusus.

2. Kurangi Pengeluaran Anda

Ambil contoh Vanessa: ia memperoleh penghasilan Rp 7 juta per bulan, sementara biaya hidupnya mencapai Rp 4 juta. Meski ia rutin menabung Rp 1,4 juta –20% dari penghasilan—setiap bulan, ia sadar bahwa ia harus “menunggu” 17 bulan untuk mengumpulkan Dana Darurat (Rp 4 juta x 6 = Rp 24 juta). Itu sama dengan satu setengah tahun!

Jika Anda tidak ingin menunggu selama itu, Anda dapat mengurangi anggaran untuk belanja dan jalan-jalan dengan cara berikut:

● Ganti kebiasaan membeli Starbucks setiap pagi dengan membeli kopi di café terdekat

● Ambil uang tunai sebesar yang Anda butuhkan selama seminggu, kemudian tinggalkan kartu debit dan kartu kredit Anda di rumah

● Beli buah, sayur dan daging di pasar tradisional atau penjual keliling. Kualitasnya sama seperti produk yang dijual di supermarket, namun Anda bisa menghemat setengah harga yang biasa Anda belanjakan.

3. Cari Sumber Penghasilan Lain

Mulailah mencari kesempatan untuk melakukan pekerjaan paruh waktu di luar pekerjaan kantor. Ini hanya untuk sementara dan Anda dapat memilih untuk melakukan hal-hal yang Anda minati, misalnya menjual produk aksesori yang Anda buat sendiri, atau memdesain kartu undangan pernikahan teman.

4. Jual Barang-barang yang Tak Terpakai

Gaun cocktail yang sudah kekecilan, TV tabung lama yang memakan banyak tempat, stroller bayi yang tidak berguna lagi bagi anak Anda; pasti ada beberapa barang di rumah Anda yang tergeletak dan mengumpulkan debu saja. Kumpulkan saja semuanya dan jual barang-barang tersebut melalui situs online seperti KaskusTokobagus atau coba ikut sertakan ke acara Garage Sale seperti yang diadakan oleh Jakarta Garage Sale. Setelah Anda memperoleh uang tambahan, segera masukkan ke dalam tabungan agar usaha Anda tidak menjadi sia-sia.     

Hal-hal di atas hanya sebagian ide untuk memulai niat Anda. Kuncinya adalah setiap Anda memperoleh uang tunai dalam jumlah cukup besar (dari bonus kantor, pekerjaan paruh waktu, hadiah), segera simpan ke dalam Dana Darurat sebelum Anda tergoda untuk membelanjakannya.

Baca juga: Tantangan 15 Hari Diet Keuangan Anda 

Pilih klien yang ingin dikirimi artikel:

Select all
Nama Email

Saat ini Anda belum memiliki klien

×
×
×
×